Bahaya pelampung leher bayi, Parents wajib waspada

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bahaya pelampung bayi tidak hanya berisiko membuat bayi tenggelam jika pelampungnya kempes, tapi juga menghambat tumbuh kembang bayi.

Bayi memakai pelampung terlihat lucu dan menggemaskan. Namun, dibalik kelucuan tersebut, Parents harus waspada terhadap bahaya pelampung bayi.

Selain kemungkinan kempes ketika digunakan, pelampung yang diletakkan di leher bayi juga bisa membuat tubuhnya terbalik atau membuatnya tidak bisa bernapas.

Artikel terkait: Balita Hampir Tewas Tenggelam di Baby Spa

Kyran Quinlan, seorang profesor di bidang kesehatan anak di Pusat Kesehatan Universitas Rush menyatakan pelampung bayi yang berisi udara itu bisa bocor dan berisiko tinggi membuat bayi tenggelam.

“Bahaya pelampung bayi sangat menakutkan untukku, kuharap itu juga membuat takut para orangtua,” ujar Kyran seperti dikutip dari Good Housekeeping.

“Ada potensi bahaya yang bisa menyebabkan kematian, kenyataan bahwa alat itu digunakan oleh bayi ketika berada di kolam renang, membuatku sangat cemas.”

American Academy of Pediatrics juga mengamini hal ini. Mereka memberi peringatan pada para orangtua akan bahaya pelampung bayi.

Pelampung berisi udara tersebut bisa kempes dan tidak dirancang untuk membuat perenang aman seratus persen.

Bahaya pelampung bayi

Pelampung leher yang dikenakan bayi di bawah usia 5 bulan akan menimbulkan tekanan pada tulang belakang di bagian leher bayi serta membuat otot dan ligamen menjadi tegang.

Bila bayi usia 3 bulan yang menggunakan pelampung leher dalam air, proses saraf penting untuk mengatur refleks kepala saat bayi belajar duduk dan tengkurap akan terganggu.

Selain itu, bahaya pelampung bayi juga bisa menghambat tumbuh kembang tulang punggung bayi. Pelampung leher membatasi gerak tulang punggung bayi sehingga tidak cukup kuat untuk membantu mereka belajar duduk, berdiri, dan berjalan.

bahaya pelampung bayi

Bahaya pelampung bayi yang sering tidak disadari orangtua

Batasilah penggunaan pelampung leher ini agar dampak buruknya tidak terlalu signifikan. Jika ingin mengajari bayi berenang, sebaiknya dipegangi oleh orangtua dan tidak menggunakan pelampung.

Tips mencegah anak tenggelam saat berada di air

Melansir dari laman The Bump, berikut ini adalah tips yang bisa Anda ikuti untuk mencegah bayi tenggelam saat berada di dalam air.

1. Selalu awasi 

Jangan pernah tinggalkan bayi atau balita sendirian saat dia berada di dalam air, entah itu bak mandi, kolam renang, maupun spa bayi. Jangan biarkan dia sendirian tanpa pengawasan meskipun hanya satu menit.

2. Ada orang dewasa berpengalaman

Jika keadaan darurat terjadi, dia bisa membantu melakukan pertolongan pertama. Dia harus bisa berenang dan selalu berada di dekat anak-anak.

3. Anak harus belajar berenang sejak dini

Semua anak harus belajar berenang sedini mungkin. Kapan dan usia berapa anak siap belajar berenang tergantung pada kematangan emosional, kemampuan fisik, dan kesehatan anak.

4. Menggunakan pelampung yang aman

Bagi anak balita yang sedang belajar berenang, pastikan anak menggunakan pelampung saat berada di dalam air atau di dekat air. Orangtua juga harus memastikan pelampung yang ia gunakan aman dan tidak ada kemungkinan kempes atau bocor.

***

Bila Parents memiliki kebiasaan membawa bayi ke spa atau berenang menggunakan pelampung leher, batasilah penggunaannya. Jangan terlalu sering menggunakan pelampung bayi karena dapat membahayakan tulang belakang bayi.

Lebih baik bayi belajar berenang dengan dipegangi orangtua dan tidak menggunakan pelampung.

Semoga bermanfaat ya, Parents.

 

Baca juga:

Manfaat Berenang Sejak Bayi dan Tips Memilih Pelampung yang Tepat





Bayi