Wanita stres saat hamil cenderung memiliki bayi perempuan, menurut penelitian!

lead image

Apakah Bunda memiliki pengalaman yang sama?

Wanita stres yang sedang hamil cenderung berpotensi memiliki anak perempuan menurut penelitian.

Para ilmuwan telah meneliti para wanita tepat sebelum mereka hamil dan menemukan beberapa dari mereka yang mengalami stres jangka panjang lebih cenderung berpotensi memiliki bayi perempuan. Kemudian, mereka yang memiliki sedang merasa cemas untuk jangka pendek juga membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil.

Wanita stres yang sedang hamil cenderung berpotensi memiliki anak perempuan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/wanita stres e1543557036844.jpg Wanita stres saat hamil cenderung memiliki bayi perempuan, menurut penelitian!

Studi terbaru ini menunjukkan pengaruh besar pola makan dan gaya hidup orangtua terhadap perkembangan bayi sejak di dalam kandungan. Para ahli juga mengungkapkan bahwa para wanita stres harus memerhatikan tingkat stres dan pola makan serta gaya hidupnya jika memang menginginkan seorang bayi.

Dr. Cecilia Pyper, dari Departemen Kesehatan Masyarakat di Oxford University, mengatakan, “Penelitian ini ditujukan kepada para wanita sehat di Inggris yang sedang mencoba untuk hamil; hal ini tentu sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana proses yang tepat untuk hamil dan membuat bayi sesehat mungkin.”

Lebih lanjut ia mengungkapkan keinginannya untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kehamilan normal; selain itu banyak juga pasangan yang sangat ingin mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memperbesar peluangnya memiliki kehamilan dan bayi yang sehat.

Penelitian ini juga meneliti beberapa wanita stres yang sedang mencoba hamil; hasilnya, rasa cemas dan stres yang dialami wanita hamil dapat menyebabkan beberapa permasalahan pada kehamilan dan perkembangan janin.

Studi pertama yang dilakukan melibatkan 338 wanita asal Inggris yang sedang mencoba untuk hamil, dan diwajibkan untuk membuat jurnal harian mengenai gaya hidup dan kehidupan seks mereka.

Dua hormon yang disebut kortisol dan alpha-amilase, yang umumnya meningkat karena stres juga diukur sejak enam bulan sebelum kehamilan.

Kortisol biasanya terkait dengan stres jangka panjang seperti masalah keuangan, pekerjaan, dan kekhawatiran akan kesehatan. Sementara alpha-amilase biasanya dipicu oleh pelepasan adrenalin setelah melalui perjalanan yang kompleks atau setelah bertengkar atau berargumen.

Nah, untuk kelompok ini yang akhirnya berhasil untuk hamil, kebanyakan dari mereka memiliki anak perempuan. Perbandingannya 58 orang mendapatkan anak laki-laki sementara 72 anak perempuan.

Menariknya,  memiliki anak laki-laki peluangnya sekitar 75% lebih rendah bagi wanita stres yang memiliki tingkat kortisol tertinggi.

Wanita stres jangka pendek lebih sulit untuk hamil

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/relationship problems e1543574775901.jpg Wanita stres saat hamil cenderung memiliki bayi perempuan, menurut penelitian!

Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa wanita dengan tingkat kecemasan jangka pendek yang umumnya terkait dengan tingkat alpha-amisol yang tinggi lebih sulit untuk hamil.

Dr. Allan Pacet, Dosen Senior di Sheffield University berkomentar, “Stres tidak melulu menjadi penyebabnya. Namun stres yang diukur di sini adalah penanda untuk aspek lain dari kehidupan wanita dalam kelompok ini, seperti pekerjaan, gizi atau faktor hubungan mereka dengan pasangan.”

Jadi, apakah Bunda sedang mendambakan anak laki-laki saat ini? Jangan terlalu stres ya, Bun!

Referensi: Telegraph

Baca juga:

Stres Saat Hamil Bisa Akibatkan Berat Badan Bayi Rendah Saat Lahir

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.