Rajin Menjaga Kebersihan, Masihkah Berisiko Terinfeksi Hepatitis A?

Rajin Menjaga Kebersihan, Masihkah Berisiko Terinfeksi Hepatitis A?

Bagaimana cara efektif untuk terhindar dari risiko hepatitis A?

Ibu Janu tinggal di sebuah area perumahan yang berdekatan perkampungan yang dilewati sebuah sungai kecil. Beberapa saat lalu, karena curah hujan yang tinggi, sungai tersebut meluap dan menggenangi area perkampungan di sekitarnya. Meski sempat meninggi saat siang hari, banjir ini surut dalam waktu satu hari saja.

Tiga minggu kemudian setelah banjir, Ibu Janu mengalami beberapa gejala, seperti, sakit perut, demam, mual, dan muntah serta kencingnya berwarna gelap seperti air teh. Karena itu, Bu Janu memeriksakan diri ke dokter, dan setelah pemeriksaan dinyatakan terinfeksi virus Hepatitis A. Ibu Janu pun harus dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Ibu Janu selalu menjaga kebersihan, tak hanya di rumahnya saja, melainkan juga ikut berpartisipasi di lingkungan perumahan. Lantas, apa yang menjadi penyebab Ibu Janu dapat terinfeksi virus Hepatitis A? Setelah dianalisa lebih lanjut, ternyata Bobi, anak laki-laki Ibu Janu yang berusia 4 tahun, suatu kali pernah bermain bersama temannya yang kebetulan bermukim di area perkampungan yang terkena banjir. Dalam kasus ini, kemungkinan Bobilah yang menularkan virus hepatitis A kepada ibunya.

Jika Ibu Janu yang senantiasa menjaga kebersihan saja masih dapat terinfeksi virus Hepatitis A. Lalu bagaimana cara yang efektif untuk terhindar dari risiko terinfeksi hepatitis A? Bagaimana dengan Bobi, apa sebenarnya yang menjadi faktor penularan padanya? Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai siapa saja dan kejadian apa saja yang bisa menjadi faktor risiko penularan virus Hepatitis A.

Bagaimana virus hepatitis A menyebar?

Hepatitis A adalah infeksi hati (liver) menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A.1 Virus hepatitis A ini dapat ditularkan melalui kontak dengan tinja orang yang terinfeksi.2 Ada berbagai cara Parents dan Si Kecil dapat terpapar virus hepatitis A, di antara yang paling umum adalah:

  1. Makan makanan yang dibuat oleh orang yang terinfeksi yang tidak mencuci tangannya setelah menggunakan kamar mandi.3
  2. Minum air yang tidak diolah atau makan makanan yang dicuci dengan air yang tidak diolah.3
  3. Memasukkan jari atau benda yang bersentuhan dengan tinja orang yang terinfeksi, ke dalam mulut.3
  4. Kontaminasi fasilitas air minum setelah banjir. Banjir dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi penyakit bawaan air seperti hepatitis A, namun risiko ini rendah kecuali jika ada perpindahan populasi yang signifikan dan/atau sumber air terganggu.4
  5. Meskipun tidak umum, wabah bawaan makanan juga pernah terjadi di Amerika Serikat dari orang yang mengonsumsi produk makanan impor segar dan beku yang terkontaminasi.5

Kesimpulannya, infeksi virus hepatitis A dapat terjadi baik saat mengolah, memasak, maupun mengonsumsi makanan dan minuman.5

Yang perlu diingat juga, virus hepatitis A dapat bertahan hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan.5 Pemanasan makanan dan minuman hingga suhu 85° C selama setidaknya 1 menit dapat membunuh virus, namun paparan suhu dingin/beku tidak dapat membunuh virus hepatitis A.5

Saya yakin sudah menjaga kebersihan diri, lingkungan dan makanan dengan baik, masihkah berisiko tertular?

