Dokter Menjawab 3 Pertanyaan Seputar Gigi Anak yang Sering Bikin Bunda Bingung

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Dokter gigi Dhirham Tenrisau dari Klinik Tiga Dental menjawab pertanyaan para bunda seputar permasalahan gigi anak. Simak jawabannya berikut ini.

Gigi anak maju karena minum dot

Hai, dok! Apakah kebiasaan minum susu dengan dot bisa menyebabkan gigi anak maju? - Nhovia.

drg. Dhihram Tenrisau menjawab:

Iya, betul. Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan dot atau pacifier mempunyai korelasi kuat dengan timbulnya kerusakan gigi, yaitu karies dan maloklusi (kesalahan letak dan posisi gigi, dalam hal ini salah satunya gigi maju).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Peressini terhadap 150 anak usia 18 - 36 bulan menyimpulkan adanya kaitan yang signifikan antara kebiasaan minum dot botol sambil tidur dengan timbulnya karies dan kerusakan gigi.

Apabila bayi hanya sesekali 'nge-dot' dan hanya sampai usia 1 tahun, maka tidak ada masalah dengan perkembangan giginya. Tapi jika bayi mengempeng aktif hingga usianya lebih dari 1 tahun, sebaiknya harus dilakukan usaha untuk melepaskannya dari dot.

Hal tersebut dapat membuat gigi-geliginya tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Meski masih gigi susu, namun perkembangannya akan menentukan pertumbuhan dan posisi gigi permanen di kemudian hari.

Semakin lama penggunaan dot, akan semakin tinggi tingkat kerusakan giginya.

Maloklusi dapat terjadi saat mengisap dot ataupun jempol tangan. Saat mengisap botol dot, rahang atas secara refleks akan maju ke depan, sebaliknya rahang bawah bergerak ke belakang.

Perubahan posisi gigi ini besar kemungkinannya terjadi jika anak menggunakan botol dot terlalu berlebihan.

Artikel terkait: Gigi Anak Gigis karena Botol Susu?

Anak pakai kawat gigi

Hai, dok! Usia berapa anak boleh/aman dipasangi behel? Gigi taring anak saya menonjol ke atas. Bila dilihat sekilas memang seperti terangkat/mengapung. Dia sering diejek, "Gigi kamu mau terbang tuh." Usia anak saat ini 9 tahun. Terima kasih sebelumnya, dok. - Rika Sajid.

drg. Dhihram Tenrisau menjawab:

Menurut Asosiasi Ahli Ortho Amerika (The American Association of Orthodontists), waktu yang ideal untuk memeriksakan letak dan kelainan posisi gigi adalah pada usia 7 tahun. Hal ini berhubungan dengan usia tumbuh gigi geraham sebagai gigi yang pertama tumbuh.

Namun, jangan khawatir, Bun! Jika Bunda berencana membawa anak mengunjungi dokter gigi pada usianya yang sekarang (9 tahun), itu tidak masalah dan kelainan gigi tersebut masih dapat diperbaiki.

Apalagi usia 9 tahun masih berada pada usia gigi bercampur, di mana pada usia tersebut gigi permanennya kemungkinan sudah tumbuh beberapa.

Perawatan untuk anak seusia itu disebut Inteceptive Orthodontics, sebuah perawatan untuk mencegah keadaan gigi semakin parah saat dewasa. Salah satunya adalah serial extraction (pencabutan gigi yang berurutan) atau penggunaan ortho lepasan.

Saya masih mengira-ngira mengenai gigi taring menonjol yang Bunda maksudkan. Bisa jadi gigi ini adalah persistensi (gigi susu yang harusnya tanggal) dalam artian gigi taring atau seri, bisa juga gigi yang sudah tumbuh dan berada di luar lengkung rahang atau belum tumbuh sepenuhnya.

Untuk kasus ini, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di dokter gigi.

Plak putih di gigi anak

Hai dok, anak saya usianya 21 bulan. Giginya belum tumbuh semua. Baru geraham 4 dan gigi seri atas bawah 4. Sekarang gigi serinya sudah timbul plak putih gitu. Dan nggak mau hilang walaupun sudah disikat. Bagaimana cara menghilangkannya? Apakah itu tanda-tanda bahwa gigi anak saya mulai keropos? Mohon penjelasannya. Terima kasih. - Atika Sulasmita.

drg. Dhihram Tenrisau menjawab:

Tenang, Bun! Masa periode tumbuh gigi susu sepenuhnya 25-33 bulan.

Masih ada kemungkinan gigi susu anak Bunda tumbuh dengan normal. Untuk memastikannya, Bunda dapat melakukan rontgen gigi panoramik untuk melihat benih gigi yang masih terdapat di bawah gusi.

Untuk gigi seri anak Anda yang keputihan, kemungkinan itu adalah tanda-tanda gigi berlubang, di mana enamel (lapisan terluar gigi) meluruh disebabkan oleh peningkatan keasaman gigi. Hal ini umumnya terjadi di gigi bagian depan.

Inilah yang disebut disebut early childhood caries atau bottle tooth decay. Keadaan ini disebabkan karena konsumsi makanan manis yang berlebih.

Untuk perawatannya, biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan pada gigi tersebut. Selain itu, anak juga dianjurkan menggunakan topikal aplikasi fluor untuk mencegah kerusakan gigi lainnya.

Sebaiiknya jaga kebersihan gigi anak terutama saat dia hendak tidur. Jika dia lupa membersihkan gigi sebelum tidur saat malam hari, Bunda dapat membersihkan giginya dengan kain basah untuk mencegah timbunan plak penyebab gigi berlubang tersebut.

Biasakan anak untuk rutin periksa ke dokter gigi agar kebersihan giginya terjaga dan kerusakan giginya dapat dicegah sejak dini.

tanya pakar menjawab permasalahan gigi anak

drg. Dhihram Tenrisau
Klinik Tiga Dental
Jl. Falatehan 1 no. 30 Melawai, Blok M, Jakarta Selatan

 

Baca juga:

Merawat Gigi Anak Sejak Dini

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan Gigi