7 Tips Sukses Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage)

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Menjalani pernikahan jarak jauh tentu bukan hal mudah. Berjuang mengatasi kesendirian dan menjaga kesetiaan adalah hal utama. beirkut tips sukses menjalani pernikahan jarak jauh.

Tidak ada orang yang ingin tinggal berjauhan dengan pasangannya, apalagi setelah menikah. Namun faktor ekonomi, maupun hal lainnya terkadang memaksa Anda untuk menjalani pernikahan jarak jauh.

Dilansir dari laman huffingtonpost.com, berikut ini adalah 7 tips dari konselor pernikahan bagi Anda yang menjalani pernikahan jarak jauh.

1. Memajang foto

Meskipun kedengarannya konyol, namun banyak ahli yang merekomendasikan untuk memajang foto bersama pasangan di tempat yang mudah terlihat. Dengan absennya pasangan, maka dengan memajang foto tersebut Anda akan merasa bahwa pasangan selalu berada di dekat Anda.

Tentu saja, butuh lebih dari sekedar foto pernikahan untuk membuat hubungan kalian tetap awet. Namun dengan memajang foto, Anda akan memiliki bukti visual bahwa Anda jatuh cinta padanya dan hubungan kalian layak untuk dipertahankan.

2. Jangan membuat asumsi

Saat tinggal bersama, Anda akan mudah membaca gerak gerik pasangan dari perilaku dan bagaimana cara ia bersikap. Namun, saat menjalani pernikahan jarak jauh, Anda hanya bisa berkomunikasi lewat telepon atau menggunakan internet. Kemampuan Anda membaca mood pasangan pun menjadi terbatas.

Bahkan seringkali, panggilan atau chat Anda tidak dibalas. Hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dari asumsi yang tidak-tidak terhadap pasangan. Usahakan menghindari membuat asumsi yang berlebihan dan membuat Anda meragukan kesetiaan pasangan.

Oleh karena itu, Carin Goldstein seorang terapis pernikahan dan keluarga menyarankan agar pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh agar selalu rutin berkomunikasi, dan memeriksa kondisi pasangan setiap ada kesempatan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari perasaan rendah diri yang bisa menghinggapi perasaan Anda. Buang jauh-jauh pemikiran bahwa dia bertemu dengan orang yang lebih menarik saat Anda tiada.

3. Gunakan teknologi

Pada masa orang tua kita dahulu, orang yang menjalani pernikahan jarak jauh hanya bisa berkomunikasi lewat surat. Itupun memakan waktu lama agar sampai dari si pengirim ke penerima. Bagi Anda yang hidup di dunia dengan teknologi serba canggih, teknologi ini sangat membantu Anda dalam berkomunikasi dengan pasangan yang jauh dari Anda.

Gunakan teknologi untuk membangun komunikasi yang intens dengan pasangan. Rencanakan kencan sambil memasak atau melakukan hal lain bersama dengan mengobrol di panggilan video saat kalian berdua memiliki waktu luang. Teknologi adalah cara terbaik untuk membuat Anda tetap terhubung dengan pasangan yang berada di tempat jauh.

4. Bersikap seperti Anda tinggal bersama

Jarak yang jauh menciptakan dua aktivitas harian yang berbeda, perbedaan ini bisa dengan mudah membuat Anda semakin merasa terpisah dengan pasangan. Hal ini juga berpotensi membaca kehancuran dalam hubungan.

Karenanya, bagi pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh agar selalu bersikap bahwa ia sudah menikah. Bersikap selayaknya Anda tinggal berdua dengan pasangan, hal ini bisa meminimalkan masalah.

Setiap ingin melakukan sesuatu, tanyakan pada diri Anda apa yang akan Anda lakukan jika tinggal bersama pasangan. Mengiriminya pesan jika Anda pulang terlambat, atau menanyakan apa pendapatnya tentang perabotan terbaru yang dibeli.

Jika tidak, Anda juga bisa membuat daftar apa saja yang ingin diceritakan pada pasangan tentang keseharian Anda bila nanti kalian berkomunikasi. Membuat kebiasaan ini bisa membangun koneksi yang melampaui ketidakterhubungan yang sering terjadi karena hubungan jarak jauh.

5. Simpan masalah hanya di antara kalian berdua

Saat Anda merasa kesepian atau bosan, sangat mudah untuk keluar mencari teman kemudian mengobrol sambil curhat. Ada kalanya Anda juga meminta saran atau pendapat orang lain tentang hubungan pernikahan jarak jauh yang Anda jalani.

Akan tetapi, tak jarang mendiskusikan pernikahan dengan orang lain hanya akan menimbulkan perasaan kesal dan frustasi pada pasangan. Karena tidak ada yang bisa benar-benar mengerti intrik yang terjadi dalam hubungan kalian selain diri kalian sendiri.

Oleh sebab itu, selalu percaya pada pasangan dan bergantunglah kepada satu sama lain sebelum bergantung ke orang lain.

Artikel terkait: 6 Cara Mencegah Perselingkuhan dengan Rekan Kerja

6. Kendalikan harapan

Anda dan pasangan perlu mendiskusikan bagaimana kalian akan menjalani pernikahan jarak jauh sejak awal, hal ini untuk menghindari timbulnya espektasi berlebihan yang tidak sanggup dipenuhi oleh pasangan.

Misalnya saja, seberapa sering Anda akan berkomunikasi. Berapa kali Anda dan pasangan akan bertemu dalam setahun. Dan lain sebagainya.

7. Tentukan batas akhir masa perpisahan

Bila Anda harus bepergian jauh karena alasan pekerjaan, cobalah sebaik mungkin untuk memberikan batas waktu kepergian Anda. Banyak orang bisa bertahan jauh dari orang-orang yang mereka sayangi, tapi hal ini akan menjadi lebih sulit saat kita tidak tahu kapan perpisahan akan berakhir.

Tentukan batas waktu dari perpisahan kalian. Kita semua bisa bertahan sendirian untuk sementara waktu, tapi mengetahui batas dari kesendirian itu akan membuat kalian lebih mudah mengatasi masalah yang timbul akibat perpisahan.

***

Di Indonesia, banyak sekali orang yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh karena tuntutan ekonomi membuat mereka harus menjadi TKI di luar negeri, ataupun merantau ke luar provinsi. Selain harus menghadapi perpisahan, Anda yang ditinggalkan pun harus bersabar membesarkan anak sendirian.

Bagaimanapun juga, hubungan pernikahan jarak jauh memang tidak mudah. Kepercayaan dan kesetiaan pada pasangan menjadi fondasi penting dalam hubungan kalian.

Pastikan komitmen kalian kuat dan bisa bertahan menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Jujur pada pasangan adalah kuncinya, bila Anda merasa tak sanggup jauh dari pasangan, katakan sejujurnya.

 

Baca juga:

12 Cara Agar Pernikahan Langgeng dan Bahagia





Pernikahan