Tumbuh Kembang Anak Asia - Perkembangan Bayi 16 Bulan

Si Kecil mulai memasuki usia 16 bulan? Cek di sini bagaimana tumbuh kembang anak balita Asia, khususnya untuk bayi 16 bulan.

Orangtua wajib perhatikan tumbuh kembang anak

Adakah hal yang mencolok pada bayi 16 bulan Anda belakangan ini? Apakah ia memainkan mobilnya sambil bilang 'brum, brum'?

Banyak orangtua yang menganggap hal ini sepele, padahal ini sebuah tanda bahwa imajinasi balita sudah mulai berkembang.

Parents, coba arahkan imajinasinya dengan peralatan bermain yang mendidik, misalnya bernyanyi atau membacakan cerita sebelum tidur. Mari pupuk bibit kreativitas dan kemampuan menyelesaikan masalah pada si mungil sekarang juga.

Perkembangan fisik

Anda bisa menemukan banyak artikel dan video theAsianParent.com tentang malapetakan yang menimpa balita karena ia ditinggalkan bermain sendiri tanpa pengawasan. Miris sekali kan?

Jangan sampai lengah, meski bayi 16 bulan Anda tampak asyik bermain sendiri. Ia sedang berusaha menerapkan semua aktivitas yang dilakukan kakaknya, atau anak lain yang pernah dilihatnya di televisi.

Jika tumbuh kembang anak balita Anda normal, di usia ini ia sudah bisa berjalan. Caranya berjalan bisa saja lebih tegas dan yakin dari saat ia pertama kali belajar berjalan. Ia sudah bisa berjalan tanpa digandeng, bahkan berjalan sambil memegang mainan di tangannya.

Mungkin ia akan mempraktekkan cara memanjat, berlari, menggapai, melempar barang, berjalan mundur dan banyak lagi.

Turuti keinginannya jika ia ingin berjalan-jalan ke luar rumah, tentu jika cuaca sedang bagus. Ia pasti suka melihat kucing, kupu-kupu atau bunga-bunga di taman.

Ia akan memperhatikan sepeda motor atau mobil yang sedang berlalu lalang. Alat-alat permainan seperti jungkat-jungkit dan seluncuran mungkin akan menarik perhatiannya. Alat permainan semacam ini belum cocok untuknya, karena tubuhnya masih terlalu kecil.

Meski demikian, ia akan senang memperhatikan kakak, saudara atau anak-anak lain bermain di sekitarnya. Ajak ia bicara, misalnya, "Lihat tuh kakak lagi main apa." Anggap saja ia memahami apa yang Anda katakan dan teruslah berbicara.

Perkembangan kognitif

Salah satu ciri tumbuh kembang anak balita 16-18 bulan yang mencolok adalah perubahan dari kegemaran menirukan menjadi membayangkan.

Misalnya, ia mengambil sebuah balok mainan dan menggumamkan sesuatu seperti 'halo'. Ya, ia sedang menirukan Anda menelepon dan menganggap mainannya adalah smartphone.

Ini sangat mengagumkan. Inilah momen penting yang menandakan lahirnya imajinasi dalam benak bayi 16 bulan. Dari mana ia mendapat ide menggunakan balok mainannya sebagai smartphone?

Otak si kecil Anda kini telah bertumbuh dan mampu membayangkan sesuatu barang yang ia sukai, namun tidak ada di dekatnya. Lalu ia menemukan sesuatu yang mirip dengan barang itu, kemudian memainkannya.

Jangan cepat putus asa jika si kecil tampak mudah sekali bosan dengan satu mainan. Anda harus paham bahwa balita di usia ini hanya mampu memfokuskan perhatian selama kurang dari 20 menit.

Salah satu cara untuk membuatnya tenang adalah membacakan buku cerita yang bergambar warna-warni dan tulisannya besar-besar.

Ia sudah bisa membolak-balik halaman. Biarkan ia melakukannya dan terangkan jika ia tampak tertarik mengamati satu gambar dalam buku itu.

Membaca itu penting. Alangkah bijaksananya orangtua yang bermantap hati menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.

Bacakan buku untuk si kecil sesering mungkin di waktu luang Anda. Mungkin di pagi hari, setelah Anda pulang ngantor atau menjelang tidur.

Biarkan ia melihat Anda sering membaca, meski yang Anda baca adalah kolom gosip selebritis.

Perkembangan sosial dan emosional

Jika Anda tipe ibu-ibu atau bapak-bapak yang senang bergaul, sangat mungkin bayi 16 bulan Anda akan meniru Anda. Ia suka berada di tengah orang banyak, namun belum memahami mengapa ia harus berbagi dengan anak lain.

Jadi, jangan panik atau malu jika balita Anda menolak meminjamkan mainannya pada balita lain seusianya.

Ia juga tidak suka jika perhatian Anda tidak tertuju padanya. Biasanya ini diungkapkan dengan rewel saat Anda sedang asyik mengobrol dengan teman atau sedang menelepon.

