Bagaimana Cara Mengetahui Jika Si Kecil Menjadi Pembawa (Carrier) Virus Hepatitis A?

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Si Kecil Menjadi Pembawa (Carrier) Virus Hepatitis A?

Cari tahu bagaimana Si Kecil dapat terpapar virus hepatitis A.

Widi (4 tahun) dan Aryo (9 tahun) adalah kakak beradik. Beberapa waktu lalu Widi dan Aryo sempat pergi bersama ke luar area perumahan tempat mereka biasanya bermain yang sanitasinya kurang memadai. Tiga minggu kemudian, Aryo menunjukkan gejala seperti sakit perut, diare, muntah-muntah, demam, dan kehilangan nafsu makan. Awalnya terlihat seperti diare biasa, namun karena kondisinya tidak kunjung membaik setelah seminggu berlalu, orang tua Aryo membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa.

Setelah melalui pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa Aryo terinfeksi virus hepatitis A. Yang menjadi pertanyaan orang tua, dari mana Aryo terpapar virus hepatitis A ini? Lingkungan rumah mereka termasuk terjaga kebersihannya, ditambah Aryo dan Widi hampir selalu melakukan kegiatan bersama-sama, mengapa hanya Aryo yang menunjukkan gejala infeksi virus hepatitis A ini?

Dari penjelasan dokter mengenai kemungkinan sumber paparan virus hepatitis A, ditambah kakak beradik ini hampir selalu bersama, maka orang tua mereka pun menduga Widi juga terinfeksi virus hepatitis A. Oleh karena itu, orang tua mereka memutuskan untuk memeriksakan Widi juga. Dugaan mereka terbukti, Widi pun sebenarnya terinfeksi virus hepatitis A, meski tidak menunjukkan gejala seperti yang dialami Aryo. Lantas bagaimana mengetahui apakah anak kita sudah terinfeksi, jika mereka tidak menunjukkan gejala seperti Widi? Bagaimana menangani penyebaran virus hepatitis A dari pasien yang tidak menunjukkan gejala? Berbahayakah infeksi hepatitis A pada anak jika tidak segera dibawa ke dokter?*

Hepatitis A pada Anak

Hepatitis A sendiri adalah infeksi hati (liver) menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A.1 Virus hepatitis A ini menyebar melalui kontak dengan tinja orang yang terinfeksi.2 Secara global terdapat sekitar 1,4 juta kasus baru infeksi hepatitis A pertahunnya. Menurut CDC, Hepatitis A justru lebih sering mengenai anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah.3

Bagaimana Si Kecil dapat terpapar virus hepatitis A? Di antara beberapa skenario yang paling umum terjadi adalah:

  1. Si Kecil mengonsumsi makanan yang dibuat oleh orang yang terinfeksi, yang tidak mencuci tangannya setelah menggunakan kamar mandi.8 Kontaminasi makanan atau minuman dengan virus hepatitis A dapat terjadi di berbagai fase, baik saat mengolah, memasak, dan bahkan mengonsumsi.4
  2. Si Kecil minum air yang tidak diolah atau makan makanan yang dicuci dengan air yang tidak diolah.8
  3. Si Kecil memasukkan jari atau benda yang bersentuhan dengan tinja orang yang terinfeksi, ke dalam mulut.8

Bagaimana mengetahui jika Si Kecil telah terinfeksi virus hepatitis A?

Ada beberapa gejala yang umumnya dialami mereka yang terkena hepatitis A, antara lain:

  1. Kelelahan, kehilangan nafsu makan, demam, mual, muntah dan/atau nyeri sendi4,5
  2. sakit perut yang parah dan diare (terutama pada anak-anak),4,5 atau
  3. jaundice (kulit atau mata kuning, urin gelap, kotoran dari buang air besar yang berwarna pucat).4,5

Anak-anak yang terinfeksi hepatitis A biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala seperti yang dialami pasien dewasa.5 Namun meski tidak mengalami gejala, Si Kecil tetap bisa menjadi pembawa virus hepatitis A.6

Mengapa ada anak yang menunjukkan gejala, sementara yang lain tidak?

