19 Tahun Pisah karena Tsunami, Ayah dan Anak Bisa Bertemu dengan Bantuan Sosmed

19 Tahun Pisah karena Tsunami, Ayah dan Anak Bisa Bertemu dengan Bantuan Sosmed

Sang putri akhirnya bisa bertemu dengan sang ayah yang akan menjadi wali nikahnya dalam waktu dekat.

Bencana Tsunami yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 silam tak hanya meluluhlantakkan kota yang memiliki julukan Serambi Mekah saja, namun sekaligus mampu mencerai berai anggota keluarga. Siapa sangka, setelah terpisah belasan tahun lamanya bahkan diduga telah meninggal, seorang ayah dan anak akhirnya dipertemukan kembali.

Selama 19 tahun lamanya, seorang gadis asal Aceh akhirnya bisa berjumpa kembali dengan sang ayah. Uniknya, keduanya bertemu kembali melalui bantuan media sosial.

Terpisah Belasan Tahun, Akhirnya Dipertemukan Kembali

Terpisah belasan tahun
Adalah Nurul Happy Zilandra atau akrab disapa Iza, seorang anak perempuan yang berhasil bertemu kembali dengan sang ayah, Rahim Said. Keduanya bertemu secara daring, melalui media sosial Twitter.

Awalnya, Iza meminta tolong pada seorang perempuan asal Malaysia, yakni Nur Lyana Aqilah Ahmad Nasir.

Melalui pesan pribadi atau direct message (DM) di Twitter, Iza meminta tolong Lyana untuk membantunya mencari sang ayah. Tak disangka, dalam hitungan waktu yang cukup singkat, sekitar 3 jam saja, Iza bisa terhubung dengan sang ayah.

Iza bercerita bahwa sang ibu pulang ke Aceh pada 2001 untuk melahirkannya. Setelah melahirkan, ia pun mencoba menghubungi sang suami melalui surat, namun tak sampai.

Keluarga ayah Iza pun sebetulnya tak tinggal diam, karena ia telah berulang kali menghubungi keluarga di Indonesia, namun surat tersebut tak sampai. Setelahnya, pada 2004 tersiar kabar bahwa istri dan anaknya tersebut menjadi korban Tsunami.

Artikel Terkait : Ibu bagikan foto kecelakan anak 12 tahun yang menolak pakai helm, sebagai peringatan ke sesama orangtua

Tergerak untuk membantu Iza

Terpisah belasan tahun

Pada awalnya, Lyana takut bahwa pesan tersebut adalah modus penipuan. Sebelum dirinya mengiyakan untuk membantu, dirinya pun memeriksa berbagai akun sosial media yang dimiliki Iza.

“Awalnya saya tidak accept request DM dia. Saya buka profil IG dia dulu. Setelah saya lihat foto-fotonya, dia tidak terlihat seperti scammer. Setelah itu saya lihat ada satu foto di mana dia mengunggah foto ayahnya dengan location Malaysia pada tahun 2018 lalu. Jadi saya mengira mungkin dia orang Malaysia juga,” ucap Lyana.

Setelah meyakinkan diri bahwa Iza bukanlah orang yang bermaksud jahat, Lyana pun tergerak hatinya untuk membalas DM Iza. Lyana menyarankan untuk pergi mencari ayahnya pada pihak berwenang dan meminta izin mengangkat ceritanya tersebut di akun Twitter pribadinya.

“Mungkin Allah menggerakkan hati saya untuk membalas DM dia. Saya pun menawarkan diri untuk pergi dan bertanya ke pejabat pendaftaran dan dia langsung setuju. Pada saat itu saya yakin dia memang sedang mencari ayahnya,” tuturnya.

Setelah mengunggahnya di Twitter, tak lama kemudian kabar bahagia pun datang. Ada orang yang memberikan nomor telepon sang ayah.

“Iza mengizinkan dan Alhamdulillah pada hari Senin ada orang DM lewat Twitter memberi nomor telepon ayah Iza. Saya sendiri pun terkejut karena semuanya terjadi sangat cepat. Sebelum saya memberikan nomor itu ke Iza, saya menghubungi pak Rahim terlebih dulu untuk memastikan apakah dia adalah orang yang sedang Iza cari,” ujar perempuan 22 tahun tersebut.

Artikel Terkait : Haru, ini pesan terakhir ibu yang bayinya selamat dari kecelakaan maut truk bermuatan timpa mobil

Pertama kalinya Iza dan sang ayah berkomunikasi kembali

19 Tahun Pisah karena Tsunami, Ayah dan Anak Bisa Bertemu dengan Bantuan Sosmed

Rupanya benar bahwa laki-laki yang memiliki nomor telepon tersebut adalah ayah Iza. Lyana pun segera memberikan nomor telepon tersebut pada Iza. Setelah mendapatkan kontak, Iza pun melakukan video call dengan ayahnya tersebut.

“Dan memang benar bapak itu adalah ayah Iza. Jadi saya langsung memberikan nomor telepon tersebut kepada Iza di hari yang sama. Setelah itu Iza pun segera video call dengan ayahnya,” katanya.

Ketika berkomunikasi tersebut, rupanya Rahim baru mengetahui bahwa anak dan istrinya masih hidup. Momen tersebut pun seketika membuat haru bagi Lyana, Iza, maupu. Sang ayah.

“Saya waktu itu tanya ke dia benar atau tidak dia memiliki anak dan istri di Indonesia. Dia menjawab ada, namun dia mengira bahwa mereka telah menjadi korban tragedi tsunami Aceh pada tahun 2004 silam. Setelah saya beritahu bahwa Iza mencarinya, dari suaranya saya mendengar bahwa dia menangis.

Dia terkejut. Saya menahan air mata saat itu. Dia memang tidak menyangka bahwa anak dan istrinya masih hidup karena dia mengira mereka sudah tidak ada. Karena itulah dia sudah tidak mencari mereka lagi,” ujar Lyana.

Mencari sang ayah untuk memberitahu akan menikah

Sudah sejak bertahun-tahun Iza berusaha untuk sang ayah dengan mengirimkan pesan secara acak melalui DM Twitter. Salah satu alasan kuat Iza ingin segera menemukan ayahnya rupanya karena ia akan segera menikah. Ia yakin ayahnya selamat sehingga ia pun menginginkan agar beliau menjadi wali nikah.

Iza memang belum secara langsung bertemu dengan ayahnya tersebut karena kondisi pandemi Corona. Namun, dirinya kini sudah lebih bisa bernapas lega mengetahui keluarganya masih selamat, sang ayah pun bisa menjadi wali di pernikahannya.

Baca Juga :

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner