Hati-hati! Akibat susu formula palsu, anak ini muntah 9 kali dan timbul merah-merah di wajah

lead image

Parents, baca ini agar semakin waspada terhadap peredaran susu formula palsu...

Seorang ibu di Malaysia, Seila Nawi, membagikan pengalaman buruk yang menimpa bayinya. Mikael (1 tahun) muntah-muntah setelah minum susu formula palsu yang dibeli Seila di sebuah toko susu.

Tak hanya muntah, wajah Mikael juga dipenuhi ruam kemerahan. Kejadian ini berlangsung pada bulan Oktober 2017, namun ketika itu belum diketahui penyebab pasti.

Minum susu formula palsu

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/susu formula palsu curhat ibu di facebook.jpg Hati hati! Akibat susu formula palsu, anak ini muntah 9 kali dan timbul merah merah di wajah

Seila menuliskan kisahnya dalam sebuah postingan Facebook:

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/collage 2017 12 11.jpg Hati hati! Akibat susu formula palsu, anak ini muntah 9 kali dan timbul merah merah di wajah

“Semalam Allah memberi petunjuk untuk permasalahan saya selama 2 bulan terakhir ini. Ini bukan kesalahan Mead Johnson, saya paham.

Saya juga telah melaporkan peristiwa yang menimpa anak saya kepada mereka hari ini. Saya berharap:

1. Mead Johnson Malaysia & pihak KPDNKK (semacam Kementrian Perdagangan) transparan dalam memberantas dan menyebarkan informasi untuk membedakan susu tiruan ini demi mengedukasi orangtua agar tidak tertipu.

2. Siap membagikan informasi mengenai kandungan susu tiruan dari pemeriksaan di lab nantinya.

Oktober 2017, masih ingat ketika anak saya, Mikael pergi ke rumah sakit? Ia dirawat selama lebih dari dua minggu.

Penyebabnya masih belum diketahui sampai muncul berita tentang susu formula palsu semalam. 

Semua berawal saat Mikael muntah hingga 9 kali sehari. Mengapa muntah sampai sebanyak itu tetapi saya tidak membawanya ke dokter? 

Saya ingin memantaunya di rumah (kalau bisa saya ingin menghindari rumah sakit) dengan harapan & doa, Mikael akan berhenti muntah, tapi ternyata tidak.

*Saya bersyukur karena sempat mengambil foto dan video karena saya ingin memberi update pada suami saya tentang keadaan Mikael.

Lalu, wajah dan tubuh Mikael mulai kemerahan & panas. Setiap kali muncul ruam, saya mandikan dia. Demamnya naik-turun.

Pukul 3 sore, Mikael telah berbaring lemas dan tak mau minum susu. Jadi, saya tidak pikir panjang lagi dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Artikel terkait: Anak Alergi Susu Atau Intoleransi Laktosa? Ini Perbedaannya

Kecurigaan awal adalah alergi makanan, bukan karena susu formula palsu

Ketika itu tidak langsung curiga penyebabnya adalah susu. Dokter pun menanyakan makanan padat apa yang saya berikan pada Mikael, atau adakah benda yang tak sengaja dimakan Mikael di sekitaran rumah (karena ia sudah merangkak sana-sini, saya pun bingung menjawabnya).

Dokter pun meminta Mikael untuk rawat inap karena ia dehidrasi dan sekaligus untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Setelah masuk kamar perawatan dan diinfus, Mikael langsung tak mau minum susu ataupun makan. Selanjutnya, ia mulai diare. 

Kotorannya adalah yang paling bau yang pernah saya cium seumur hidup. Suster yang mengambil sampel tinja Mikael pun tak tahan dengan bau busuk kotorannya.

Mikael diare sebanyak 11 kali pada hari itu. 

Berbagai tes dilakukan, termasuk tes alergi, dan hasilnya baik-baik saja. Tidak ada reaksi alergi.

Setiap tinja diambil untuk uji laboraturium, namun dokter tetap tidak memiliki jawaban untuk penyebabnya. 

Selama di rumah sakit, Mikael masih diare, demamnya naik turun, merah-merah di seluruh muka dan badan sebentar muncul sebentar hilang. 

Puncaknya setelah seminggu, BAB (Buang Air Besar) Mikael mulai berdarah. Dokter memutuskan memberi antibiotik.

Saya sebagai ibu menyetujui meski dengan berat hati melihat macam-macam obat dimasukkan ke tubuh Mikael yang masih bayi. Oh ya, sepanjang di rumah sakit, saya tidak memberikan makanan padat apa pun kepada Mikael (karena dokter mencurigai ia alergi MPASI) TAPI Mikael masih minum susu Enfalac.

Ya, siapa menyangka ada susu formula tiruan, apalagi Mikael bukan baru kali ini minum Enfalac, tapi sudah beberapa bulan sebelumnya.

Setelah 2 minggu, karena penyebabnya masih belum diketahui dan Mikael terlihat mulai aktif lagi, saya minta dipulangkan.

Kembali ke rumah, Mikael berangsur membaik (karena susu Enfalac yang lama telah habis diminum dan saya sudah membeli lagi yang baru di toko lain).

Susu formula palsu dibeli di toko susu

Bagi yang bertanya di mana saya membeli susu, saya tidak bisa memberi tahu Anda di sini karena Mead Johnson sedang menyelidiki jaringan toko serba ada di sekitar Selangor. Kita tunggu jawaban dari mereka nanti.

Saran saya, ibu-ibu yang ingin membeli susu, bisa membeli dari AEON & TESCO lebih dulu. Hindari membeli dari toko obat atau toko serba ada sampai kasus ini selesai. 

Saya sendiri sudah mengganti dengan merk susu lain untuk Mikael setelah pengalaman pahit ini. Untuk para orangtua, jika anak Anda mengalami tanda-tanda seperti yang saya sebutkan di atas, segera bawa anak ke rumah sakit.

Saya berdoa semoga anak-anak kita tidak menjadi korban susu formula palsu. Akibat susu tiruan ini, Mikael masih dalam masa pemulihan dari merah-merah di wajah dan tubuhnya. 

Saya yakin ada bahan aktif dari susu formula palsu yang masih ada di tubuhnya dan belum keluar sepenuhnya. Insya Allah perlahan. Mohon doanya untuk Mikael.

Kecurigaan Seila bahwa susu yang diminum Mikael adalah susu formula palsu bermula dari berita ditemukannya sejumlah susu tiruan oleh pihak kepolisian Malaysia. Sekitar 210 boks susu Enfalac palsu ditemukan di sejumlah toko di Johor Bahru dan dipajang bersama dengan susu Enfalac yang asli.

Kejadian yang menimpa Mikael ini meningkatkan kewaspadaan kita saat membeli susu untuk anak. Belilah susu di supermarket terpercaya.

Bila Parents mencurigai anak alergi atau keracunan makanan, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semoga kasus susu formula palsu ini dapat segera terungkap.

 

Baca juga:

Bila ASI Tak Memungkinkan, Inilah Tips Memilih Susu Formula yang Tepat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.