Waspadai 15 tanda janin tidak berkembang di dalam kandungan, Bumil wajib tahu!

Waspadai 15 tanda janin tidak berkembang di dalam kandungan, Bumil wajib tahu!

Apa penyebab dan tanda-tanda janin tidak berkembang?

Kehamilan tentu menjadi salah satu kabar membahagiakan bagi seorang wanita. Namun sayangnya, beberapa wanita harus rela kehilangan sang calon buah hati tanpa sempat bertemu, akibat kondisi janin tidak berkembang. Oleh sebab itulah, kita perlu mengenali tanda janin tidak berkembang di dalam kandungan, agar bisa segera dilakukan penanganan yang tepat.

Penyebab janin tidak berkembang

janin tidak berkembang

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah janin tidak berkembang. Kondisi ini adalah kehamilan kosong atau blighted ovum.

Seorang wanita dikatakan mengalami kehamilan kosong ketika ia mengalami memiliki kantung kehamilan tetapi tidak terdapat embrio di dalamnya. Kehamilan kosong terjadi apabila sel telur di dalam rahim sudah dibuahi, tapi tidak berkembang ke tahap selanjutnya menjadi embrio.

Penyebab janin tidak berkembang ini bisa dikarenakan kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik. Infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol, atau kelainan bentuk rahim juga bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang.

Artikel terkait: Kenali penyebab dan penanganan kehamilan kosong

Tanda janin tidak berkembang
janin tidak berkembang

Tanda janin tidak berkembang yang perlu Anda ketahui.

Ada beberapa gejala janin tidak berkembang:

1. Tidak ada detak jantung

Pada umumnya, detak jantung janin dapat didengar segera setelah minggu ke-9 hingga ke-10 kehamilan. Pada saat itu, embrio telah berubah menjadi janin.

Bunyi detak jantung pada awal kehamilan dapat tidak terdengar karena posisi bayi atau penempatan plasenta. Namun sayangnya, hal itu juga bisa merupakan pertanda bahwa janin telah berhenti berkembang.

2. Tinggi fundus tidak normal

Salah satu cara dokter mengukur kesehatan kehamilan ialah dengan mengukur tinggi fundus.  Cara ini biasanya dimulai pada usia kehamilan  12 minggu hingga 14 minggu.

Tinggi fundus sendiri dihitung dari puncak tulang panggul ke bagian paling atas perut. Tinggi fundus yang normal adalah memiliki angka 2 cm dari usia kehamilan. Misalnya saat mengingjak 32 minggu hamil, kisaran normal tinggi fundus adalah 30 hingga 34 sentimeter.

Ukuran yang lebih besar atau lebih rendah fundus memerlukan evaluasi dari dokter.

3. Penurunan level HCG mendadak
tanda janin tidak berkembang

Penurunan level hormon HCG merupakan tanda janin tidak berkembang.

Human chorionic gonadotropin atau HCG adalah hormon kehamilan yang diproduksi oleh wanita hamil. Hormon ini yang dideteksi oleh tes kehamilan di rumah untuk menunjukkan hasil kehamilan yang positif.

Meskipun kadar HCG terus berfluktuasi selama kehamilan tetapi penurunannya di bawah normal bisa menjadi alasan yang mengkhawatirkan.

4. Intrauterine growth restriction (IUGR)

IGUR menunjukkan bahwa janin dalam kandungan ukurannya lebih kecil dari yang diharapkan. Hal ini dapat menjadi masalah karena berisiko menyebabkan janin berhenti berkembang.

Dalam kasus hamil kembar, satu janin mungkin menderita IUGR sementara yang lain baik-baik saja. IUGR terjadi karena adanya masalah pada plasenta. Jika plasenta tidak melakukan tugasnya maka janin dapat berhenti tumbuh.

5. Pendarahan mendadak

Pendarahan mendadak bisa menjadi salah satu tanda peringatan keguguran. Meskipun banyak wanita mengalami bercak atau pendarahan ringan selama kehamilan tetapi pendarahan yang intens dapat menjadi tanda kematian janin.

6. Ketuban pecah

Amnion atau ketuban adalah cairan yang melindungi janin selama berada di dalam rahim. Bila ketuban pecah dini maka dapat menjadi salah satu tanda pertumbuhan janin telah berhenti. Sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut pada dokter untuk mendapatkan penanganan.

7. Kram tak tertahankan selama kehamilan
tanda janin tidak berkembang kram setelah berhubungan

Kram adalah salah satu tanda janin tidak berkembang.

Pada umumnya, kram selama kehamilan adalah suatu hal yang wajar. Namun bila kram telah melampaui tingkat toleransi, bisa jadi itu adalah salah satu tanda keguguran. Kram yang hebat dapat menandakan kontraksi yang mendorong janin menjauh dari rahim.

8. Kelainan hasil USG

Ultrasonografi atau USG di trimester pertama kehamilan dilakukan untuk memeriksa posisi, perkembangan, dan ukuran janin. Jika dalam USG dokter tidak dapat mendeteksi pergerakan janin, maka dokter akan memberi tahu orang tua tentang konsekuensi negatifnya.

9. Demam tinggi

Demam tinggi selama kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Jangan anggap remeh demam tinggi selama kehamilan karena dapat menjadi salah satu tanda keguguran.

10. Tidak ada gerakan janin di trimester ketiga

Gerakan janin di dalam kandungan dapat menjadi salah satu tanda janin sedang tumbuh dan berkembang. Jika gerakan janin tiba-tiba berhenti di trimester ketiga sebaiknya segera waspada. Konsultasikan hal ini pada dokter sebelum terlambat.

Penanganan janin tidak berkembang

janin tidak berkembang

Janin tidak berkembang dapat terdeteksi melalui USG kehamilan. Setelah mengetahui terdapat kehamilan kosong, umumnya dokter akan menyarankan beberapa hal, misalnya mengugurkan kandungan atau menunggu keguguran secara alami.

Mengugurkan kandungan bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat perangsang peluruhan embrio atau dilatasi dan kuretase. Adapun menunggu keguguran secara alami ialah menunggu jaringan plasenta keluar dengan sendirinya dari rahim.

Meski bisa jadi pilihan, menunggu keguguran alami justru memiliki risiko. Oleh karena itu, menunggu keguguran secara alami harus terus di bawah pantauan dokter.

 

 

 

Referensi: Mom Junction, Alodokter

Baca juga

Wajarkah janin sering bergerak di malam hari? Ini penjelasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner