Tangisan dan Amukan Anak Ternyata Salah Satu Penyebab Stroke

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan mengapa tangisan dan amukan anak menjadi penyebab stroke saat mereka tumbuh dewasa.

Jangan biarkan tangisan menjadi penyebab stroke bagi anak saat ia dewasa

Jangan biarkan tangisan menjadi penyebab stroke bagi anak saat ia dewasa

Sering kali orang tua menganggap perilaku anak yang sering mengamuk dan menangis dengan berbagai gaya adalah sesuatu yang wajar dan normal, sehingga mereka kadang tak ambil pusing dan bahkan tidak berbuat apa-apa saat anak mulai mengamuk sambil berguling-guling di lantai. Padahal perilaku semacam ini, menurut Daily Mail, merupakan salah satu penyebab stroke ketika anak tumbuh dewasa.

Penyebab stroke yang tak terduga

Sebuah studi yang dilakukan Dr Allison Appleton dari Harvard Medical School menyimpulkan, tangisan dan amukan yang sering dialami seorang anak berusia tujuh tahun dapat menjadi penyebab stroke dan serangan jantung ketika mereka menginjak usia 40-an.

Sebaliknya, seorang anak yang cenderung tenang saat mereka merasa sedih atau marah menghadapi resiko stroke dan jantung yang lebih rendah. Hasil penelitian tentang penyebab stroke ini dimuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

Sebanyak 377 orang dewasa telah diuji dalam penelitian ini dengan menjawab sejumlah pertanyaan tentang pengalaman emosional ketika mereka berusia belia. Kemudian hasil itu dibandingkan dengan skor resiko penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

Perempuan lebih beresiko

Penelitian itu juga mengungkapkan faktor gender sebagai penyebab stroke atau serangan jantung. Perasaan sedih dan tertekan yang dialami di masa kanak-kanak terbukti menjadi penyebab stroke pada 31% perempuan, sementara hanya 17% laki-laki yang mengalaminya.

Amukan (tantrum) yang sering dilakukan anak sebagai bentuk pelampiasan kekesalan juga terbukti sebagai penyebab stroke.





Batita Pra Sekolah