Ingin pernikahan langgeng? Jangan lupakan 5 hal sederhana ini

lead image

Jika ingin pernikahan semakin kuat, jangan lupakan 5 hal ini.

Setuju tidak jika saya bilang semua pasangan di muka bumi ini memiliki tujuan pernikahan yang sama saat memulai pernikahannya? Punya keinginan pernikahan yang dijalankan bisa berjalan dengan bahagia hingga maut memisahkan.

Faktanya? Tujuan pernikahan seperti ini tentu saja sulit untuk diwujudkan. Setidaknya memang perlu usaha dan komitmen yang kuat antara kedua belah pihak, baik suami maupun istri,

Setidaknya, setelah menikah hampir sepuluh tahun, saya sendiri cukup paham kalau untuk mencapai tujuan pernikahan sesuai yang saya dan suami inginkan memang bukan perkara mudah.

Kalau salah satu sudah tidak kompak, ya, pernikahan bisa bejalan dengan pincang. Tertatih tatih. Belum lagi kalau ingat dengan beragam friksi yang harus dihadapi sehari-hari. 

Meskipun begitu, saya percaya untuk mencapai tujuan pernikahan sebenarnya tidak terlepas  dari bagaimana cara kita menghadapi semua masalah dan mengambil langkah untuk mempertahankan rumah tangga.

Belajar dari teman, saudara, termasuk orangtua, dan beberapa kali diskusi dengan psikolog pernikahan, saya percaya untuk mencapai tujuan pernikahan ada beberapa hal yang perlu saya ingat sampai kapan pun.

1. Pasangan merupakan teman berbagi hal apapun, termasuk hal konyol dan memalukan

Adalah penting jika kita bisa menemukan atau melihat pasangan sebagai sosoknya secara utuh.

Elizabeth Schmitz, psikoterapis dan penulis ‘Building a Love That Lasts’ mengatakan bahwa salah satu hal penting dalam sebuah pernikahan adalah saat kita bisa terus bercerita secara leluasa tentang hal apapun pada pasangan.

Tak hanya soal anak, dan segala urusan domestik, tapi juga hal-hal yang sepele atau hal ‘konyol’.

“Pasangan yang baik cenderung memandang pasangan mereka sebagai sahabat terbaik mereka. Memiliki lelucon dan cerita lucu adalah bagian yang penting untuk membangun sebuah ikatan,” kata Charles.

Itulah mengapa, saya terus belajar untuk bisa terus terbuka terbuka dan menghadirkan tawa setiap harinya.

2. Pasangan merupakan teman satu tim, selalu mendukung satu sama lain dalam hal apapun 

Kebayang nggak bagaimana rasanya saat sedang repot ngurus si kecil, tapi suami selalu terlihat acuh? Pasangan cenderung memilih jadi orang ‘di belakang layar’ dalam hal pola asuh?

Atau sebaliknya, sebagai istri, Anda hanya menuntut suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga tanpa mau memahami apa kesulitannya? Terasa sangat tidak adil bukan?

Seperti yang diungkapkan Jeff Herring, terapis dan konselor perkawinan dan keluarga di Amerika, “Banyak orang menikah, tetapi hanya beberapa di antara mereka yang benar-benar menyatu dengan mengkombinasikan kelebihan masing-masing dan membuat mereka menjadi lebih kuat dibandingkan ketika masih seorang diri.”

“Memiliki hubungan di mana Anda berdua dapat berbicara dengan jujur ​​jika Anda merasa kewalahan dan tidak hanya menyerang karena seseorang yang lupa untuk mendaur ulang satu malam, mengarah pada romansa yang jauh lebih kuat,” papar Charles J. Orlando, ahli hubungan pernikahan dan penulis ‘The Problem with Women… Is Men’.

Padahal dalam hubungan pernikahan tentu saja dibutuhkan kekompakan. Saling mendukung, dan tentunya saling melengkapi. Sebagai teamwork, pasangan suami istri tentu perlu memiliki visi akan tujuan pernikahan.

3. Memiliki rahasia kecil untuk mengejutkan pasangan

Ya, ya, suami saya memang bukan tipe romantis seperti yang sering digambarkan dalam film romantis di layar kaca. Semacam mengirimkan satu paket buka mawar, atau mengajak saya makan malam romantis? Tidak sama sekali. 

Tapi saya masih ingat sekali, di ulang tahun pernikahan kami yang pertama, tiba-tiba saja suami membelikan saya hadiah yang tidak terduga. Sebuah smartphone yang memang sudah saya idam-idamkan.  

Setidaknya lambat laun saya makin paham bahwa memiliki rahasia kecil untuk mengejutkan pasangan memang bisa membangun intimacy. 

4. Berseteru untuk menemukan titik temu

Mungkin, suami saya adalah orang yang sering membuat saya kesal dan marah. Tapi entah mengapa, selama saya masih bisa berseteru dengannya, bisa jujur menumpahkan kekesalan, kemudian bisa berdiskusi mencari titik temu, ketika itu juga saya tahu kalau pernikahan kami masih ‘sehat’.

Seperti yang diungkapkan Anna Surti Ariani SPsi, MSi, Psi, sebenarnya tidak selamanya bertengkar itu buruk. Justru ada kalanya pertengkaran dengan suami justru bisa menyelamatkan pernikahan, ada masanya, pada tahapan tersebut emosi yang sudah nge-drop bisa naik lagi sehingga bisa menaikan level emosi.

Kebayang sih, ya, bagaimana kondisi pernikahan jika suami dan istri sudah tidak saling peduli? Lagi pula, mana ada sih, penikahan yang nggak aman dari konflik? Tidak akan kan?

Setidaknya selama terus belajar menemukan formula yang tepat untuk menghadapi konflik, tidak menghindari masalah, kami yakin masih berada di track yang benar. 

Senada dengan Anna Surti, Gilda Carle, PhD, penulis Don’t Bet on the Prince mengatakan, “Kemarahan adalah emosi yang sangat sehat. Tidak apa-apa jika memang Anda sedang merasa marah pada pasangan, selama Anda berdua tahu bagaimana meminta maaf dan mengatasi masalah dan melanjutkan dengan lebih baik.”

5. Mampu mencari cara untuk menghilangkan rasa bosan, dengan mencari hal-hal baru

Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan hal baru atau berbeda bersama-sama – bahkan jika itu sesederhana membuahkan hubungan terasa segar – lebih bahagia daripada mereka yang jatuh ke dalam rutinitas yang sama setiap saat.

“Pada awal suatu hubungan, Anda akan pergi ke tempat-tempat baru, Anda berdua memiliki rasa tidak aman tentang bagaimana perasaan orang lain, dan semua itu berkontribusi pada ‘kupu-kupu’ yang Anda rasakan,” kata psikiater Scott Haltzman, MD. 

“Tapi seiring waktu, Anda mulai lebih santai lain dan sudah mulai merasakan kepuasan.”

Sebenarnya, untuk mempertahankan pernikahan, kita nggak perlu melakukan sesuaatu hal yang sangat menantang seperti pergi bungee jumping. Hal yang yang paling diperlukan adalah menjaga hal-hal menyenangkan, seperti menyanyikan lagu-lagu di mobil bersama, atau atau bermain Just Dance sebagai kardio berdua? 

Aktivitas sederhana seperti ini juststru bisa membantu menjaga agar hubungan pernikahan bisa tetap mesra. 

 
Artikel referensi : Cosmopolitan

Baca juga:

Ini dia, 5 posisi tidur paling intim untuk memancing kemesraan suami istri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.