Pada usia ini Anda bisa mengajarkan balita untuk memahami berbagai jenis emosi. Katakan, "Lho kenapa menangis, Sayang?" saat ia menangis. Atau katakan, "Hii .. Adek ketawa. Udah nggak ngambek lagi ya?" ketika ia tertawa melihat tingkah laku binatang.

Bunda ingin me-time atau waktu istirahat sejenak sendirian di luar rumah? Si kecil sudah bisa Anda tinggalkan bersama ayahnya, dan Anda bisa menikmati spa atau creambath di salon untuk beberapa saat.

Jangan merasa bersalah karena si kecil menangis saat Anda pergi. Ini juga dirasakan para  ibu yang bekerja untuk pertama kalinya setelah cuti melahirkan.

Meski tangisannya seheboh pemain sinetron, perhatian si kecil masih mudah dialihkan. Tunjukkan sesuatu yang menarik dan belum pernah dilihatnya. Misalnya, mainan baru atau binatang kecil di halaman rumah.

Jika ia menyukainya, pasti tangisannya akan berhenti saat itu juga. Teknik ini juga bisa Anda terapkan ketika balita tantrum.

Perkembangan bahasa

Tumbuh kembang anak balita di usia ini akan menunjukkan betapa ia ingin bercakap-cakap dengan Anda. Mungkin ia akan berbicara dengan 'bahasa bayi' yang tidak dimengerti orang dewasa. Berusahalah memahami apa yang sedang dikatakannya.

Kata 'nggak' sambil menggelengkan kepala bisa termasuk salah satu kata pertamanya, selain 'Mama' atau 'Papa.' Jangan sedih atau kesal jika ia sering sekali mengucapkan 'nggak' untuk semua hal yang Anda tawarkan padanya.

Bisa jadi ia sedang bereksperimen, "Apa yang akan dilakukan Mama kalo aku bilang nggak waktu disuruh makan? Apa Mama akan buatkan bubur yang lebih enak buatku?"

Lambat laun Anda akan menyadari, ia sedang menirukan cara Anda bicara. Jangan terkecoh dengan sikapnya yang diam, atau sibuk bermain sendiri saat Anda sedang memarahi kakaknya.

Otak bayi 16 bulan Anda sedang bekerja keras menyerap semua kata dan nada bicara Anda. Jadi, berhati-hatilah dalam berucap, Bunda.

Jangan sampai ia mendengar dan mengingat kata-kata tak pantas yang Anda ucapkan, baik sengaja maupun tidak.

Makanan dan gizi bayi 16 bulan

Balita tidak selalu merasa lapar begitu ia bangun tidur di pagi hari. Kalau ia makan cukup banyak di malam hari sebelumnya, sangat mungkin perutnya masih terasa kenyang.

Jam sarapan yang tepat untuk bayi 16 bulan adalah 2 jam sesudah ia bangun tidur.

Tumbuh kembang anak 16 bulan tak lepas dari minatnya yang berubah-ubah dalam hal makanan. Hari ini ia makan bubur sampai habis, besok mungkin hanya beberapa sendok bubur saja yang ditelannya.

Hari ini ia suka sekali makan bubur dengan campuran daging ikan, esok hari ia tak mau makan dan menjatuhkan piring makannya ke lantai. Sabar ya Bun, marah dan kesal bukanlah solusinya.

Lambung balita masih berukuran mini, jadi wajar jika ia tidak selalu makan dengan porsi yang sama tiga kali sehari.

Buang jauh-jauh khawatir Anda jika bayi tampak aktif, ceria dan bertumbuh, meski ia makan sedikit jika dibandingkan balita lain seusianya.

Jangan lupa periksa apakah bayi 16 bulan Anda sedang tumbuh gigi? Tumbuh gigi bisa jadi penyebab bayi sulit makan, mungkin karena gusinya terasa tidak nyaman.

Sediakan selalu camilan sehat khusus untuk balita, misalnya biskuit atau jus buah. Kurangi cemilan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula. Selain bisa mengganggu selera makan bayi 16 bulan, snack manis juga kurang bergizi.

Tips untuk orangtua balita 16 bulan

Tumbuh kembang anak berbeda satu sama lain. Ada balita yang bisa duduk tenang sambil memperhatikan ikan di kolam beberapa menit. Ada juga balita yang tidak bisa diam, suka berlari dan berkeliaran ke sana kemari.

Balita umumnya suka main air. Rasa ingin tahunya membuatnya tertarik 'mengganggu' Anda menyiram tanaman atau mencuci pakaian (jika Anda mencuci dengan tangan).

Waspadalah jika tumbuh kembang anak balita Anda berbeda. Misalnya, hanya menggunakan satu tangan saat beraktivitas, tidak juga mengucapkan 'bahasa bayi' atau mengoceh.

Segeralah berkonsultasi pada dokter anak jika menemukan gejala ini pada balita Anda.

Parents, seperti apakah tumbuh kembang anak balita Anda saat ini?

Referensi : sg.theasianparent.com