Membiarkan bayi menangis hingga tertidur, tepatkah metode ini untuk anak?

lead image

Melatih metode tidur bayi memang penting bagi sebagian orangtua. Namun, ada hal-hal yang seringkali membuat ragu. Apa saja faktanya?

Beberapa orangtua ada yang memberlakukan sebuah metode tidur bayi dengan ‘metode tidur mandiri’, yaitu membiarkan bayi menangis hingga ia tertidur dengan sendirinya. Namun, tidak semua orangtua setuju dengan metode tidur ini.

Pada kenyataannya, ada beberapa metode yang bekerja lebih baik daripada membiarkan bayi menangis hingga tertidur, seperti memastikan waktu tidurnya yang konsisten setiap hari. Karena pada dasarnya, setiap bayi berbeda dan membutuhkan metode tidur yang berbeda pula.

Yuk, kita lihat beberapa mitos umum tentang pelatihan metode tidur bayi dan berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan anak Anda!

Mitos dan fakta tentang metode tidur bayi

Mitos #1: Jika saya membiarkan anak saya menangis, dia akan membenci saya

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Flinders di Australia menemukan bahwa membiarkan bayi Anda menangis untuk tidur tidak mempengaruhi ikatan orangtua dan anak.

Adalah wajar untuk merasa bersalah jika Anda membiarkan bayi menangis untuk tidur. Dan meskipun metode ini kontroversial, ini adalah salah satu dari banyak cara efektif untuk membentuk pola tidur.

Mitos #2: Saya tidak dapat sekamar dengan bayi saya jika sedang melatihnya metode tidur

Wajar dan normal ketika anak Anda tidur di tempat yang sama dengan Ada. Hal itu memungkinkannya merasa lebih aman dan nyaman mengetahui orangtuanya ada di sekitarnya, dan juga membuatnya lebih mudah untuk menyusui.

Tetapi, pastikan bahwa Anda memberi bayi Anda tempat tidur yang terpisah. Biarkan dia tidur di keranjang atau tempat tidur bayi.

Mitos #3: Setelah saya melatih metode tidur bayi, dia tidak akan sulit tidur lagi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/tidur bayi.jpg Membiarkan bayi menangis hingga tertidur, tepatkah metode ini untuk anak?

Tidak ada manusia yang bisa tidur sepanjang malam. Kita cenderung untuk terbangun, sekadar mengubah posisi tidur, atau pergi ke kamar mandi.

Demikian pula, bayi Anda juga akan terbangun dan berguling dan mungkin menangis, bahkan setelah dilatih metode tidur bayi. Hal ini adalah bagian proses  alami.

Tetapi, bagaimana mereka mengatasinya dan belajar untuk kembali tidur itulah yang diperhitungkan. Jika mereka berhasil melakukannya, itu berarti Anda sukses melatih metode tidur bayi Anda.

Artikel terkait: Panduan untuk orangtua baru: Cari tahu berapa lama bayi tidur agar Parents tak perlu begadang

Anda bahkan dapat mencoba metode membangunkan yang telah dijadwalkan, di mana Anda membangunkan bayi hingga 15-20 menit sebelum akhirnya ia terbangun. Namun, Anda juga bisa mencoba teknik yang berbeda sehingga Anda tahu apa yang terbaik untuk anak. 

 

Dilansir dari artikel Deepshikha Punj di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

8 kesalahan dalam menerapkan pola tidur bayi, Parents wajib tahu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.