Meskipun kita sudah yakin lingkungan tempat kita tinggal dan beraktivitas sudah bersih, kita bisa saja luput terhadap cluster penyebaran yang tidak terduga, misalnya berinteraksi dengan teman, sanak keluarga, dan orang lain yang terinfeksi.  Karena itu, perlu diperhatikan beberapa kelompok risiko epidemiologis sebagai berikut:

  1. Sanitasi yang buruk9
  2. Populasi sosial ekonomi rendah6
  3. Mereka yang hidup dalam lingkungan yang padat penduduk6
  4. Kontak rumah tangga dari individu yang terinfeksi6
  5. Anak-anak yang mengunjungi pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak6
  6. Pelancong internasional dari negara dengan endemisitas rendah ke daerah dengan endemisitas sedang atau tinggi6

Apa yang harus dilakukan jika sudah terinfeksi hepatitis A?

Hepatitis A biasanya hanya menyebabkan infeksi akut dan dapat membaik tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.2 Tidak semua orang yang terinfeksi hepatitis A mengalami gejala. Orang dewasa lebih cenderung mengalami gejala daripada anak-anak. Jika timbul gejala, biasanya muncul 2 hingga 7 minggu setelah infeksi. Gejala biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan, meski pada beberapa orang dapat sakit selama 6 bulan, Adapun gejala yang muncul sebagai berikut: kulit atau mata kuning, tidak nafsu makan, sakit perut, muntah, demam, urin berwarna gelap atau tinja berwarna pucat, diare, nyeri sendi, badan terasa lelah.5  Namun meski tidak mengalami gejala, siapa pun tetap bisa menyebarkan virus hepatitis A,7 termasuk Si Kecil.

Mengingat ada berbagai cara penularan infeksi hepatitis A, Parents harus melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun dan air memegang peranan yang penting dalam pencegahan infeksi hepatitis A. Cuci tangan perlu dilakukan setelah menggunakan kamar kecil, mengganti popok, sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan.1 Hindari juga minum air keran  tanpa diolah terlebih dahulu atau makan makanan mentah saat bepergian ke tempat yang memiliki sanitasi buruk.8 Cara lain untuk mencegah hepatitis A adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis A.7   Vaksin hepatitis A pada anak memiliki tingkat efektivitas sekitar 85% dan dapat bertahan selama 15-20 tahun.8

Apapun pilihan cara Parents untuk melindungi Si Kecil dari bahaya virus hepatitis A, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelumnya.

*Disclosure: Kisah ini merupakan kisah fiktif yang didasari gambaran umum dari gejala penderita dan prosedur pemeriksaan hepatitis A, dan tidak merujuk pada kejadian atau karakter nyata manapun.

Perhatian:

Pesan kesehatan ini disampaikan oleh GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Hanya sebagai informasi umum. Materi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran medis. Konsultasikan langsung kepada dokter Anda untuk pertanyaan medis.

Referensi:

  1. CDC. Hepatitis A. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/HepAGeneralFactSheet.pdf. Accessed on September 2020.
  2. NIH. Hepatitis (Viral). 2020. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis. Accessed on September 2020.
  3. NIH. Hepatitis A. 2020. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis/hepatitis-a. Accessed on September 2020.
  4. World Health Organization, 2020. Humanitarian Health Action. Available from: https://www.who.int/hac/techguidance/ems/flood_cds/en/. Accessed on September 2020.
  5. CDC. Hepatitis A Question and Answer From Public. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm. Accessed on September 2020.
  6. World Health Organization, 2011. The immunological basis for immunization series: module 18: Hepatitis A. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44570/1/9789241501422_eng.pdf. Accessed on September 2020.
  7. WebMD. 2020. Hepatitis A (Hep A). Available from: https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-aAccessed on September 2020.
  8. WebMD. 2020. Hepatitis A (Hep A). Available from: https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-aAccessed on September 2020.
  9. World Health Organization. 2019. The immunological basis for immunization series: module 18: Hepatitis A. Available from: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/326501/97892516327-eng.pdf?ua=1. Accessed on September 2020.

Bisakah Si Kecil Terkena Hepatitis A?

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360
NP-ID-HAV-ADVR-200012 AD: 10/20 ED: 10/22

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

atikha

app info
get app banner