Ibu Hamil Ingin Berpuasa? Simak Ulasan Lengkap dan Tips Puasa Saat Hamil ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Puasa saat hamil sering membuat Bunda khawatir akan asupan gizi bayi di kandungan. Berikut ini kami berikan tips aman agar tetap bertenaga selama puasa.

Beberapa hari lagi, kita akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bunda yang sedang menjalani kehamilan, tentu tidak ingin ketinggalan ibadah yang hanya bisa dilakukan setahun sekali ini.

Hamil selama puasa seringkali membuat Bunda memilih untuk tidak berpuasa, agar asupan gizi bagi bayi tidak berkurang. Namun, selama kehamilan yang dijalani Bunda sehat dan tidak mengalami komplikasi apapun, tidak ada salahnya tetap menjalankan ibadah puasa meski sedang hamil.

Apakah puasa saat hamil akan berdampak buruk pada bayi?

Menurut beberapa studi tentang kepada ibu hamil yang berpuasa, tidak ditemukan adanya efek negatif terhadap bayi dalam kandungan jika ibunya berpuasa. Tidak ada perbedaan dari berat maupun ukuran bayi dari ibu yang berpuasa dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak berpuasa.

Ustadzah Siti Fathiyah Khotib, Lc, MA. pernah bercerita pengalamannya hamil saat puasa, beliau mengungkapkan, “Dokter kandungan saya mengatakan, tidak pernah ada dalil medis yang melarang ibu hamil untuk berpuasa. Karena itu dia membolehkan saya untuk berpuasa. Saya merasakan manfaat, anak saya yang saat mengandungnya saya berpuasa, dia jadi mudah diajari berpuasa sejak dini.”

“Di kehamilan berikutnya, saya tidak berpuasa karena mertua saya melarang. Anak saya yang itu justru susah sekali diajari berpuasa,” ujarnya menambahkan.

Lulusan S2 Tafsir Hadits di Pakistan ini, menganjurkan pada ibu hamil agar berpuasa. Selama dokter menyatakan bahwa kandungan sang ibu sehat dan tidak mengalami komplikasi apapun. Jadi, Bunda tak perlu ragu untuk menjalankan ibadah puasa walau sedang hamil.

Berikut ini kami sajikan tips agar Bunda tetap sehat bertenaga saat hamil selama puasa. Beberapa jenis makanan tertentu bisa membantu tubuh Bunda menyimpan energi, agar tidak lemas selama puasa. Insya Allah, gizi bayi juga tetap tercukupi.

1. Kurma dan susu

Berdasarkan pengakuan seorang ibu, yang menjalani puasa selama 19 jam, dia mengaku tetap bertenaga meski sedang hamil. Karena dia mengonsumsi olahan kurma dan susu saat sahur.

Cara membuatnya cukup mudah. Ambil 3-5 buah kurma. Buang kulit dan bijinya, kemudian cincang kasar dan rendam dalam air matang selama 24 jam. Keesokan harinya, setelah kurma mengembang, saring airnya. Lalu campurkan dengan segelas susu segar. Diminum sebagai penutup saat sahur.

Jangan lupa sertakan doa dan niat agar puasa tetap lancar dan bertenaga sepanjang hari.

2. Konsumsi makanan sehat dan seimbang

Selain kurma dan susu, Bunda juga harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi selama bulan puasa memiliki kandungan gizi yang seimbang. Agar nutrisi untuk bayi dan ibu tetap tercukupi walau sedang puasa. Berikut adalah jenis makanan yang disarankan untuk Anda.

  • Karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan nasi merah
  • Makanan mengandung protein seperti daging, ayam, ikan atau kacang-kacangan seperti lentil, kacang tanah, dan kacang polong
  • Sayuran atau umbi-umbian

Sebagai tambahan, Bunda perlu mengurangi konsumsi gula berlebih. Selama ramadhan, kecenderungan untuk konsumsi makanan manis saat berbuka memang meningkat, namun sebaiknya Anda mulai menguranginya. Karena gula berlebih di dalam tubuh bisa membuat Anda merasa pusing dan mengantuk di siang hari saat puasa.

3. Perbanyak minum air putih

Mengonsumsi banyak air putih di malam hari, bisa membantu tubuh Anda tetap terhidrasi selama siang hari disaat berpuasa. Apalagi kebutuhan cairan Bunda juga meningkat karena sedang mengandung, jadi jangan lupa untuk minum banyak air putih saat berbuka, sebelum tidur, juga saat sahur.

Yang harus dihindari saat hamil selama puasa

Agar tetap sehat dan fit ketika berpuasa saat hamil, Bunda juga harus menghindari konsumsi jenis makanan berikut ini.

  • Kopi, kandungan kafeinnya tidak baik untuk gas lambung selama berpuasa
  • Makanan yang memiliki kandungan rempah sangat kental, atau makanan yang terlalu pedas. Karena bisa mengakibatkan perut terasa perih saat berpuasa
  • Makanan berminyak atau penuh lemak, agar tidak menderita sakit di ulu hati dan berat badan berlebih.

Kondisi yang mengharuskan ibu hamil berhenti puasa

Jika ibu hamil mengalami hal-hal berikut ini selam berpuasa, sebaiknya segera berbuka dan menghubungi dokter. Supaya bisa segera diketahui jika ibu mengalami komplikasi kesehatan serius.

  • Mengalami pusing dan badan sangat lemas
  • Pingsan saat berpuasa
  • Ulu hati terasa sakit
  • Berat badan tidak bertambah secara siginifikan, meski berada di trimester pertama
  • Air kencing berwarna keruh dan berbau tajam
  • Mual dan muntah-muntah yang sangat parah

Dr. Zubaidi mengungkapkan, ada beberapa keadaan dimana ibu hamil tidak disarankan untuk berpuasa:

  • Memiliki masalah darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Ibu hamil dengan risiko bayi lahir prematur
  • Menderita diabetes mellitus
  • Memiliki penyakit hati
  • Asma
  • Kehamilan kembar

Ketentuan Fidyah dan mengganti puasa bagi ibu hamil yang tidak berpuasa saat ramadhan

Melansir dari laman Muslimah, ada tiga hukum mengenai ibu hamil yang tidak berpuasa di bulan ramadhan. Yakni sebagai berikut:

1.Ibu hamil yang khawatir kondisi kesehatannya memburuk jika berpuasa

Bagi ibu ini, dia wajib mengganti puasanya di hari lain, tanpa harus membayar fidyah. Karena hukumnya disamakan dengan orang yang sedang sakit. Dalilnya sebagai berikut.

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)

2.Ibu hamil yang khawatir kondisi bayi dan dirinya akan memburuk jika berpuasa

Ibu ini juga wajib mengganti puasa tanpa harus membayar fidyah. Imam Nawawi ra. mengatakan:

“Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” (al-Majmu’: 6/177)

3. Ibu hamil yang mengkhawatirkan bayinya saja

Bila ibu hamil tidak mau berpuasa karena takut akan membahayakan bayinya, maka dia wajib mengganti puasa dan membayar fidyah.

“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.” (Qs. Al-Baqarah (2): 184).

***

Semoga bermanfaat ya Bunda.

 

Baca juga:

Berbedakah Kondisi Bayi Bila Ibu Puasa Saat Hamil?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kehamilan