Terkena Penyakit Langka Sindrom Turner, Wanita 24 Tahun di Aceh ini Masih Seperti Balita

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Siapa sangka wanita yang terlihat seperti balita ini sebenarnya berusia 24 tahun, Ia menderita sindrom langka dan tak mendapatkan pengobatan yang memadai.

Sekilas, Sari Rezita Ariyani terlihat seperti balita. Namun, siapa sangka jika ternyata wanita asal Pidie Jaya ini usianya sudah 24 tahun.

Sari menderita sebuah penyakit langka bernama Turner sindrom yang hanya menimpa perempuan dan hanya terjadi 1 banding 2.000-2.500 bayi. Penyakit ini utamanya menyerang hormon sehingga sangat menghambat perkembangan tubuh dan kognisi penderitanya.

Wanita yang lahir tahun 1993 ini hanya berukuran 67 cm dengan berat badan 20 kg. Selain tubuhnya yang seukuran anak balita, ia juga berperilaku selayaknya anak-anak.

Terlihat Seperti Balita

Sari dan Ibunya, Suryani.

“Kalau bicara dia kayak anak-anak. Saya sih udah ngerti apa yang dia omongin karena sudah terbiasa. Tapi kan orang lain nggak ngerti,” tutur ibu Sari, Suryani H Suud.

Suryani menyadari bahwa anaknya memiliki keterlambatan perkembangan tubuh saat usianya 3 tahun. Karena, di usia tersebut, Sari belum dapat melakukan apapun.

Namun, karena keterbatasan biaya dan sulitnya fasilitas kesehatan, Sari baru diperiksakan pasa usia 13 tahun. Karena Turner sindrom inilah, Sari tak bisa berjalan, bicara, maupun melakukan hal standar lain yang biasa dilakukan oleh orang seusianya.

Selama ini, ibunya adalah perawat utamanya. Jika tidak digendong, Sari akan didorong dengan kursi roda kemana-mana. Bahkan, untuk urusan mandi pun, ia masih harus dibantu ibunya seperti balita pada umumnya.

Walau mengalami kondisi yang berbeda, laman theinfong melaporkan bahwa ia juga mengalami menstruasi. Selain hal itu, anak kedua dari tiga bersaudara ini tak memiliki perkembangan lainnya yang signifikan.

Selama ini, Sari rutin menjalani fisioterapi ke Rumah Sakit Ibnu Sina di kota Sigli. Akan tetapi, dokter di sana pun mengakui bahwa Sari seharusnya ditangani oleh dokter yang lebih profesional dengan teknologi yang paling muktahir.

sari2

Suryani berharap, dengan mengusahakan fasilitas kesehatan yang lebih baik, kelak anaknya akan mengalami perkembangan kemampuan. Minimal, Sari bisa berjalan kaki tanpa bantuan apapun.

“Dulu waktu Sari masih kecil, banyak orang bertanya kenapa Sari belum bisa berjalan, bicara, dan tak punya kecakapan lainnya. Saat itu saya juga bingung mau jawab apa. Sedih…” aku Suryani.

Sekalipun kondisinya seperti itu, Suryani menegaskan bahwa keluarga sangat menyayangi Sari dan mereka bergantian menjaganya. Kakak pertama dan adiknya pun menyayangi Sari sepenuh hatinya.

Berikut video soal kondisi yang dialami oleh Sari:

 

Baca juga:

Olivia: Gadis Cilik yang tak Bisa Merasakan Lapar, Takut, dan Sakit

 





Kisah Mengharukan