Anak-anak di bawah usia enam tahun seringkali tidak menunjukkan gejala, sedangkan anak-anak di atas usia itu dapat merasakan gejala yang lebih berat.7 Gejala yang timbul setelah adanya infeksi virus hepatitis A sebenarnya bukanlah akibat langsung dari virus tersebut, melainkan akibat respons imun tubuh anak untuk mengeluarkan virus pada sel hati. Munculnya gejala penyakit ini merupakan pertanda respons imun tubuh seseorang sudah bekerja dengan baik. Pada anak di bawah usia enam tahun, respons imun tubuhnya belum begitu sempurna sehingga gejala dari penyakit Hepatitis A ini seringkali tak terlihat.3

Bagaimana mengetahui Si Kecil terinfeksi virus hepatitis A jika ia tidak menunjukkan gejala?

Jika orang tua mencurigai Si Kecil terinfeksi, namun ia tidak menunjukkan gejala, maka untuk memastikan sebaiknya diperiksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa Si Kecil, dan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar enzim hati dan antibodi IgM anti HAV. 3,6

Bagaimana penanganan untuk Si Kecil yang terinfeksi hepatitis A?

Hepatitis A hanya menyebabkan infeksi akut dan dapat membaik tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.2 Orang yang terinfeksi biasanya sembuh dari hepatitis A tanpa komplikasi.8

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang dapat menghilangkan virus hepatitis A saat Si Kecil sudah terinfeksi. Dokter akan memberikan perawatan suportif untuk meringankan gejala-gejala yang dialami. Selain itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan tubuh kembali pulih seperti sediakala.6

Dengan demikian, pencegahan merupakan hal yang sangat penting dalam penanganan penularan infeksi virus hepatitis A pada anak, salah satunya dengan menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar kecil, mengganti popok, sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan.1 Hindari juga minum air keran tanpa diolah terlebih dahulu atau makan makanan mentah saat bepergian ke tempat yang memiliki sanitasi buruk.6 Cara lain untuk mencegah hepatitis A adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis A. Vaksinasi hepatitis A pada anak dapat menurunkan terjadinya infeksi virus hepatitis A dan dapat pula mengurangi penularan ke orang dewasa.3

Apapun pilihan cara Parents untuk melindungi Si Kecil dari bahaya virus hepatitis A, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelumnya.

*Disclosure: Kisah ini merupakan kisah fiktif yang didasari gambaran umum dari gejala penderita dan prosedur pemeriksaan hepatitis A, dan tidak merujuk pada kejadian atau karakter nyata manapun.

Perhatian:

Pesan kesehatan ini disampaikan oleh GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Hanya sebagai informasi umum. Materi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran medis. Konsultasikan langsung kepada dokter Anda untuk pertanyaan medis.

Referensi:

  1. CDC. Hepatitis A. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/HepAGeneralFactSheet.pdf. Accessed on October 2020.
  2. NIH. Hepatitis (Viral). 2020. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis. Accessed on October 2020.
  3. IDAI. Mengenal Hepatitis A Pada Anak. from: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak. Accessed on October 2020.
  4. CDC. Hepatitis A Question and Answer From Public. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm. Accessed on October 2020.
  5. CDC. Hepatitis A VIS. from: https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-a.html. Accessed October 2020.
  6. WebMD. 2020. Hepatitis A (Hep A). Available from: https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-aAccessed on October 2020.
  7. CDC. Vaccine (Shot) for Hepatitis A. from: https://www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/hepa.html. Accessed on October 2020.
  8. NIH. What are the complications of hepatitis A?. from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis/hepatitis-a#complications. Accessed on October 2020.

Bisakah Si Kecil Terkena Hepatitis A?

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360
NP-ID-HAV-ADVR-200013 AD: 10/20 ED: 10/22

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

atikha

app info
get app banner