Tips Menghadapi Cluster Feeding (Bayi Sering Menyusu dengan Jeda Waktu yang Singkat)

Tips Menghadapi Cluster Feeding (Bayi Sering Menyusu dengan Jeda Waktu yang Singkat)

Cluster Feeding bisa membuat Bunda tidak bisa melakukan pekerjaan lain selain menyusui si kecil. Yuk, cari tahu bagaimana cara menghadapinya.

Cluster feeding ialah kondisi dimana bayi banyak menyusu, atau lebih sering menyusu dengan jeda waktu yang singkat. Seperti setiap satu jam, atau malah setiap setengah jam. Hal ini membuat ibu sulit melakukan pekerjaan lain, karena tuntutan dari si kecil untuk menyusu yang harus dipenuhi.

Cluster feeding biasanya terjadi dalam waktu-waktu tertentu, seperti siang hari saja, atau malam hari saja. Sementara di waktu yang lain bayi bisa bertahan lebih lama tanpa menyusu.

Cluster feeding adalah normal

CF biasanya terjadi pada bayi baru lahir, namun Bunda tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan perilaku yang normal. Kemungkinan bayi juga akan menjadi rewel saat ia mengalami cluster feeding. Yang pasti, perilaku lebih sering menyusu ini bukanlah pertanda bahwa suplai ASI Bunda kurang, hal ini biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.

Jadi, jangan beralih menggunakan susu formula hanya karena Bunda berpikir ASI saja tidak cukup untuknya. Tetap menyusui dengan sabar, dan tangani kerewelannya dengan tenang. Namun, kenali juga tanda-tanda bayi dehidrasi dan cara menanganinya.

Penyebab terjadinya cluster feeding

1. Growth spurt

Leigh Anne O’Connor, seorang konsultan laktasi yang berbasis di New York mengungkapkan, “Banyak bayi akan mengalami cluster feeding saat dia sedang growth spurt.

Saat si kecil mengalami lonjakan pertumbuhan dan membutuhkan lebih banyak kalori, sedangkan satu-satunya sumber energi si bayi adalah ASI, maka tak heran dia jadi lebih sering menyusu.

Selengkapnya: Growth Spurt (Percepatan Pertumbuhan pada Bayi dan Balita)

2. Lompatan tumbuh kembang bayi

Bayi juga mengalami perubahan tumbuh kembang yang cepat di enam bulan pertama kehidupannya. Saat bayi mengalami semua hal itu, menyusui adalah hal yang membuatnya tenang dan merasa aman. Sehingga dia jadi lebih sering menyusu.

3. Adaptasi tubuh ibu dalam memproduksi ASI

Semakin sering bayi menyusui, maka ASI ibu akan lebih banyak diproduksi. Hal ini juga berlaku ketika Bunda menggunakan pompa ASI, semakin sering pumping, maka ASI yang keluar akan lebih banyak.

Jadi tak perlu kuatir suplai ASI akan kurang selama bayi mengalami cluster feeding, karena produksi ASI menyesuaikan kebutuhan bayi.

Tips bagi Bunda saat menghadapi cluster feeding

Ketika bayi atau balita sedang mengalami hal ini, Bunda pastinya kerepotan untuk memenuhi tuntutan menyusui yang sangat sering. Karena itu, Bunda perlu melakukan hal-hal berikut ini.

  • Penerimaan. Cluster feeding biasanya hanya rutin terjadi di waktu tertentu. Seperti malam hari saja, atau siang hari saja. Setelah mengetahui jadwal rutin ini, Bunda bisa menerimanya dan menyesuaikan jadwal harian dengan kebutuhan bayi untuk menyusu. Sehingga Bunda tidak akan merasa stres karena rencana kegiatan harian yang berantakan.
  • Tetap terhidrasi. Menyusui bisa membuat Bunda kehausan dan kehilangan banyak kalori. Untuk mengatasinya, selalu sedia air minum di sebelah Bunda saat menyusui agar bisa minum kapan saja.
  • Menyamankan diri. Agar Bunda tidak merasa bosan selama durasi menyusui yang sangat panjang, pastikan Bunda memilih tempat menyusui yang membuat diri Anda merasa nyaman. Juga menyiapkan barang-barang yang bisa membantu Bunda tetap happy saat menyusui. Seperti majalah, televisi, film favorit, atau ponsel pintar.
  • Makan lebih dulu. Jika sudah mengetahui rutinitas bayi, kapan dia akan mulai sesi cluster feeding-nya, Bunda harus pastikan untuk makan terlebih dulu. Tentu Bunda tidak ingin kelaparan saat sedang menyusui, atau makan sambil menyusui yang pastinya tidak nyaman dan berantakan.
  • Libatkan suami. Durasi yang panjang saat menyusui akan menghambat Bunda melakukan hal yang diinginkan. Karena itu, libatkan suami dalam hal ini. Minta dia untuk menemani Anda mengobrol selama menyusui, mengambilkan cemilan dan minuman atau hal lainnya.
  • Mengatasi bayi rewel. Saat bayi mulai rewel, segeralah bertindak cepat dan tawarkan payudara Anda untuk menyusu. Jangan sampai bayi telah menangis kencang baru Anda menyusuinya. Anda juga bisa menggunakan gendongan dan membawanya keluar saat menyusui, untuk mengatasi kerewelannya.
  • Abaikan pekerjaan lain. Ingat, anak Anda tidak akan selamanya menjadi bayi. Karena itu tidak ada salahnya mendedikasikan sebagian besar waktu Anda untuk menyusuinya. Sebab, dalam beberapa bulan ke depan, dia tidak akan lagi menyusu pada Anda.

 

Referensi: Bellybelly, kellymom, momtastic

Baca juga:

10 Tipe Bayi Menyusui yang Perlu Bunda Ketahui dan Cara Menghadapinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner