Testis tidak turun pada bayi dapat sebabkan kemandulan, ketahui gejala dan penanganannya!

Testis tidak turun pada bayi dapat sebabkan kemandulan, ketahui gejala dan penanganannya!

Cek testis bayi apakah belum berada di tempat semestinya, bisa jadi mengalami kriptorkismus yang bisa berbahaya

Testis atau buah zakar merupakan organ vital pada laki-laki yang penting untuk kesuburan, organ inilah yang berperan memproduksi sperma dan hormon testosteron kala nanti memasuki masa pubertas. Coba lihat bagaimana posisi testis bayi Anda, posisi testis tidak turun bisa saja berarti si kecil mengalami kriptorkismus.

Apa itu kriptorkismus?

Kriptorkismus merupakan sebuah kondisi ketika salah satu atau kedua testis bayi laki-laki belum berada di tempat yang tepat di skrotum yang diakibatkan terhentinya penurunan satu atau kedua testis di suatu tempat antara rongga perut dengan kantung zakar.

Saat bayi laki-laki berkembang di dalam rahim, testis akan terbentuk dan bergerak turun ke skrotum sesaat sebelum lahir ke dunia. Namun dalam beberapa kasus bayi terlahir dengan testis tidak turun. Padahal, turunnya testis sangat penting untuk proses pembentukan sperma karena suhu skrotum yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR.Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, kriptorkismus merupakan gangguan diferensiasi seksual laki-laki yang umum terjadi dan biasanya banyak dialami bayi yang lahir prematur. Melansir laman resminya, sekitar 10% kriptorkismus terjadi di kedua testis dan 30% lain bahkan tidak ditemukan testis pada sang bayi.

Kendati tidak terasa menyakitkan, tindakan berupa operasi diperlukan jika testis belum menempati skrotum hingga bayi berusia 6 bulan dan menimbulkan komplikasi di masa tumbuh kembangnya.

Penyebab testis tidak turun pada bayi

Sayangnya, kriptorkismus jarang menunjukkan gejala tertentu. Kondisi ini baru akan diketahui beberapa lama setelah bayi lahir. Selain itu, belum ada penyebab pasti mengapa kondisi ini bisa menimpa bayi. Namun, terdapat beragam faktor yang dapat meningkatkan risikonya:

  • Bayi yang lahir dengan berat badan rendah
  • Kelahiran prematur
  • Adanya riwayat keluarga yang mengalami kriptorkismus
  • Gangguan yang menghambat pertumbuhan janin, misalnya sindrom Down
  • Konsumsi minuman beralkohol dan merokok saat hamil
  • Terpapar pestisida

Diagnosis kriptorkismus

Faktanya, sekitar 20% kasus bayi tidak terdeteksi testisnya hingga ia tumbuh agak besar. Terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kondisi ini:

  • Pemindaian MRI; Dokter akan menyuntikkan sebuah agen ke dalam darah untuk melihat dimana posisi testis, apakah di selangkangan atau perut
  • Laparoskopi; Sebuah selang berkamera akan dimasukkan ke dalam perut bayi melalui sayatan kecil di dinding perut untuk menunjang diagnosis dokter
  • Operasi terbuka; Dalam beberapa kasus, operasi dibutuhkan untuk melakukan observasi lebih lanjut

Pengobatan Kriptorkismus

pengobatan testis tidak turun pada bayi

Penanganan melalui operasi akan dilakukan jika testis tidak turun hingga bayi berusia lebih dari 6 bulan. Tindakan akan dilakukan saat bayi berusia 6-12 bulan untuk memindahkan testis ke dalam skrotum seperti seharusnya, antara lain:

  • Orchidopexy; Operasi untuk memindahkan testis yang tentunya juga memiliki risiko seperti perdarahan, infeksi, testis kembali naik, jaringan testis akan mengecil bahkan mati karena adanya gangguan suplai darah serta kerusakan pada saluran testis menuju uretra sehingga air mani dan sperma sulit keluar. Kendati begitu, sebagian besar tindakan operasi berhasil mengembalikan posisi testis seperti seharusnya
  • Terapi hormon; yaitu penyuntikan hormon hrionic gonadotropin (HCG) untuk merangsang turunnya testis hingga menempati skrotum. Namun, langkah ini nyatanya tidak menjadi rekomendasi utama karena dinilai kurang efektif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Komplikasi testis tidak turun pada bayi

Beragam komplikasi dapat terjadi jika kondisi testis tidak turun pada bayi dibiarkan begitu saja dan tentunya memengaruhi kesehatan si kecil secara keseluruhan.

  • Masalah fertilitas; Kemandulan menjadi masalah umum yang akan dialami, yang ditandai dengan jumlah sperma sedikit atau kualitas sperma tidak baik
  • Kanker testis juga dapat mengintai jika testis mengalami proses penurunan yang terlambat. Bermula dengan sel kanker yang memproduksi sperma belum matang, penyakit ini pun lebih tinggi risikonya pada pria yang memiliki kriptorkismus dan tidak mendapat penanganan yang tepat
  • Testis bisa terpuntir; disebut juga torsi testis yang dapat menyebabkan tali sperma terpuntir sehingga membuat aliran darah ke testis terhambat. Penanganan yang keliru dapat menyebabkan hilangnya testis, dan kondisi ini lebih rentan dialami 10 kali lebih sering pada pria yang memiliki kriptorkismus
  • Trauma, apalagi jika testis terdeteksi berada di selangkangan yang akan mengakibatkan tekanan pada tulang kemaluan

Dengan rentetan risiko yang berpengaruh terhadap si kecil, jangan segan segera membawanya ke dokter jika menemukan gejala abnormal yang tidak biasa ya Parents!

Referensi : Medical News Today, Mayo Clinic, IDAI

Baca juga : 

Memijat bayi saat demam, amankah? Ini penjelasan dokter

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner