Kisah Nicci, Wanita yang Memiliki Dua Vagina dan Menderita Sakit Luar Biasa Setiapkali Haid

Nicci Triefenbach tak pernah berpikir bahwa dirinya memiliki dua vagina, atau uterus didelphys. Hal ini membuatnya menderita sakit luar biasa dan mengeluarkan darah yang sangat banyak saat haid.

Nicci Triefenbach tak pernah menyangka bahwa dirinya memiliki kondisi medis langka, yang hanya menimpa kurang dari 1% perempuan di seluruh dunia. Kondisi ini dinamakan uterus didelphys atau double uterus. Hal ini membuat Nicci lahir dengan memiliki dua vagina.

Awalnya Nicci tidak tahu menahu bahwa dia berbeda dengan perempuan lainnya. Namun, ketika ia pertamakali mendapatkan menstruasi saat berumur 13 tahun, ia sadar ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

“Saya mengeluarkan darah lebih banyak dari seharusnya, rasa sakitnya sangat luar biasa. Ketika saya haid, saya sama sekali tidak bisa melakukan apapun,” ungkap Nicci.

Nicci baru mengetahui bahwa dirinya memiliki kondisi medis yang langka saat umurnya 20 tahun. Setelah melewati berbagai pemeriksaan pada ahli kandungan, dokter memberitahu Nicci bahwa dia memiliki dua vagina.

Dari luar, Nicci tampak hanya memiliki satu vagina. Namun rongga vaginanya terbagi dua, dengan dua serviks, dua rahim, dan dua kanal vagina. Kondisi ini menyebabkan Nicci menderita masalah kesehatan yang tak biasa. Seperti anemia, karena indung telurnya mempunyai siklus menstruasi yang berbeda.

Nicci juga mengalami nyeri hebat secara fisik setiapkali haid. Namun ternyata, bukan itu yang membuat Nicci bersedih.

“Yang paling berat dari semua ini adalah, saya merasa seperti bukan perempuan. Saya merasa gila, dan bertanya-tanya mengapa ini terjadi pada saya?” ujar Nicci.

Karena kondisinya yang sangat langka, Nicci merasa dirinya aneh, dia juga memiliki perasaan terisolasi, seperti dia adalah mahluk aneh yang ada di dunia.

Nicci juga memiliki kesulitan untuk berkencan karena kondisi ini. Ia berjuang mengatasi rasa malu saat menjelaskan pada pasangannya tentang kondisi yang ia miliki.

Beruntung, Nicci bertemu dengan Andy Triefenbach, yang menerima Nicci apa adanya. Dan selalu mendukung Nicci dalam setiap kesempatan. Nicci pun mendapatkan pelabuhan hati dan penerimaan diri yang selama ini ia cari dalam sosok Andy.

“Saya tidak bisa membayangkan apa yang Nicci alami, karena saya bukan perempuan. Namun saya bisa melihat efeknya pada Nicci. Saya mencintai dia, Nicci adalah orang yang tepat untuk saya,” ujar Andy.

Andy menambahkan, istri yang dinikahinya sepuluh tahun lalu itu adalah perempuan yang sangat kuat. Nicci juga menjelaskan bahwa Andy adalah tempat bergantungnya.

“Dia merawatku, dia tidak pernah membuatku merasa seperti sebuah kesalahan,” kata Nicci.

Nicci dan suaminya Andy Triefenbach

Meski keduanya sudah saling melengkapi, namun pasangan ini mengalami kesulitan saat berusaha memiliki anak. Selain uterus didelphys, Nicci juga didiagnosa memiliki endometriosis. Sehingga menyebabkan rahimnya tidak kuat untuk mengandung bayi lebih dari 22 minggu.

“Saya mengalami keguguran tiga kali. Yang paling parah adalah yang terakhir. Saya mengalami pendarahan selama enam bulan. Saya sangat lemas hingga ingin semuanya segera berakhir, antara ingin mati namun harus tetap hidup.” Nicci bercerita dengan pahit.

Anda bisa menyaksikan kisah perjuangan Nicci dalam video berikut ini.

Karena kegagalan terus menerus dalam memiliki anak, juga penderitaan fisik yang harus dialami. Nicci memutuskan untuk melakukan histerektomi, yakni prosedur operasi yang mengangkat kedua rahim dan serviks Nicci.

Nicci menjelaskan, “Saya berpikir untuk melakukan histerektomi pada umur 31 tahun. Karena saya sadar, mencoba memiliki anak tidak baik bagi kesehatan saya, juga bisa membahayakan nyawa saya. Selain itu, masalah perdarahan yang saya alami sangatlah buruk.”

Meski sudah memutuskan untuk melakukan histerektomi, Nicci tetap merasa sedih karena dirinya tidak bisa memiliki anak. Dan ia merasa dirinya tidak sempurna sebagai perempuan.

Kini, Nicci telah berumur 32 tahun dan merasa kualitas hidupnya lebih baik setelah menjalani operasi histerektomi. Dia tidak lagi harus menghadapi sakit fisik yang luar biasa, dan juga perdarahan hebat setiap kali haid.

“Selama bertahun-tahun, saya merasa malu dengan tubuh saya sendiri. Kini saya mencintai tubuh saya.”

Nicci berencana untuk mengadopsi seorang anak, untuk bisa memenuhi impiannya menjadi seorang ibu. Nicci sendiri juga merupakan anak adopsi dalam keluarganya.

“Saya akan sangat bersyukur jika bisa memberikan cinta dan kasih sayang bagi anak yang membutuhkan.”

Nicci membagikan kisahnya agara perempuan lain yang mengalami kondisi serupa agar tidak merasa sendirian. Nicci juga ingin menghilangkan stigma aneh yang melingkupi perempuan dengan kondisi langka ini.

“Tidak mengapa jika kau dilahirkan berbeda, kau bukanlah mahluk aneh, kau tetap bisa mencintai dirimu dan tubuhmu,” pungkasnya.

 

Referensi: The Sun, Metro, Life Death Prizes

Baca juga:

Keajaiban Sheree Psaila, Tubuh Tanpa Jaringan Otot Mampu Melahirkan Bayi Laki-laki Sehat