Benarkah susu UHT tanpa pengawet? Ini faktanya

lead image

Kenali fakta susu UHT untuk anak berikut ini!

Setelah anak lulus mendapatkan ASI secara eksklusif, khususnya ketika sudah lebih dari satu tahun, tidak sedikit dari Parents yang kemudian mencari susu tambahan. Bertanya-tanya, mana jenis susu UHT yang bagus untuk memperkaya nutrisi anak? 

Maklum saja, saat ini di pasaran telah tersedia beragam jenis susu dari berbagai merek sehingga banyak alternatif yang bisa Parents pilih.

Mengingat saat ini banyak makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet, tentu saja menimbulkan rasa khawatir ketika memilih untuk anak. Termasuk ketika memilih susu UHT.

Apakah susu UHT tidak mengandung pengawet? Ketika mencari susu UHT yang bagus untuk anak, apa yang perlu dipertimbangkan?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/bayi minum susu.jpg Benarkah susu UHT tanpa pengawet? Ini faktanya

Belum lama ini, theAsianparent Indonesia mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik dan peternakan susu PT Greenfields Indonesia di Malang.

Banyak informasi yang didapatkan, termasuk fakta yang membuktikan bahwa susu UHT tidak menggunakan bahan pengawet.

Jika susu UHT tidak menggunakan pengawet, mengapa susu ini bisa bertahan sampai berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun?

Evolusi pengemasan susu UHT

Penting untuk diketahui, bahwa susu UHT bisa bertahan dalam waktu lama sebenarnya tidak terlepas dari proses pengemasan susu UHT itu sendiri. Misalnya, susunya dipilih dari hasil sapi ternak yang sehat sehingga bisa menghasilan kualitas susu UHT yang bagus. Plus, proses pengemasan juga menjadi salah satu kunci yang sangat penting.

Sebenarnya, proses pengemasan susu ini sudah berevolusi dari tahun ke tahun. Dimulai sejak tahun 1800 silam. Namun, kondisi pengemasan susu UHT ketika itu tentu saja masih tradisional dan kurang higienis.

Namun, berjalannya waktu, tepatnya pada 1951, Tetra Pak sebagai perusahaan multinasional pengolahan kemasan makanan dan minuman menemukan terobosan dengan mengolah susu dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature).

Teknologi inilah yang bisa memudahkan mayarakat menikmati susu di manapun dan kapan pun. Dan yang paling penting, kandungan gizi dan nustrinya bisa terjaga layaknya susu alami. Dan semua bakteri atau mikroorganisme yang bisa membahayakan tubuh bisa mati.

Hal ini dikerenakan proses UHT ini, susu dipanaskan hingga 137-140 derajat C dan dalam waktu yang relati singkat, 2-4 detik saja.

Susu UHT dikemas dengan menggunakan teknologi aseptik. Yaitu, teknologi yang menggunakan kombinasi proses pemanasan untuk sterilisasi, di mana produk susu ini akan dipanaskan sehingga steril. Teknologi ini juga memiliki enam lapisan perlindungan yang didesain untuk tahan dan tidak tembus dari cahaya, udara, suhu lembap dan bakteri.

Hal inilah yang membuatu susu UHT tetap steril dan bisa bertahan bertahan hingga 10 bulan meskipun hanya berada di suhu ruangan saja.

Jadi bagaimana Parents, apakah Anda juga memberikan anak susu UHT? 

 

 

Baca juga: 

Sehatkah Susu UHT Sebagai Susu Tambahan Anak 1 Tahun?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.