Bolehkah Melakukan Urut Rahim untuk Program Hamil? Ini Penjelasan Medis

Bolehkah Melakukan Urut Rahim untuk Program Hamil? Ini Penjelasan Medis

Urut rahim atau pijat perut lazim dilakukan masyarakat Indonesia untuk membantu agar cepat hamil. Bagaimana pandangan medis tentang metode ini?

Bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah dan belum memiliki anak, tentu akan melakukan usaha apapun demi mendapatkan keturunan. Berbagai saran dari teman, keluarga, kerabat, dan bahkan dari internet pun dilakoni. Mulai dari ikhtiar secara medis sampai non medis, salah satunya adalah urut rahim.

Metode tradisional ini sering disarankan bagi perempaun yang tak kunjung hamil. Pemijatan ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang memang berprofesi sebagai ahli pijat urut. Namun, urut rahimuntuk program hamil masih menjadi pro dan kontra.

Pandangan Medis tentang Urut Perut untuk Program Hamil

urut rahim

Sebenarnya tidak ada metode urut rahimdalam dunia medis dengan tujuan perencanaan program kehamilan.

Dr Andri Wanananda MS dalam laman Detik Health mengatakan bahwa terjadinya kehamilan ditentukan oleh kualitas sel jantan (Spermatozoa) suami dan kualitas sel telur (Ovum) istri. Yang akan terjadi kehamilan bila hubungan intim dilakukan saat istri dalam masa subur. Sementara urut rahimatau pijat perut masih diragukan manfaatnya untuk memicu kehamilan.

Risiko Urut Rahim

Urut perut justru dapat menyebabkan perlekatan pada organ-organ di dalam perut, khususnya internal reproduksi perempuan. Bila hal tersebut terjadi, kemungkinan terburuk adalah terjadinya internal bleeding.

Internal bleeding karena ruptur atau robek, terus syok, tidak ketahuan, tahu-tahu meninggal,” ujar dr. Sarlita Indah Permatasari SpOG, dilansir dari Kumparan.

Risiko lain yang terjadi akibat urut perut adalah terkena peritonitis yakni peradangan pada lapisan tipis dinding di dalam perut. Bila Parents tidak menyadarinya dan mengalami sepsis, komplikasi berbahaya akibat infeksi, lagi-lagi kemungkinan terburuk adalah nyawa taruhannya.

Artikel Terkait: 11 Cara Membuat Anak atau Program Hamil yang Calon Parents Perhatikan

Urut Rahim untuk Mengatasi Peranakan Turun (Prolaps Uteri)

peranakan turun

Peranakan turun atau istilah medisnya prolaps uteri adalah kondisi saat rahim bergerak ke luar dari posisi normal sehingga posisinya turun menonjol di dalam vagina. Prolaps uteri juga sering disebut sebagai penyebab seorang perempuan tidak bisa hamil.

Faktanya, perempuan usia subur yang mengalami rahim turun masih mungkin untuk hamil, meski kemungkinannya kecil. Pasalnya, kondisi rahim turun menyebabkan lingkungan yang tidak ideal bagi kelangsungan hidup sperma.

Perlu Parents ketahui, sperma dapat hidup dengan baik di lingkungan hangat dan lembap, seperti pada bagian dalam vagina. Nah, pada keadaan rahim turun, sperma lebih mungkin terdorong keluar dari vagina serta terpapar udara luar. Hal tersebut bisa membuat kemampuan sperma untuk membuahi sel telur menurun drastis, sehingga kemungkinan untuk hamil juga tergolong kecil.

Untuk mengatasi kondisi ini, tidak jarang perempuan yang melakukan urut rahimdengan tujuan mengembalikan posisi rahim ke posisi semula dan agar cepat hamil. Namun, ahli medis tidak menyarankannya.  

Untuk mengatasi prolaps uteri, ada pilihan pengobatan lain yang lebih aman dibanding urut rahim. Peranakan turun bisa ditangani dengan perbanyak minum air putih, konsumsi makanan berserat (buah dan sayuran), hindari mengangkat beban berat, senam kegel, jaga berat badan, dan berhenti merokok.

Artikel Terkait: 4 Jenis vitamin penyubur kandungan, amankah dan apa efek sampingnya?

Jika Urut Rahim Tidak Dianjurkan untuk Program Hamil, Metode Apa yang Bisa Dilakukan?

urut rahim

Untuk masalah kehamilan, khususnya keluhan tidak kunjung hamil setelah lama menikah, sebaiknya Parents konsultasi dengan dokter kandungan, alih-alih langsung memutuskan urut rahim.

Perlu diingat, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini seperti gangguan pada organ reproduksi, obesitas, frekuensi berhubungan intim, dan pernah menunda kehamilan. Penyebab ini hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan medis oleh dokter.

Mengutip dr Jati Satriyo dalam laman Alodokter, berikut ini tips cara cepat hamil yang disarankan dokter kandungan:

  • Berhubungan seksual 3 – 4 kali dalam seminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun
  • Berhubungan seksual pada saat masa subur
  • Batasi konsumsi kafein (kopi dan teh)
  • Berolahraga teratur sesuai dengan kemampuan
  • Makan makanan bergizi
  • Hindari mengonsumsi obat – obatan yang dijual bebas
  • Cuci tangan sebelum makan
  • Mengelola stres psikologis
  • Konsumsi asam folat
  • Berhenti merokok bagi suami dan istri
  • Hindari mengonsumsi minuman keras
  • Hindari makan makanan mentah dan setengah matang
  • Lakukan imunisasi
  • Hindari lingkungan yang berpolusi, kotor, dan banyak hewan
  • dll.

Meskipun demikian, dijelaskan oleh dr. Ahmad Arif, Sp.OG dari Good Doctor dalam sesi Instagram Live theAsianparent dengan tema “Program Kehamilan: Kenali Hambatan dan Cara Menyiasatinya”, urut rahimboleh saja dilakukan, asalkan dengan cara yang tepat.

“Untuk urut rahimkalau dari saya, boleh-boleh saja, karena di sana pasti akan membantu melancarkan aliran darah ke rahim, otomatis juga menyehatkan rahim. Namun, yang perlu diketahui urutnya jangan terlalu keras atau jangan ada manipulasi dari vagina, karena itu bisa menimbulkan infeksi,” jelas dokter Arif.

“Jadi kalau boleh urutnya bagian perut saja dan tujuannya hanya untuk melancarkan aliran darah, bukan untuk memposisikan segala macam. Sebab rahim itu kecil sekali kalau nggak hamil, jauh di dalam rongga panggul, tidak akan teraba tanpa pemeriksaan dalam dan luar,” sambungnya.

Demikian penjelasan tentang urut rahim. Pastikan juga untuk selalu berkonsultasi kepada dokter terkait program hamil yang akan Anda dan pasangan lakukan.

Baca Juga:

7 Hal yang Sebaiknya Anda Lakukan Jika Program Hamil Tak Kunjung Berhasil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner