Mengapa Kita Harus ‘Berteriak’ 5 Kali Barulah si Kecil Menurut?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Inilah 7 alasan mengapa anak sulit sekali menuruti perintah kita menurut Dr Laura Markham. Dijamin, tips parenting ini sangat membantu kita.

Pertanyaan di atas tentu membuat kita penasaran, karena membuat anak menurut memang tidak mudah. Dr Laura Markham, psikolog dan pengarang beberapa buku parenting memberikan alasannya serta berbagai tips parenting untuk mengatasinya.

7 Alasan anak tidak mau menurut perintah Anda

1. Perbedaan prioritas

Kita selalu terikat dengan waktu dan jadwal. Bisa dibayangkan bila si Kecil sudah harus diantar ke sekolah padahal ia belum memulai sarapannya ataupun mandi pagi.

Atau, bayangkan bila si Kecil baru mau tidur jam 12 malam padahal Anda sudah harus bangun lagi pagi-pagi untuk meeting penting di kantor.

Untuk kita, semua itu adalah prioritas. Tetapi bagi si Kecil, mandi, makan, tidur, ataupun kegiatan lainnya bukanlah prioritas.

Apa yang mereka sedang kerjakan, misalnya bermain, itulah prioritas mereka dan sulit untuk mereka tinggalkan walaupun hanya sejenak.

2. Mungkin tanpa sengaja Anda telah ‘melatih’ mereka untuk tidak peduli sebelum Anda berteriak

Bila Anda sering tidak tegas dengan disiplin yang diterapkan, si Kecil tahu bahwa ia dapat tetap menikmati permainannya bila tidak mendengarkan perintah Anda.

Solusinya, Anda harus tegas. Saat menyuruhnya melakukan sesuatu, jangan lakukan dari jarak jauh. Hampirilah si Kecil, panggil hingga ia melakukan kontak mata, baru katakan perintah Anda.

Tips parenting yang satu ini sangat penting dan banyak yang berhasil melakukannya. Jadi, cobalah dan lihat hasilnya.

3. Mereka butuh bantuan Anda saat transisi

Saat Anda sedang asyik di depan laptop ataupun bermain ponsel, tiba-tiba si Kecil memanggil. Apakah Anda mudah memalingkan wajah dari layar gadget dan langsung meladeni si Kecil?

Sama juga dengan mereka yang sedang asyik bermain tetapi Anda tiba-tiba menyuruhnya berhenti bermain. Bila pada ajakan pertama mereka menolak, berikan batas waktu, misalnya 5 menit lagi.

Tegaslah dan datang kembali 5 menit kemudian untuk menghentikan permainannya dan ajak ia melakukan apa yang Anda minta.

4. Korteks bagian depan otak mereka sedang dalam masa pertumbuhan

Otak si Kecil masih dalam masa pertumbuhan dan masih ‘belajar’ untuk beralih dari apa yang mereka inginkan ke apa yang Anda inginkan.

Setiap kali Anda memberi tekanan agar mereka menurut, otak mereka membuat pilihan: menuruti perintah atau tidak. Saat mereka memutuskan bahwa hubungan dengan Anda lebih penting,  mereka akan menurut.

Setiap kali mereka melakukannya, otakpun makin terlatih untuk membuat si Kecil langsung melakukan yang Anda minta.

Inilah proses terbentuknya disiplin diri pada anak-anak.

Namun, disiplin diri hanya bisa terbentuk bila anak ingin melakukannya. Bila Anda menarik mereka untuk mandi secara paksa, disiplin diri tidak akan terbentuk.

5. Mereka merasa kurang didengarkan

Dengarkan dulu alasan mereka, walaupun semua hanya alasan untuk mengulur waktu. Setelah itu carilah win-win solution dan tetaplah tegas dengan perintah Anda.

6. Mereka merasa jauh dari Anda

Terkadang, anak tidak mau menurut karena merasa kurang diperhatikan atau masih teringat saat Anda marah padanya.

Mungkin seharian Anda sibuk dan tidak bermain bersamanya. Atau di pagi hari Anda berteriak marah padanya.

Bangun kembali ikatan dengan mereka, agar mereka lebih mudah diajak berkompromi dan koperatif.

Berikan waktu khusus 30 menit per hari untuk masing-masing anak tanpa ada gangguan apapun. Banyak orangtua mengabaikan tips parenting yang ini, tetapi ternyata dampaknya bagi anak sangat besar. Laura menyebutnya dengan istilah“special time”.

Minta oranglain yang menjaga anak lainnya bila Anda sengan melakukan “special time” dengan salah satu anak. Bermainlah bersama, tertawalah, dan lupakan hal lain sesaat.

7. Karena mereka manusia juga seperti kita

Alasan terakhir mengapa mereka tidak mau menurut adalah karena sifat dasar manusia yang tidak suka dipaksa, diperintah, atau dikontrol orang lain.

Solusinya, tanamkan disiplin diri pada mereka sejak awal, dan hindarilah paksaan. Kita harus kreatif mencari cara memberikan perintah agar mereka tidak merasa diperintah. Berikanlah pilihan agar mereka memilih.

Parents, semoga tips parenting di atas bermanfaat.

Referensi: ahaparenting

 





Better Parenting