Waspadai Janin Meninggal dalam Kandungan, Bumil Harus Tahu!

Waspadai Janin Meninggal dalam Kandungan, Bumil Harus Tahu!

Ketahui beberapa tanda janin meninggal dalam kandungan berikut ini!

Kematian dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Termasuk pada janin yang masih ada di dalam kandungan. Hal ini memang menyakitkan dan tak diinginkan, bahkan pada beberapa ibu bisa menyebabkan trauma psikologis dan ketakutan untuk hamil lagi. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kematian janin, baik faktor dari kesehatan ibu, maupun dari kondisi janin yang dikandung.

Kematian janin dalam kandungan

Tanda janin meninggal dalam kandungan1

Kematian janin dalam kandungan berbeda dengan keguguran. Intra uterine fetal death (IUFD) adalah kondisi janin meninggal di dalam kandungan setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu, sementara keguguran adalah istilah yang dipakai jika kematian janin terjadi di usia kehamilan belum mencapai 20 minggu.

Kematian janin dalam rahim ini sering juga dikenal dengan istilah stillbirth.

Ketika seorang janin meninggal di dalam rahim, itu disebut sebagai keguguran dan stillbirth (lahir mati).

Baik keguguran maupun stillbirth merupakan pengalaman yang tragis dan menyakitkan secara emosional bagi orangtua janin.

Artikel terkait: Viral! Foto perawat yang menangis teringat bayinya yang lahir stillbirth

bayi BAB dalam kandungan

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Studi menunjukkan bahwa 10-25% dari semua kehamilan yang diakui secara klinis akan berakhir dengan keguguran. Ini biasanya terjadi sebelum 12 minggu kehamilan.

Di sisi lain, stillbirth mempengaruhi sekitar 1 dari 100 kehamilan.

Setidaknya setiap tahun sekitar 24.000 janin dikabarkan mengalami stillbirth di Amerika Serikat. Jumlah itu sama dengan jumlah bayi yang meninggal selama tahun pertama kehidupannya.

Umumnya kasus stillbirth ini sulit untuk dicegah, namun dengan mengetahui faktor penyebab dan ciri-cirinya, ibu masih dapat mengurangi resiko terjadinya stillbirth ini. Sebagian besar kasus bayi meninggal dalam kandungan penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, namun adanya masalah kesehatan ibu atau janin bisa menjadi faktor resiko terjadinya kondisi ini.

Beberapa faktor penyebab terjadinya kematian janin dalam kandungan adalah:

  • Masalah pada plasenta
    Plasenta adalah organ dalam rahim ibu hamil yang berperan dalam menyalurkan oksigen, nutrisi dan darah dari tubuh ibu ke tubuh janin. Jika kerja atau fungsi plasenta terganggu, maka aliran nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan janin untuk perkembangan tubuhnya juga akan terganggu sehingga terjadi keterlambatan pertumbuhan janin.

    Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka bisa berakibat fatal bagi janin. Kondisi-kondisi yang bisa mempengaruhi fungsi plasenta antara lain adalah infeksi pada plasenta, perdarahan, atau lepasnya plasenta sebelum waktunya (solusio plasenta).

  • Kelainan atau cacat lahir pada janin
    Cacat genetik bisa terjadi pada setiap kehamilan dengan atau tanpa kelainan kromosom. Malformasi struktural pada tubuh janin kafang bisa disebabkan oleh infeksi atau faktor radiasi, ataupun faktor lain yang masih belum diketahui.

    Malformasi yang terjadi pada organ vital janin, seperti jantung ataupun otak, membuat organ tersebut tidak bisa berkembang secara optimal dan dapat memicu kematian pada janin.

  • Kondisi kesehatan ibu
    Penyakit atau kondisi kesehatan ibu yang terganggu, bisa menjadi salah satu faktor resiko kematian janin.

    Ibu yang menderita diabetes, hipertensi, kelainan jantung, lupus, obesitas, ataupun gangguan tiroid, bisa menyebabkan terganggunya asupan nutrisi pada janin yang jika tidak diatasi dengan cepat dan baik, bisa berakibat fatal pada janin yang dikandung.

    Selain itu, infeksi virus ataupun bakteri, juga mesti diwaspadai, sepperti: malaria, HIV, toxoplasmosis, demam berdarah, dan rubella.

