Waspadai tanda keterlambatan perkembangan berikut, bisa sebabkan ADHD!

lead image

Keterlambatan yang terjadi pada tahapan tumbuh kembang anak bisa menjadi warning bagi Anda. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan penyebabnya!

Fenomena autisme dan ADHD merupakan salah satu kondisi Global Developmental Delay (GDD), yaitu ketika tahapan tumbuh kembang anak tertunda secara global.

Global Developmental Delay (GDD) adalah kondisi yang terjadi selama periode tumbuh kembang  seorang anak antara usia baru lahir hingga 18 tahun. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1-3 persen anak-anak di dunia.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan hal ini? Dan apa saja gejala keterlambatan tumbuh kembang secara global pada anak-anak?  

Gejala keterlambatan tahapan tumbuh kembang anak

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/delay.jpg Waspadai tanda keterlambatan perkembangan berikut, bisa sebabkan ADHD!

Tahapan tumbuh kembang anak memang masing-masing berkembang dengan kecepatannya sendiri. Namun, ada beberapa hal yang menunjukkan tanda keterlambatan perkembangan pada anak-anak, yang perlu diwaspadai, termasuk pada pertumbuhan fisik, emosional, atau mental.

Masalah keterlambatan perkembangan ini diidentifikasikan lebih dari sekadar “terlambat” dan sangat krusial. Ada 6  bidang tahapan tumbuh kembang anak yang bisa mengalami keterlambatan, yaitu:

– Bahasa atau ucapan

– Penglihatan

– Keterampilan motorik kasar dan motorik halus, termasuk berjalan dan duduk, atau menggambar dan memegang mainan.

– Kemampuan berpikir dan kognitif

– Keterampilan sosial dan emosional, seperti berhubungan dengan orang lain, berteman, dan mengelola emosi mereka.

– Keterampilan melakukan rutinitas sehari-hari.

Terkadang, tumbuh kembang anak yang tertunda ini terjadi di beberap atau semua bidang. Global Developmental Delay (GDD), terjadi ketika seorang anak menunjukkan keterlambatan di beberapa tahapan tumbuh kembang, dan ini terus berlanjut selama setidaknya 6 bulan. 

Hal ini termasuk belajar berjalan atau berbicara, keterampilan bergerak, memelajari hal-hal baru dan berinteraksi dengan orang lain secara sosial dan emosional.

Artikel terkait: ADHD atau Anak Hiperaktif dan Mitos Penyebabnya

Penyebab Global Developmental Delay (GDD) 

GDD atau keterlambatan tumbuh kembang ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

– Bayi yang dilahirkan prematur

– Masalah genetik, seperti Down syndrome

– Kelainan kromosom

– Masalah metabolik, seperti kekurangan tiroid.

– Gangguan selama kehamilan, seperti pendarahan berat, infeksi seperti rubella atau ibu yang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan.

– Masalah selama atau setelah kelahiran, seperti pendarahan berat atau kekurangan oksigen.

– Cedera pada otak karena beberapa faktor, seperti kecelakaan atau kekerasan fisik.

– Infeksi otak, seperti meningitis atau ensefalitis.

– Kemiskinan dan malnutrisi. 

 

Meskipun faktor-faktor tersebut sangat sering terjadi, tetapi penyebab sebenarnya yang mengakibatkan tahap perkembangan ini belum dapat ditentukan dengan pasti. Namun tugas Anda yang tak kalah penting adalah selalu peka dan sensitif dengan tahapan tumbuh kembang anak Anda.

 

Dilansir dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura
Baca juga:

Ini ciri anak ADHD, jangan sampai salah diagnosis, Parents!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.