Program bayi tabung, ini 6 tahap proses pembuahan hingga hamil

lead image

Selain dana yang harus disiapkan, tahapan bayi tabung juga perlu diketahui agar bisa menyiapkan diri.

Bayi tabung kini sudah menjadi salah satu alternatif bagi pasangan yang kesulitan punya anak. Meski prosedur dalam tahapan bayi tabung cukup mahal, namun metode ini sudah ditempuh banyak pasangan yang sangat mendamba seorang anak dalam kehidupan pernikahan mereka. 

Artikel terkait: Ingin program bayi tabung? Ini dana yang harus disiapkan

“Program bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia,“ tutur dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG(K), MSc. 

Dokter Spesialis Kandungan yang berpraktek di RSU Pondok Indah, Jakarta, ini menjelaskan, “Setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu. Hal ini membedakannya dengan konsep inseminasi di mana proses pertemuan antara sperma dan sel telur tetap terjadi di dalam tubuh manusia.“

Inseminasi adalah salah satu alternatif kehamilan dengan cara menyuntikkan sperma pilihan ke dalam indung telur wanita. 

Apa sajakah tahapan bayi tabung yang dilakukan?

tahapan bayi tabung

1. Pemeriksaan awal 

Tahapan bayi tabung yang pertama adalah pemeriksaan yang dilakukan kepada calon ibu, dengan memeriksa kadar estrogen di dalam darahnya. Hal ini untuk memastikan ovarium atau indung telur dalam keadaan tidur. 

Kemudian, USG transvaginal dilakukan untuk mengetahui ukuran indung telur, serta mengantisipasi adanya kista ovarium yang sering menjadi penyebab masalah kesuburan. Bila terdapat kista, maka dokter akan mengangkat kista tersebut lebih dulu sebelum tahapan bayi tabung dilanjutkan.

2. Stimulasi ovarium

tahapan bayi tabung

Bagan prosedur tahapan bayi tabung. Sumber: Presentasi Dr. Yassin dalam Seminar Penanganan Masalah Gangguan Kesuburan

Stimulasi dilakukan dengan menyuntikkan sebuah obat ke tubuh pasien, lalu pasien akan diajarkan cara menyuktikkan sendiri obat tersebut ke tubuhnya. Obat ini harus rutin disuntikkan sebanyak 1-4 kali sehari, selama seminggu atau sepuluh hari.

Suami bisa membantu istri menyuntikkan obat kesuburan yang bertujuan untuk memperbanyak sel telur yang matang di ovarium.

Selama proses stimulasi, dokter akan memantau perkembangan sel telur melalui USG dan memeriksa kadar estradiol melalui tes darah beberapa hari sekali. 

Proses pemantauan ini penting, untuk memastikan apakah dosis obat kesuburan yang disuntikkan perlu ditambah atau dikurangi.

3. Proses pematangan sel telur

Telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya sebelum telur bisa diambil. Untuk memicu pematangan oosit, diperlukan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG).

Biasanya, suntikan hCG diberikan ketika empat atau lebih folikel telah berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol Anda sudah lebih dari 2000 pg/ ml.

Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Mengapa? Jika dilakukan terlalu dini, maka telur bisa tidak cukup matang. Sedangkan, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur akan terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik.

Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, diperlukan ultrasound kembali.  

tahapan bayi tabung

4. Pengambilan sel telur

Jika sel telur telah matang, maka pasien akan menerima suntikan hCG. Kemudian, pengambilan sel telur akan dilakukan 34-36 setelah suntikan hCG dilakukan. Sebelumnya, pasien akan dibius, agar tidak merasakan sakit saat sel telurnya diambil. 

Proses pengambilan sel telur dalam tahapan bayi tabung ini, dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam indung telur, yang akan mengisap folikel dalam ovarium. Dalam setiap folikel, terdapat satu buah oosit atau sel telur. Oosit ini kemudian dibawa ke laboratorium embriologi.

5. Sel telur dan sperma dipertemukan 

Di dalam lab embriologi, sel telur yang telah diambil akan dilakukan proses seleksi guna memilih sel telur paling baik. Setelah sel telur terpilih, proses pertemuan dengan sel sperma akan dilakukan.

Sebelumnya, suami akan diminta untuk memberikan sel sperma terlebih dulu sebelum pengambilan sel telur dilakukan. Kemudian dipilih sel sperma dengan kualitas paling bagus untuk membuahi sel telur. 

Setelah sel telur dan sel sperma terpilih, mereka akan dipertemukan melalui tangan dokter, di sebuah cawan. Proses ini hanya bisa dilihat melalui sebuah mikroskop. 

Artikel terkait: Video Edukatif : Kisah ‘Pertemuan’ Sperma dan Sel Telur

6. Menanamkan embrio ke dalam rahim

Tahapan bayi tabung

Setelah proses pembuahan dilakukan, tahapan bayi tabung selanjutnya adalah menyimpan sel telur selama 3-5 hari di wadah khusus, sambil terus dipantau. Apabila sel telur telah berubah menjadi embrio, saatnya memindahkan embrio ke dalam rahim wanita. 

Sebelum pemindahan embrio dilakukan, pasien akan diberi obat berisi hormon progesteron, hal ini berguna untuk membantu menyiapkan dinding rahim agar embrio mudah menempel dan bisa tumbuh dengan baik. 

Proses pemindahan embrio dilakukan dengan cara memasukkan tabung tipis berisi cairan embrio ke dalam leher rahim pasien. Embrio yang dimasukkan biasanya lebih dari satu. Dan bila dari hasil pembuahan terdapat banyak embrio yang berhasil dibuahi, maka sisa embrio bisa dibekukan untuk kembali digunakan di masa depan, atau disumbangkan.

Setelah embrio ditanamkan, apakah bisa langsung hamil?

tahapan bayi tabung

Ditemui dalam acara Seminar Penangangan Gangguan Kesuburan, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG(K), MSc, mengatakan, “Setelah embrio dimasukkan ke dalam rahim, kita menunggu selama kurang lebih dua minggu.” 

Biasanya, kehamilan akan terjadi dalam kurun waktu dua minggu tersebut, bila embrio tidak berhasil berkembang dan kehamilan tidak terjadi. Maka proses pemindahan embrio akan diulangi. Namun sebelumnya, dokter akan memeriksa dulu penyebab mengapa embrio yang sebelumnya ditanamkan tidak berhasil tumbuh. 

“Penting untuk diingat, hal yang harus diperhatikan demi suksesnya program bayi tabung adalah kondisi fisik dan psikologis istri dan suami. Juga infrastruktur fisik, peralatan medis, staf yang kompeten, teknik prosedur yang baik dan kolaborasi pelayanan dengan pendekatan tim,” tegasnya.

Video tahapan bayi tabung dari awal sampai akhir

 

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi: Hello Sehat

Baca juga:

Ingin melakukan program bayi tabung? Ini daftar klinik kesuburan yang bisa Anda datangi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani