Vagina longgar setelah punya banyak anak ? simak penjelasannya

lead image

Apakah bunda merasakan setelah berhubungan seksual dan melahirkan, vagina akan terasa longgar ? Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan bagi perempuan.

Ada pula yang mengatakan perempuan yang memiliki anak lebih dari dua merasa tidak percaya diri ketika berhubungan intim dengan suami. Apalagi jika mereka melahirkan dengan cara normal. Para pria berpendapat, kualitas vagina sebagai dampak melahirkan bisa menurun.

Kondisi vagina longgar mungkin terjadi karena peregangan elastis yang besar terjadi berkali-kali. Hal ini menyebabkan vagina sulit ‘terkunci’ seperti sedia kala. Ini terjadi pada perempuan muda setelah kelahiran ganda yang membuat otot vagina lelah.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2015/08/vagina setelah melahirkan.jpg Vagina longgar setelah punya banyak anak ? simak penjelasannya

Meski tak nyaman dengan kondisi tersebut, tak banyak perempuan yang ‘berani’ mengonsultasikannya pada dokter.

Vagina longgar dapat berdampak besar untuk kehidupan perempuan. Vagina longgar akan membuat perempuan sulit mencapai orgasme saat berhubungan seksual. Hal ini juga akan membuat perempuan seringkali tidak kuasa untuk menahan buang air kecil saat beraktivitas.

“Perempuan yang telah alami kehamilan. Ini yang menyebabkan vagina longgar dan membuat gangguan orgasme,” ujar Enrina Diah, dokter di klinik kecantikan Ultimo Clinic.

Enrina menyayangkan banyak perempuan takut untuk merawat vaginanya yang longgar karena harus dibedah atau dilaser. Mereka umumnya takut dengan rasa sakit yang mungkin dialami.

Selain takut akan rasa sakit, ada juga ketakutan bahwa mereka harus menunda berhubungan seksual dalam waktu tertentu.

Ahli Kebidanan dan Kandungan, dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG, menjelaskan dari masa pubertas sampai dengan masa menopause, area intim kewanitaan mengalami beberapa fase yang dapat menurunkan elastisitasnya akibat perubahan hormon, kehamilan serta persalinan. Namun nyatanya, tak hanya pasiennya yang melahirkan secara normal, namun pasien yang menjalani caesar juga punya masalah saat bercinta

“Jumlah melahirkan anaknya cuma 2 misalnya sama saja dengan yang punya anak 4. Ada banyak perempuan yang punya masalah dalam bercinta tetapi tak mencari pertolongan, mereka silent,” katanya dalam konferensi pers bersama Klinik Bamed baru-baru ini.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/tanda vagina tidak sehat 1.jpg Vagina longgar setelah punya banyak anak ? simak penjelasannya

Catatannya, sebanyak 83 persen pasiennya yang melahirkan secara normal memang mempunyai keluhan vagina longgar. Namun sisanya juga dialami oleh para wanita yang melahirkan caesar.

“Ternyata yang caesar juga mengalami keluhan. Sebagian besar keluhannya menjelang menopause, lalu genital urinery sindrom, atau kering dan nyeri saat berhubungan,” ungkapnya.

Paling banyak pasien datang kepadanya adalah dengan keluhan vagina longgar. Kurang sensasi saat berhubungan. “Istrinya pura-pura orgasme. Padahal enggak merasa apa-apa,” jelas dr. Yeni.

Menurutnya, seorang wanita setelah 18 tahun tak akan memproduksi kolagen lagi. Sehingga
di usia 40 tahun hanya tinggal 50 persen sisanya. Hal itu berpengaruh pada daya tahan kewanitaan. “Maka ada berbagai caranya seperti wajah, ada botox dan filler juga laser.

Tujuannya untuk meremajakan, mengencangkan, dan membuat vagina lebih merona, lebih pink. “Sebab sebanyak 58 persen kaum hawa mengalami disfungsi seksual atau penurunan libido usai melahirkan. Tentu ini harus diatasi,” jelasnya.

Pasien bisa jalani “thermiva” perawatan vagina longgar

Dijelaskan oleh dr Enrina Diah, thermiva merupakan prosedur perawatan kewanitaan dengan memanfaatkan tenaga radio frekuensi. Metode itu dilakukan dengan menggunakan aplikator tongkat khusus yang berukuran jari telunjuk. Alat itu dimasukkan ke area labia dan vulva jaringan torestore.

“Proses seluruhnya dilakukan dalam waktu setengah jam. Alat itu akan masuk dalam keadaan panas 42-45 derajat yang dapat menaikkan pembuluh darah dan merangsang kolagen,” tuturnya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/vagina 1.jpg Vagina longgar setelah punya banyak anak ? simak penjelasannya

Gelombang frekuensi radionya akan memanaskan jaringan dan mengaktifkan kembali kolagen di area vagina.

Frekuensi radio ini akan menghasilkan panas di area kulit dan mukosa. Panas di masing-masing bagian ini akan menghasilkan tiga manfaat yang berbeda antara lain kontraksi kolagen, remodelling dan meningkatkan elastisitas kolagen. Selain itu stimulasi yang dilakukan dalam jangka panjang akan menghasilkan kolagen baru.

Kolagen baru ini akan membantu meremajakan dan merapatkan kembali vagina longgar.

Perawatan ini diklaim juga akan meningkatkan aliran darah dan mengembalikan ‘kekuatan’ sinyal syaraf yang bisa merangsang normalnya lubrikasi vagina. Proses inilah yang akan membantu membuat orgasme jadi lebih normal. “Tapi yang pasti, treatment ini harus rutin dilakukan. Setidaknya sebulan sekali,” katanya.

Meski begitu, Diah tidak bisa menentukan harus berapa kali sampai rapat dan normal. “Semua tergantung tingkat kelonggarannya. Biasanya dua kali treatment sudah berkurang kendurnya,” ucapnya.

Sumber : Jawa Pos, CNN

Baca juga :

Vagina berubah di usia 20, 30, dan 40 tahun, manakah fase yang sedang Bunda alami?

7 hal ini penting dilakukan setelah berhubungan seks agar vagina sehat

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.