Tempat tidur bayi terbaik: kasur lantai atau boks bayi?

lead image

Baca di sini untuk mengetahui plus minusnya berbagai jenis tempat tidur bayi yang paling cocok untuk si kecil

Amankah tempat tidur bayi Anda?

Boks atau ranjang bayi sering kali menjadi pilihan orang tua, karena dianggap sebagai tempat tidur bayi yang paling aman. Bayi tidak akan jatuh, karena jarak dan tinggi jerujinya telah diatur sedemikian rupa untuk menjaga keamanan bayi.

Selain sebagai tempat tidur bayi, boks juga memberi rasa aman bagi orang tua yang ingin meninggalkan bayi sesaat untuk melakukan aktivitas lainnya seperti memasak atau ke toilet.

Bahaya di balik boks bayi

Meski boks telah dipercaya dan direkomendasikan sebagai tempat tidur bayi yang aman, namun tetap ada kasus kematian bayi dalam boks. Penyebab kematian bayi di boks tidurnya cukup bervariasi.

Misalnya, ketika bayi terjebak di antara jeruji ataupun mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS / Sudden Infant Death Syndrome). SIDS adalah kematian bayi mendadak dalam tidurnya, yang penyebabnya tidak diketahui hingga sekarang. Berita baiknya, menurut statistik SIDS agak jarang terjadi di Asia.

Selain itu, selalu pastikan setting boks bayi Anda sesuai dengan usia dan tinggi bayi. Pada umumnya posisi matras pada tempat tidur bayi dapat diatur menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Bila bayi Anda sudah lebih besar dan dapat berdiri, cek apakah Anda sudah harus merendahkan posisi matrasnya.

Bantal tebal, boneka, dan mainan sebenarnya tidak dianjurkan berada di tempat tidur bayi. Saat bayi tidur, benda-benda tersebut dapat mengganggunya. Bantal tebal dapat menutup hidung bayi selagi tidur tanpa kita sadari.

Baca juga : Di manakah posisi teraman pada tempat tidur untuk bayi?

Bila si kecil sudah dapat berdiri, ia dapat menginjak bantal dan berusaha naik dan keluar dari boks. Tentunya ini berbahaya dan ia dapat terjatuh dari posisi yang cukup tinggi.

Kasur di lantai

Setelah boks dipandang tidak lagi aman sebagai tempat tidur bayi, beberapa orang tua mengalihkan pilihan mereka pada kasur atau matras yang diletakkan di lantai. Karena rendah, maka resiko bayi terluka akibat jatuh juga lebih kecil, bahkan nol.

Kasur lantai juga lebih nyaman untuk ibu yang mau menyusui dengan posisi tiduran miring, karena mereka tak perlu mengangkat bayi ketika menyusui. Ibu cukup membaringkan diri, dan setelah selesai dapat meninggalkan bayi dengan sedikit gerakan sehingga bayi tidak mudah terbangun.

Jika Anda menidurkan si kecil dalam kamarnya sendiri, kasur lantai akan memudahkannya turun dari kasur dan bermain sendiri sebelum ia menangis mencari Anda. Sehingga Anda pun bisa beristirahat lebih lama.

Pengaturan tidur Montessori

Menggunakan kasur lantai merupakan bagian dari apa yang dinamakan pengaturan tidur Montessori. Pola ini memungkinkan bayi untuk lebih leluasa bergerak, memuaskan rasa ingin tahunya dan melakukan gerakan secara berulang, yang menjadi kunci utama untuk mengembangkan fungsi motorik bayi.

Bayi yang sering bergerak dengan sendirinya akan tumbuh menjadi bayi yang cerdas, mandiri dan haus pengetahuan.

Utamakan keselamatan

Meski kasur lantai lebih aman untuk bayi, bukan berarti Anda harus berhenti bersikap waspada. Tempat tidur bayi harus diletakkan di kamar, atau tempat yang benar-benar aman untuk bayi.

Singkirkan semua meja, kursi atau furnitur apapun yang mudah dipanjat atau dinaiki bayi. Usahakan agar lantai selalu bersih dari kuman karena bayi akan menghabiskan banyak waktu di sini.

Jangan lupa letakkan pagar pembatas di pintu kamar bayi untuk mencegahnya keluyuran di luar kamar tanpa pengawasan Anda. Pastikan juga ia tidak dapat menjangkau lubang stop kontak pada dinding.

Baca juga :

8 kesalahan dalam menerapkan pola tidur bayi, Parents wajib tahu