"Divonis tak bisa melahirkan normal, ternyata aku malah lahiran tanpa jahitan,"

"Divonis tak bisa melahirkan normal, ternyata aku malah lahiran tanpa jahitan,"

"Saya percaya bahwa Allah tidak akan memberikan penyakit atau cobaan di luar batas kemampuan umatnya," ujar Linda.

Dapat melahirkan buah hati secara normal menjadi salah satu hal yang diidam-idamkan oleh sebagian ibu hamil. Namun sayangnya beberapa di antaranya divonis tidak bisa melahirkan normal, seperti cerita salah satu pengguna setiap aplikasi theAsianparent Indonesia berikut ini.

Sempat divonis tidak bisa melahirkan normal

Dalam forum berbagi cerita di aplikasi theAsianparent Indonesia, Linda Kusmiati membagikan kisahnya saat divonis tidak bisa melahirkan normal oleh bidan. Sebab saat itu berat badan sang janin hanya sebesar 6 ons dan lingkar lengannya hanya 23 cm.

"Selama kehamilan saya jarang minum vitamin atau obat-obatan yang dari bidan mungkin bisa dihitung 2-3 kali lah. Dan ketika saya periksa kandungan memasuki 26 week, divonis tidak bisa lahir normal dan bbj hanya 6 ons," tulis Linda.

tidak bisa melahirkan normal 1

Meskipun sempat kaget mendengar kabar tersebut tetapi Linda tetap tidak menyerah. Linda mengaku memang memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, dan paru-paru.

Namun dia selalu berusaha untuk berpikiran positif dan enjoy dalam menjalani masa kehamilannya.

"Dengan rasa kaget saya pun gak percaya dan bodo amat gak mikirin (divonis tidak bisa melahirkan normal). Yang penting saya tetap enjoy dan positif," ujarnya.

Meski divonis tidak bisa melahirkan normal, Linda tetap santai menjalani kehamilan

Seperti yang kita ketahui ada begitu banyak mitos yang beredar tentang makanan yang aman dan tidak aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Misalnya seperti makan buah nanas yang bisa menyebabkan keguguran atau makan ikan yang bisa membuat bayi lahir dengan bau amis.

Meski begitu Linda tidak mau terlalu ambil pusing. Linda mengaku tetap mengonsumsi makanan apa saja yang dia inginkan selama masa kehamilan.

"Ketika kehamilan memasuki usia 31 week dengan kagetmya saya bbj udah 2,9 kg dan masih sama bakalan sulit lahir normal. Oke tetap positif dan enjoy bodoamat ah, yang penting saya sehat dan anak juga sehat tak ada pantangan makan apapun semua saya makan," jelasnya.

Artikel terkait: Apa saja pantangan makanan saat hamil muda? Ini cara mudah mengetahuinya

Linda dapat melahirkan buah hatinya secara normal dan sehat

tidak bisa melahirkan normal 2

Selalu mendapatkan vonis tidak bisa melahirkan secara normal nampaknya tidak membuat Linda merasa putus asa. Dia tetap berusaha menjaga kesehatan janin dan kehamilannya sembari terus berpikiran positif.

Sampai akhirnya, Linda pun bisa melahirkan secara normal dan tanpa jahitan. Bahkan air ketuban Linda terlihat bersih dan masih bagus.

Hal ini pun sempat membuat bidan yang merawatnya selama ini kaget dan terdiam. Sebab apa yang mereka perkirakan tidak terjadi.

Linda pun sangat bersyukur akan hal tersebut. Ia merasa bahwa semua hal ini tidak akan terjadi tanpa bantuan kuasa Allah SWT.

Sejak awal Linda mengaku percaya bahwa Allah tidak akan memberikan penyakit atau cobaan di luar batas kemampuan umatnya. Ia selalu percaya bisa melahirkan normal karena ia ingin mengurus buah hati sendiri.

Selain itu, Linda juga tidak memungkiri bahwa dukungan suami, orangtua, dan mertua sangat penting untuknya. Lina mengaku bahwa merekalah sumber kekuatannya dalam menjalani cerita manis pahit selama kehamilan.

Kini, buah hati Linda yang diberi nama Arlina Putri Talia tersebut telah berusia 3 bulan. Ia telah tumbuh menjadi sosok gadis kecil yang lucu dan menggemaskan.

Berikut ini kisah kehamilan dan persalinan Linda selengkapnya

tidak bisa melahirkan normal 3

"Berbagi cerita kelahiran putri pertama saya.

Selama kehamilan saya jarang minum vitamin atau obat-obatan yang dari bidan mungkin bisa dihitung 2-3 kali lah. Dan ketika saya periksa kandungan memasuki 26 week divonis tidak bisa lahir normal dan bbj hanya 6.ons.

Dengan rasa kaget saya pun gak percaya dan bodo amat gak mikirin yang penting saya tetap enjoy dan positif.

Dari mulai kehamilan saya selalu minum es kelapa dan es buah dan ketika kehamilan memasuki usia 31 week dengan kagetnyaa saya bbj udah 2,9 dan masih sama bakalan sulit lahir normal.

Oke tetap positif dan enjoy bodo amat ah yang penting saya sehat dan anak juga sehat tak ada pantangan makan apa pun semua saya makan. Dan ketika balik ke bidan dan seharusnya tanggal 06-10-2019 dan hpl 23-10-2019.

Ketika memasuki awal oktober tepat pada tanggal 01-10-2019 sakit jam 10 malam perut seperti panas gitu tapi saya biarin dan saya pun tidur enjoy. Hingga jam 5 subuh bangun dan sudah tidak bisa berdiri tegak karena punggung seperti ada yang nombak.

Artikel terkait: HPL sudah dekat? Kenali 7 tanda akan melahirkan, bumil wajib tahu!

Saya pun langsung membangunkan suami yang sedang tidur dan dia bilang suami: 'Ayo ke rumah sakit pasti kamu mau lahiran dan saya pun menolak dengan alasan tidak ada darah dan cairan apapun.

Eh ternyata benar sakit itu hilang. Oke saya buat mandi dan setelah pakai baju kontraksi instes banget dan rasanya Masya Allah Tabarakallah. Tepat jam 06:30 saya pun ke bidan.

Tepat jam 06:40 cek pembukaan ternyata udah lengkap dan kepala baby udah nongol. Disitulah bidan nyiapin kamar dan disuruh tidur miring.

Ketika semua sudah siap karena ketuban gak pecah-pecah akhirnya dipecahin bidan dengan ketuban yang sangat bersih masih bagus semuanya. 

Mulespun kerasa mengejan 3 kali akhirnya putri pertama saya lahir dengan bb 2,7 pb 49. 

Alhamdulillah bidanpun sempet diam karena semua omongan dia tidak ada yang tepat. Malah lahiran paling cepat Alhamdulillah kuasa Allah SWT Subhanallah. Seketika itu sakit semua hilang dan alhamdulillah normal tanpa jahitan.

Begitulah  cerita kelahiran saya. Semoga ibuibu juga selancar saya semoga normal dan tanpa jahitan semangat ya," tulis Linda.

Baca juga

id.theasianparent.com/persiapan-melahirkan-normal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner