Waspada Flu Singapura, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Hand, Foot and Mouth Disease atau dikenal dengan Flu Singapura umum terjadi pada balita dan anak-anak. Penyakit ini termasuk penyakit ringan dan bisa disembuhkan dengan cepat

Flu Singapura sering disalahpahami sebagai penyakit cacar, karena gejalanya yang mirip. Namun ada beberapa perbedaan antara kedua penyakit ini. Mengenali perbedaan Flu Singapura dan Cacar bisa membantu orangtua dalam memberikan perawatan yang tepat bagi anak.

Apa itu Flu Singapura?

Flu Singapura adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini disebut juga dengan HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease) karena biasa menyerang kaki, tangan dan mulut. Meski terkadang virus ini ini juga menyerang di bagian pantat serta sekujur kaki.

Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan nama Flu Singapura, karena penyakit ini pernah mewabah di Singapura pada tahun 2000-an. HFMD biasanya menimpa bayi dan anak-anak balita yang belum memiliki sistem imunitas yang kuat.

Pada kulit penderita flu singapura biasanya muncul lenting-lenting yang berisi air dan luka-luka di sekitar mulut (mukosa), telapak tangan dan telapak kaki. Tapi, bisa juga bintil itu muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipatan paha.

Di Amerika Serikat, penyakit ini biasanya datang pada musim semi, musim panas dan musim gugur. Tak jarang, penyakit ini juga bisa menimpa remaja dan orang dewasa.

Gejala flu singapura

Jika anak anda demam diikuti dengan tenggorokan sakit dan muncul bintik-bintik merah. Anda harus waspada, karena itu adalah salah satu tanda gejala HFMD sedang menimpa anak anda.

Berikut ini adalah gejala lain Flu Singapura yang harus Anda waspadai.

  • Demam dengan suhu 38-39 derajat celcius

  • Nafsu makan berkurang

  • Tenggorokan anak terasa sakit sehingga menolak makan atau menyusu

  • Setelah sehari dua hari, muncul bintik merah yang melepuh di bagian mulut, telapak tangan, telapak kaki.

  • Kadang muncul ruam merah di bagian pantat, lutut, dan area kemaluan

flu singapura

Gejala-gejala tersebut muncul secara bertahap, tidak muncul secara bersamaan. Kadang anak yang terkena HFMD tidak menampakkan gejala apapun namun bisa menularkan virusnya ke orang lain termasuk orang tua.

HFMD biasanya akan sembuh setelah 7-10 hari walaupun tanpa perawatan medis. Pada beberapa kasus yang jarang sekali terjadi, HFMD bisa memicu gejala meningitis bahkan polio dan pembengkakan otak yang bisa sangat fatal. Tapi komplikasi seperti ini amat jarang terjadi.

Apa beda flu singapura dengan cacar air?

Perbedaan fisik yang kelihatan adalah pada ukuran luka/lenting. Pada penderita flu Singapura ukuran lentingnya lebih kecil daripada cacar air.

Seperti namanya, HFMD menyerang terutama telapak tangan, mulut, dan telapak kaki. Sedangkan Cacar air menyerang seluruh bagian tubuh termasuk badan anak.

Penyebab Flu Singapura

Flu singapura di sebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Enterovirus, yang paling umum adalah virus coxsackie. Virus ini berkembang pada musim panas dan musim gugur. Itulah sebabnya HFMD sering menimpa anak-anak pada dua musim tersebut.

Meski tidak mematikan, virus ini mudah sekali menular kepada orang lain jika ia berdekatan dengan penderita HFMD. Virus ini menular dari orang ke orang melalui sekresi hidung dan tenggorokan (air liur, dahak, atau ingus), cairan lepuhan, feses (tinja).

Beberapa cara penularan virus HFMD:

  • Kontak fisik dengan penderita seperti mencium, memeluk dan memakai alat makan secara bergantian

  • Batuk dan bersin oleh penderita

  • Menyentuh cairan dari kulit yang melepuh pada penderita

  • Menyentuh barang-barang yang telah terkena virus enterovirus

  • Mengganti popok bayi yang mengidap HFMD juga bisa membuat anda tertular virus

HFMD sangat menular pada minggu pertama setelah seorang penderita menampakkan gejala sakitnya. Tetapi, virus ini masih bisa ditularkan oleh penderita meskipun dia telah sembuh.

Penyebaran virus ini bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih seperti rajin mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan setelah mengganti popok bayi, juga menghindari kontak fisik dengan penderita.

Waspada Flu Singapura

Cara mengobati

Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan penderita HMFD. Menurut dr.Effendi, SpA. yang paling penting untuk merawat anak dengan HFMD ini adalah sedia selalu penurun panas (bisa parasetamol atau ibuprofen), dan berikan banyak minum (cairan) untuk mencegah dehidrasi.

HFMD termasuk ke dalam penyakit ringan yang bisa sembuh dengan perawatan di rumah tanpa perlu penanganan medis.

Berikut ini cara menangani anak yang terkena HFMD.

  • Berikan minuman dingin pada anak untuk membantu mengatasi tenggorokannya yang sakit. Eskrim juga bisa membantu serta membuat anak lebih semangat mengonsumsinya.

  • Jangan memberikan makanan pedas atau minuman yang asam, karena akan membuat tenggorokannya yang sakit semakin parah.

  • Beri obat penurun demam dan pereda sakit yang cocok untuk anak-anak.

  • Ijinkan anak untuk tidak sekolah selama beberapa hari selama dia sakit, agar ia tidak menularkan virus kepada teman dan guru di sekolahnya.

Jenis penyakit ini sebenarnya jarang terjadi di Indonesia. Namun karena virus enterovirus bisa berkembang sepanjang tahun di negara tropis, ada baiknya Anda melakukan tindak pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Mengenali gejala Flu Singapura juga penting diketahui orangtua, agar saat anak dibawa ke dokter umum, bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Referensi: www.cdc.gov, www.webmd.com, www.inquisitr.com

Baca juga:

Gastroenteritis, Flu Perut pada Anak – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan