Surat CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan kepada Putrinya

lead image

Kehadiran putri yang ditunggu-tunggu membuat CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan sesuatu untuk memajukan dunia. Bacalah ulasannya di sini.

Kelahiran putri CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan cukup menggemparkan dunia. Kebahagiaan pasangan ini bertubi-tubi diungkapkan melalui akun Facebook mereka.

Bayi perempuan bernama Maxima Chan Zuckerberg lahir beberapa hari lalu dengan berat sekitar 3,4 kg, adalah bayi yang telah lama mereka tunggu-tunggu.

Seperti yang telah kita ketahui, Priscilla telah mengalami keguguran beberapa kali dan akhirnya berhasil melahirkan Maxima, atau panggilannya Max.

Pada akun Facebooknya, CEO Facebook CEO Facebook Mark Zuckerberg menuliskan surat untuk putrinya yang berisi harapan-harapan ia pada dunia yang akan menjadi tempat hidup putrinya saat ini hingga masa mendatang.

Sebagian kritikus mengatakan surat terbuka ini lebih mirip pidato. Isinya memang panjang, kami hanya pilihkan beberapa bagian dari surat tersebut untuk kita semua.

Isi surat CEO Facebook Mark Zuckerberg kepada putrinya

“Aku dan ibumu belum memiliki kata-kata yang dapat mengungkapkan harapan yang engkau berikan kepada kami di masa mendatang.

Kehidupan barumu penuh dengan harapan, kami ingin engkau bahagia serta sehat sehingga dapat mengeksplorasi kehidupan dengan baik.

Seperti semua orangtua lainnya, kami ingin kamu tumbuh di dunia yang lebih baik daripada yang kami alami hari ini, di mana kesehatan membaik, kemiskinan berkurang, ilmu pengetahuan bertambah, dan orang terhubung satu sama lain.

Proses teknologi di setiap bidang seharusnya membuat kehidupanmu jauh lebih baik daripada yang kami miliki hari ini.”

“Kami akan melakukan bagian kami untuk membuat hal ini terjadi, bukan karena kami mencintaimu, tetapi karena kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk semua anak-anak di generasi mendatang.

Harapan kami untuk generasimu berfokus pada 2 ide: memajukan potensi manusia serta menegakkan persamaan (antar umat manusia).

Memajukan potensi manusia adalah memaksimalkan kemampuan hingga batas terjauh yang kita miliki.”

CEO Facebook Mark Zuckerberg melanjutkan suratnya dengan berbagai pertanyan yang membuat kita introspeksi diri:

“Dapatkan kamu belajar dan menggali pengalaman 100 kali lebih banyak daripada yang kami lakukan hari ini?
Dapatkan generasimu mengatasi berbagai penyakit sehingga hidup lebih lama dan lebih sehat?
Dapatkah kita menghubungkan dunia sehingga kamu dapat mengakses setiap ide, orang, serta kesempatan?

Dapatkan kita lebih memanfaatkan energi bersih agar kamu dapat menciptakan sesuatu yang belum dapat kami ciptakan tanpa merusak lingkungan?

Menegakkan persamaan antar manusia adalah memastikan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap semua kesempatan, tanpa memandang darimana ia berasal atau dilahirkan.

Dapatkah generasimu mengurangi kemiskinan dan kelaparan?
Dapatkah kita memberikan fasilitas kesehatan mendasar bagi setiap orang?

Dapatkah kita membuat komunitas yang baik dan bersahabat?
Dapatkah kita menumbuhkan hubungan yang baik, damai, dan penuh pengertian antar sesama bangsa?”

Mark juga menuliskan bahwa misi tersebut dapat dicapai dengan bantuan teknologi, terutama internet. Ia tuliskan bahwa saat ini lebih dari setengah penduduk dunia belum memiliki akses internet.

Padahal, internet dapat memberikan banyak pengetahuan di luar yang kita dapat dari sekolah, termasuk cara merawat anak dan mengatasi penyakit bila kita tinggal jauh dari dokter.

I just arrived in Indonesia and hiked up Borobudur to watch the sunrise. Tomorrow for Internet.org I’m looking forward to meeting with developers, operator partners and government leaders in Jakarta.

Posted by Mark Zuckerberg on Saturday, October 11, 2014

“Teknologi saja tidak cukup untuk memecahkan masalah. Membangun dunia yang lebih baik dimulai dengan membangun komunitas yang kuat dan sehat.

Anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik ketika mereka sehat. Kesehatan berawal dari: keluarga yang penuh cinta, nutrisi yang baik, serta lingkungan yang stabil.”

“Anak yang mengalami trauma sering memiliki tubuh dan pikiran yang kurang sehat. Penelitian menyebutkan bahwa perubahan fisik pada perkembangan otak dapat menurunkan kemampuan kognitif.

Ibumu adalah seorang dokter dan edukator, dan ia telah melihatnya sendiri (fenomena tersebut). Jika kamu memiliki masa kanak-kanak yang tidak sehat, kamu tidak dapat meraih potensi terbaikmu.”

Mark juga menuliskan bahwa bila kita masih risau akan apakah punya makanan untuk dimakan, memikirkan biaya sewa tempat tinggal, atau merasa tidak aman karena kejahatan, kita tidak akan meraih potensi terbaik yang kita miliki.

Begitu pula yang terjadi bila kita masih takut karena warna kulit kita berbeda, takut dilecehkan karena agama yang kita anut dan juga karena gender yang kita miliki.

Sebagai partisipasinya untuk membantu memajukan dunia. CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya mendirikan Chan Zuckerbert Initiative tepat di hari lahir putri mereka.

Mark juga menyumbangkan 99% dari share yang ia miliki di Facebook, yaitu sekitar 45 milyar USD untuk organisasi baru tersebut.

Parents, inilah salah satu contoh betapa kehadiran si buah hati sangat mengubah diri seseorang dan meluruhkan hatinya. Apakah Anda juga berubah setelah memiliki anak? Mari ceritakan di kotak komentar di bawah ini.