Wajarkah Hiperpigmentasi pada Ibu Hamil?

Apakah hiperpigmentasi? Bagaimana cara menanganinya? TheAsianParent mengulasnya untuk Anda.

Wajarkah hiperpigmentasi pada ibu hamil? Wajarkah hiperpigmentasi pada ibu hamil?

Diana resah dengan perubahan warna ketiaknya selama kehamilan. Ketiaknya jadi lebih menghitam dari sebelumnya. Ia sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter, dan dokter menyatakan bahwa Diana mengalami hiperpigmentasi.

Wajarkah hiperpigmentasi pada ibu hamil?

Hiperpigmentasi banyak dialami wanita, dan pada umumnya terjadi ketika memasuki masa kehamilan. Perubahan warna terjadi pada beberapa bagian tubuh seperti puting susu, wajah, leher, ketiak dan daerah sekitar perut. Hiperpigmentasi ini terjadi karena perubahan hormon dan mempengaruhi pembentukan pigmen kulit oleh sel-sel melanosit.

Sebenarnya bagian kulit yang menghitam tersebut akan lebih terang setelah persalinan, namun seringkali tidak dapat kembali seperti warna kulit aslinya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit pada masa kehamilan, di antaranya:

1. Jauhi dari paparan sinar matahari langsung

Kemungkinan besar hiperpigmentasi terjadi karena paparan sinar ultraviolet setiap harinya.  Maka untuk mencegahnya gunakan krim pelindung matahari dan lindungi diri dengan menggunakan payung.

2. Gunakan pembersih atau perawatan wajah yang lembut

Bersiaplah dengan perawatan kulit dan wajah yang aman dan tidak mengandung pewangi, sehingga tidak membuat kondisi kulit menjadi lebih buruk.

 

 

3. Jangan menggosok dengan berlebihan

Menggosok kulit secara berlebihan justru akan membuat kulit teriritasi.

4. Jagalah kelembaban kulit

Dengan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas per harinya, kelembaban kulit akan terjaga.

Baca juga : Berkat Air Putih, Wanita ini Tampak 10 Tahun Lebih Muda

Jika hiperpigmentasi ini sangat mengganggu, Anda dapat menggunakan kosmetik untuk menyamarkannya. Tapi ingat, jangan menggunakan produk pemutih kulit ketika masa kehamilan.

Untuk beberapa ibu yang telah melahirkan, hiperpigmentasi sering kali tidak hilang. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh alat KB yang digunakan, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Pada beberapa kasus, perubahan warna kulit juga merupakan gejala dari kanker kulit atau masalah lainnya.

Bunda, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu

Jangan Katakan 10 Hal Ini pada Istri yang Sedang Hamil