  • Gaya hidup tidak sehat
    Ibu hamil dengan obesitas, tidak mengatur pola makan, terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji, merokok, minum alkohol, akan berpengaruh buruk pada janin.

    Suplai oksigen untuk janin akan terganggu, sehingga pertumbuhan janin juga akan terhambat, yang bisa berujung ke kematian janin.

Tanda janin meninggal dalam kandungan yang harus diwaspadai

Secara umum, stillbirth tidak memiliki tanda-tanda yang bisa dilihat secara kasat mata. namun ini beberapa tanda keguguran dan stillbirth yang perlu Anda waspadai

Waspadai Janin Meninggal dalam Kandungan, Bumil Harus Tahu!

1. Berkurangnya Pergerakan Janin

Anda akan mulai merasakan gerakan janin saat dia telah berusia 16 atau 22 minggu kehamilan.

Janin umumnya akan lebih aktif bergerak di malam hari ketika Anda beristirahat. Dia juga mungkin akan bergerak ketika Anda mandi, makan, minum, atau mendengarkan lagu.

Gerakan ini akan mulai teratur ketika telah memasuki usia 26 minggu. Anda juga mungkin akan mengenali pola pergerakannya setiap hari.

Dokter biasanya akan meminta Anda untuk mulai menghitung gerakan janin setelah memasuki trimester ketiga kehamilan.

Gerakan janin dianggap normal bila terjadi sebanyak 10 kali dalam kurun waktu satu jam atau kurang.

Segera waspadai bila gerakan janin kurang dari itu atau berubah dari kebiasaannya. Terlebih bila Anda tidak bisa merasakan gerakan janin sama sekali selama 1×24 jam.

 

2. Bayi tidak bergerak sama sekali.

Keluhan ini biasanya didahului dengan keluhan berkutangnya gerakan janin beberapa hari sebelumnya. Keluhan ini menunjukkan bahwa kematian janin sudah terjadi dan janin sudah tidak bisa diselamatkan sama sekali.

3. Perdarahan 

Salah satu tanda umum keguguran dan stillbirth ialah adanya perdarahan dari vagina. Namun tidak semua pendarahan menandakan kedua hal ini.

Pendarahan selama kehamilan umumnya adalah suatu hal yang umum terjadi. Terlebih bila terjadi di awal kehamilan.

Namun waspadai bila pendarahan cukup banyak dan terjadi secara terus menerus. Bisa jadi itu merupakan salah satu tanda keguguran atau stillbirth.

4. Keluarnya cairan dari vagina

Janin dilindungi oleh cairan ketuban selama berada di dalam rahim. Ini bermanfaat untuk keamanan dan pertumbuhannya selama kehamilan.

Keluarnya cairan di dalam vagina bisa menjadi salah satu tanda bahaya bayi meninggal atau berhenti berkembang. Sebab cairan ketuban umumnya akan keluar dari vagina bila persalinan sudah dekat.

5. Kram dan rasa nyeri di perut bisa menjadi tanda janin meninggal dalam kandungan

Kram dan sakit perut selama kehamilan sebenarnya ialah suatu kondisi yang umum terjadi. Namun hati-hati bila hal itu terjadi secara terus menerus dan mengganggu aktivitas Anda.

Itu bisa menandakan suatu masalah dalam kehamilan Anda.

6. Penurunan hormon HCG dalam darah

Saat hamil, tubuh akan memproduksi hormon HCG. Hormon ini akan terus meningkat hingga memasuki usia 16 minggu kehamilan dan stabil hingga persalinan.

Bila kadar hormon HCG ini menurun, bisa jadi Anda tengah mengalami keguguran atau stillbirth.

 

Bila Anda mengalami beberapa tanda di atas, segera konsultasikan hal tersebut pada dokter kandungan Anda. Biasanya dokter akan langsung melakukan USG dan memeriksa detak jantung janin.

Bila detak jantung janin tidak terdeteksi, maka itu artinya janin mungkin sudah meninggal di dalam kandungan.

***

Itulah informasi mengenai tanda janin meninggal dalam kandungan, waspadai setiap gejalanya demi keselamatan bayi Anda.

TAP ID APP BANNER NEW (7)

Artikel telah ditinjau oleh:

dr. Hasni Kemala Sari, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan
Rumah Sakit Bunda Citra Ananda

Baca juga

Tak hanya sesak napas, ini 8 tanda bumil kelebihan air ketuban, ketahui risikonya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner