Tips Sukses Bekerja di Rumah untuk Bunda

Tips  Sukses Bekerja di Rumah untuk Bunda

Di balik kemudahan pengaturan waktu kerja, bekerja di rumah juga membutuhkan trik tertentu agar Bunda tetap bisa bekerja dengan profesional dan nyaman.

Bekerja di rumah kini menjadi salah satu cara bagi wanita untuk memiliki penghasilan sendiri.  Ada banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan bekerja di rumah, namun profesionalisme tetap harus dijaga.

Nah, agar Bunda sukses bekerja di rumah, berikut kami sajikan tips dan pengalaman dari para ahli sekaligus ibu yang telah sukses melakukan pekerjaannya di rumah.

Tentang pembagian waktu bekerja di rumah

1. Buatlah jadwal

Pengaturan waktu secara cermat sangat penting bagi Bunda yang memutuskan bekerja di rumah. Berapa jam Bunda hendak bekerja pada hari itu, kapan Bunda hendak membalas telepon, email, atau hal lain yang terkait dengan pekerjaan, apa yang harus Bunda selesaikan saat si kecil bersedia untuk beraktivitas sendirian.

Christine Dust, seorang ibu yang bekerja di rumah sekaligus pendiri ratracerebellion.com (situs pencari kerja di rumah) mengatakan, kita akan mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan jika bekerja dengan lebih cerdas, bukan lebih keras.

Fleksibilitas dalam mengatur waktu memang salah satu keunggulan dari cara bekerja ini. Bunda bisa mengatur kapan Bunda akan bekerja. Saat si kecil merengek ingin main, segera temani ia jika pekerjaan masih bisa ditunda.

Bila pekerjaan Bunda mengharuskan untuk memberi laporan, atau hanya sekedar meeting via Skype, maka tetapkan jam berapa Bunda bisa online. Jadi, bila bos menghubungi di luar waktu yang telah ditentukan, Bunda bisa beralasan tanpa perlu merasa bersalah.

2. Manfaatkan waktu tidur siang

Waktu tidur siang adalah waktu yang ditunggu-tunggu karena para Bunda bisa mengerjakan banyak hal tanpa gangguan si kecil.

Bunda telah memutuskan bekerja di rumah, jadi gunakan waktu ini untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi; berapapun waktu yang Bunda miliki, meski hanya satu , dua atau tiga jam saja.

Lalu bagaimana bila tiba-tiba si kecil terbangun? Belajar dari Erin O’Donnell, seorang ibu dari anak usia 2 tahun dan seorang penulis serta editor lepas; ia belajar untuk menahan diri tidak segera lari kepada anaknya yang tebangun dan menangis.

Awalnya memang tidak nyaman (tidak ada ibu yang tahan mendengar tangis anaknya, bukan?), tapi kini ia bisa melakukanya. Menurutnya, ada saatnya anak perlu belajar menenangkan dirinya sendiri.

3. Membuat ‘waktu tenang’

Jika tak lelah, kadang-kadang anak tak mau masuk kamar dan tidur siang. Mulai sekarang, cobalah buat ‘waktu tenang’; yaitu jam tertentu si kecil harus masuk kamar, dan beristirahat meski ia tidak ingin tidur.

Masukkan si kecil ke kamar, beri ia beberapa buku yang bisa ia gunakan untuk sekedar pengisi waktu, dan tutup pintu.

4. Kerjakan pekerjaan rumah tangga lebih pagi

Saat si kecil tidur siang atau menggunakan waktu tenangnya, Bunda harus segera fokus pada pekerjaan Bunda. Jangan gunakan waktu tersebut justru untuk mengerjakan pekerjaan domestik. Akan lebih baik bila pekerjaan domestik dikerjakan sebelum seluruh anggota keluarga terbangun.

Dengan cara ini Bunda akan memiliki waktu lebih banyak untuk bekerja di siang hari, serta memudahkan Bunda untuk fokus pada pekerjaan.

Tentang peran Bunda sebagai ibu dan pekerja/ pelaku usaha yang bekerja di rumah

1. Tetapkan batas

Jika Bunda tidak pernah mau belajar untuk memisahkan peran Bunda sebagai ibu dan wanita pekerja/ pelaku usaha, maka seberapa keras usaha Bunda untuk fokus, hasilnya tidak akan pernah maksimal.

Berikut adalah beberapa ide untuk memberi batasan peran ibu dan pekerjaan:

2. Buat ruang kantor atau meja terpisah untuk bekerja
Agar Bunda dapat memisahkan peran sebagai ibu dan pekerjaan, cobalah untuk membuat ruang atau sudut kantor di rumah. Daerah ini adalah daerah bebas anak. Jika perlu lengkapi sudut atau ruang kantor bunda dengan pintu yang bisa menghalangi Bunda untuk melihat kondisi rumah, atau cucian yang menumpuk di keranjang.

3. Berpakaian seolah-olah Bunda ada di kantor
Cara lain? Cobalah berpakaian seolah-olah Bunda ada di kantor, terutama bila pekerjaan Bunda berkaitan dengan panggilan konferensi. Cara ini cukup membantu bagi beberapa orang yang mudah sekali terpecah konsentrasinya.

Bila Bunda kurang nyaman dengan cara ini, cobalah lakukan sesuatu agar Bunda merasa lebih profesional; misal dengan mandi bersih sebelum mulai jam kerja, atau berdandan dan berpakaian lebih bersih dan rapi.

4. Beri anak aktivitas
Reene Belbeck, pendiri W.O.M.E.N (Women, Owners, Moms, Entrepreneurs, and Networkers) merasakan bahwa saat ia memberikan waktu berkualitas untuk anaknya, maka ia bisa bekerja paling tidak 2 jam tanpa diganggu.

Tips dari Belbeck lainnya adalah dengan

  • Memberikan mainan yang akan membuat anaknya sibuk sementara ia bekerja
  • Mengatur jadwal main bersama teman
  • Mengijinkan anaknya nonton film pada jam-jam ia bekerja
  • Membuatkan pojok aktivitas di rumah untuk kedua anak-anaknya; hingga seolah-olah mereka juga sedang melakukan sebuah pekerjaan.
  • Beri anak pilihan kegiatan. Belbeck biasa melakukan ini ketika anak-anak mulai bosan. Ia akan memberikan mereka setumpuk kertas yang berisi catatan kegiatan apa saja yang merka bisa pilih; misalkan ‘membersihkan ruang bermain’ atau ‘membangun menara lego paling tinggi sedunia’. Saat mereka lebih besar, Belbeck mencoba meminta mereka untuk ikut mengerjakan pekerjaannya, misalnya dengan merapikan file, menyortir surat, dan lain sebagainya.

Menurut Belbeck bila anak-anak sibuk dengan kegiatannya, maka mereka tidak akan mengganggu saat kita sedang bekerja.

Saat Bunda tidak mampu mengerjakan semua pekerjaan sendirian

1. Antisipasi interupsi yang mungkin terjadi

Ada satu hal masalah besar yang sering dihadapi para ibu yang bekerja di rumah; anak-anak yang berteriak ingin menonton Dora, atau malah kelaparan, sementara Bos atau di klien di seberang sana mendengar teriakan si kecil.
Lalu ide terbaik apa untuk mengatasinya?

Tekan tombol mute saat sedang mengadakan telepon konferensi untuk menghindari teriakan yang tak terduga.
Jelaskan dari awal bahwa Bunda bekerja di rumah; jadi mohon pengertian dari klien atau bos bila kemudian ada hal-hal tak terduga yang terjadi. Umumnya, para klien dan bos akan mengerti tentang hal ini.

Beri tanda pada anak bahwa Bunda sedang tak bisa diganggu. Cara ini bisa berlaku untuk anak-anak yang lebih besar. Bunda bisa menggantungkan tanda di depan pintu bahwa Bunda sedang tak bisa diganggu. Apabila ruang kerja Bunda masih terbuka beri tanda atau tulisan agar mereka diam saat Bunda dalam pembicaraan penting.

2. Carilah asisten untuk membantu pekerjaan rumah

Bagaimanapun Bunda berusaha mengatur waktu dengan baik, akan ada saat Bunda tidak dapat mengerjakan seluruh pekerjaan di rumah sendirian. Bila Bunda sudah mulai sering marah pada anak, tidak dapat berkonsentrasi, maka itu pertanda Bunda butuh bantuan dari orang-orang di sekitar Bunda.

Pasangan bisa jadi satu-satunya orang terdekat yang bisa membantu Bunda. Bagaimana jika ia bekerja di luar? Mintalah bantuan saudara atau asisten rumah tangga khusus untuk menemani si kecil selama Bunda sedang bekerja.

Itulah beberapa tips agar Bunda bisa bekerja di rumah dengan nyaman. Apakah Bunda memiliki pengalaman bekerja di rumah serta tips berguna lainnya? Jangan ragu untuk berbagi bersama kami ya.

Referensi: parents.com

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner