Umur berapa bayi bisa berdiri? Cari tahu jawabannya di sini, yuk, Parents!

Umur berapa bayi bisa berdiri? Cari tahu jawabannya di sini, yuk, Parents!

Umur berapa bayi bisa berdiri? Temukan jawaban dan penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini. Orangtua baru wajib baca!

Pertanyaan umur berapa bayi bisa berdiri sering muncul di benak orangtua. Apalagi ketika si kecil sudah menginjak usia 12 bulan namun ia belum bisa berdiri dan berjalan.

Proses berdiri dan berjalan merupakan proses alamiah yang seharusnya terjadi pada semua anak. Jadi jangan khawatir, karena bila si kecil tidak memiliki masalah, baik dari faktor anak itu sendiri, faktor lingkungan, dan faktor aktifitas, si kecil tidak memerlukan latihan khusus untuk dapat berdiri dan berjalan.

Di Aplikasi  theAsianParent Indonesia, sering ditemui pertanyaan para orangtua yang resah karena anaknya tidak kunjung berdiri dan berjalan padahal usia sang anak sudah lewat 10 bulan. Lalu, sebenarnya umur berapa bayi bisa berdiri dan berjalan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Umur berapa bayi bisa berdiri?

umur berapa bayi bisa berdiri

Secara bertahap si kecil akan membangun kekuatan yang cukup di kaki mereka untuk berdiri sendiri, dan ini merupakan indikasi bahwa mereka siap untuk fase berikutnya, yaitu berjalan.

Sebagai orang tua, penting bagi Parents untuk memerhatikan si kecil dan memperhatikan tanda-tanda bahwa ia sudah berusaha berdiri.

Begitu dia mulai menunjukkan tanda-tanda berdiri, Parents perlu mendorongnya dan memberikan dukungan positif yang ia butuhkan untuk berdiri.

Berikut ini tahapan usia bayi berdiri menurut Developmental Assessment milestone’s chart

  • Berdiri, berpegangan pada sesuatu: antara 6,5 bulan hingga 8,5 bulan
  • Menarik tubuh ke posisi berdiri: antara 8 hingga 10 bulan
  • Berdiri sekitar 2 detik: antara 9 hingga 11 1/2 bulan
  • Berdiri sendiri: antara 10 1/2 hingga 14 bulan

Tapi, setiap bayi mengalami perkembangan yang berbeda, dan bisa saja tidak sama dengan patokan diatas.

Hanya 25-90% bayi bisa berdiri, berpegangan atau berdiri sendiri. Jadi, sekitar 10% dari balita bisa memakan waktu sedikit lebih lama dan akhirnya bisa berdiri beberapa minggu atau bulan kemudian.

Artikel terkait: Panduan lengkap: Perkembangan bayi 6 bulan

Kapan bayi disebut terlambat berdiri?

umur berapa bayi bisa berdiri

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, sebenarnya anak dapat didorong untuk beraktivitas sesuai dengan usia perkembangannya yaitu sekitar usia 9 bulan untuk berdiri dan sekitar usia 12 bulan untuk berjalan.

Jika pada usia itu anak terlalu sering digendong atau duduk, tingkat perkembangan anak menjadi seperti anak berusia 6-7 bulan. Jadi, anak dikatakan mengalami keterlambatan dalam berdiri dan berjalan ketika hal dibawah ini dialami:

  • Ketika tonus otot atau pola gerak tidak simetris pada kedua sisi tubuh
  • Tubuh kaku dengan bahu dan kepala dilempar ke belakang pada saat akan diposisikan duduk
  • Batang tubuh dan kedua tungkai lemas
  • Kedua kaki diangkat saat anak akan diberdirikan (anak tidak mau menapakkan kaki di lantai)
  • Duduk menumpu pada tulang ekor
  • Duduk dengan tungkai posisi “W’’
  • Anak berdiri pada saat ditarik ke arah duduk dari posisi berbaring
  • Pada saat diberdirikan lutut cenderung menekuk atau melengkung ke belakang.

umur berapa bayi bisa berdiri

Penyebab medis yang mendasari (misalnya anak dengan down syndrome atau cerebral palsy) atau disebabkan oleh penyebab lain, misalnya:

  • Masalah pada saraf tepi , sambungan otot-saraf
  • Otot dan rangka
  • Fungsi jantung dan paru
  • Status nutrisi
  • Pola asuh
  • Lingkungan
  • Play level

Artikel terkait: Anak Terlambat Jalan Bisa Karena Kesalahan Orangtua

Cara melatih bayi berdiri

umur berapa bayi bisa berdiri

Menurut IDAI, setelah mengetahui akar penyebab anak tidak dapat berdiri dan berjalan, baru bisa ditentukan tindakan tepat apa yang perlu dilakukan.

Parents perlu memerhatikan latihan khusus juga merupakan salah satu bentuk tindakan yang penting seperti halnya tindakan medis untuk melatih anak berdiri.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu merangsang bayi agar bisa berdiri:

  • Anak dibiasakan duduk dengan kaki memijak ke lantai dan tanpa sandaran
  • Letakkan mainan pada posisi yang membuat anak harus berdiri untuk meraih mainan tersebut, yaitu misalnya mainan diletakkan di lantai dan posisi anak lebih tinggi.
  • Anak distimulasi dengan diajak bermain kuda- kudaan, bersepeda, dan bermain sambil berdiri, mendorong kursi/mainan yang bias didorong-dorong.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Parents.

 

Referensi: Verywellfamily, IDAI

Baca juga: 

4 Penyebab Anak Terlambat Berjalan (Delayed Walking) dan Cara Mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner