Merasa Belakangan Ini Suhu Udara Lebih Dingin? BMKG Ungkap Alasannya

Merasa Belakangan Ini Suhu Udara Lebih Dingin? BMKG Ungkap Alasannya

Merasa cuaca lebih dingin? Di beberapa daerah bahkan suhunya mencapai 12 derajat celcius. Ternyata hal inilah yang jadi penyebabnya.

Suhu dingin beberapa waktu ini sering dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Apakah Parents termasuk yang merasakannya juga? Biasanya, suhu sangat dingin akan terasa pada pagi hari dan malam hari, Parents pun sebaiknya memastikan si kecil tetap hangat.

Namun tahukah Parents apa yang menjadi penyebab suhu yang mendadak terasa sangat dingin?

Artikel terkait: Berbahayakah Jika Kaki Bayi Dingin? Ini yang Perlu Parents Tahu!

Suhu Dingin di Beberapa Daerah Indonesia, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Merasa Belakangan Ini Suhu Udara Lebih Dingin? BMKG Ungkap Alasannya

Belakangan ini banyak masyarakat yang mengaku kalau merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. Hawa yang dingin tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lain sebagainya. Kata ‘dingin’ pun sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter pada hari Minggu, 26 Juli 2020 lalu.

Tak seperti biasanya, suhu di berbagai daerah pun banyak yang berkisar di 12 hingga 16 derajat celcius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun menjelaskan bahwa suhu dingin yang dirasakan akhir-akhir ini merupakan tanda datangnya puncak musim kemarau.

Dilansir dari Kompas, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan bahwa semakin cerah langit di musim kemarau, maka semakin dingin udara dirasakan pada malam dan menjelang pagi hari.

“Saat musim kemarau, terutama saat menjelang puncaknya, langit terlihat cerah sepanjang hari baik siang maupun malam. Ini memuat radiasi matahari tidak terhalang dan masuk ke permukaan Bumi sehingga siang hari terasa hangat atau bahkan panas.

Sebaliknya, saat malam tiba, radiasi Bumi yang lepas ke angkasa luar dan radiasi yang diterima matahari nol. Pada kondisi ini, udara pada malam hari di puncak musim kemarau lebih dingin dibandingkan pada musim hujan,” papar Herizal menjelaskan.

Merasa Belakangan Ini Suhu Udara Lebih Dingin? BMKG Ungkap Alasannya

Artikel terkait: Alergi Dingin pada Anak, Bagaimana Gejala dan Penanganannya?

Faktor lain yang menyebabkan suhu dingin ini adalah kandungan uap air pada atmosfer yang rendah dan kecapatan angin dari wilayah selatan.

Prakirawan cuaca BMKG, Nanda Alfuadi menyebutkan bahwa kandungan uap air di atmosfer yang rendah di wilayah Indonesia selatan menyebabkan radiasi gelombang panjang dari Bumi menghangatkan atmosfer di lapisan bawah dan terlepas ke angkasa.

“Energi penghangat ini jumlahnya akan lebih kecil dibandingkan saat kandungan uap air di atmosfer tinggi,” ungkapnya.

Nanda pun menambahkan bahwa kondisi atmosfer yang kering diperkuat dengan kecepatan angin dari selatan yang kuat membuat seolah udara di Indonesia bagian selatan jadi lebih dingin.

“Suhu dingin masih bisa terus meningkat seiring masuk ke puncak musim. Diperkirakan Agustus dan awal September kondisi dingin akan semakin terasa di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” papar Nanda menjelaskan.

Pada bulan Juli ini, Australia sudah masuk musim dingin. Massa udara yang ada di Australia dingin dan kering, serta pergerakan massa udara ini ke Indonesia mengakibatkan penurunan udara yang cukup signifikan di malam hari. Fenomena ini disebut sebagai Monsoon Dingin Australia.

Menjaga Kesehatan di Saat Cuaca Dingin

Merasa Belakangan Ini Suhu Udara Lebih Dingin? BMKG Ungkap Alasannya

Udara yang lebih dingin bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kulit kering hingga penyakit pernapasan seperti flu atau batuk. Oleh sebab itu penting bagi Parents dan keluarga untuk menjaga kesehatan dengan lebih baik lagi di tengah suhu dingin seperti sekarang ini.

Mengutip dari Detik Health, Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH memberikan tips untuk mencegah penyakit di saat suhu dingin yaitu mengenakan pakaian yang hangat.

“Untuk mensiasati udara dingin kita harus menutupi badan kita agar udara dingin yang menyengat tidak langsung kontak dengan kulit kita. Gunakan jaket yang dapat menutupi seluruh tubuh, usahakan untuk menggunakan pakaian berlapis. Gunakan tutup kepala tambahan, kaus kaki tebal, dan sarung tangan selama berada di luar rumah,” papar dr. Ari.

Di suhu dingin tubuh rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan karena kita jadi jarang merasa haus.

Padahal kurangnya asupan cairan bisa berakibat buruk pada kesehatan. Dengan begitu, penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi.

Untuk melihat apakah asupan air yang kita dapat setiap harinya sudah cukup, dr. Ari menyarankan untuk melihat warna urine. Apabila urine keruh, maka kita harus meningkatkan konsumsi air lebih banyak lagi.

Dr. Ari menambahkan, “Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan minuman bersoda, karena bisa memperberat dehidrasi dan tubuh menjadi tidak tahan terhadap suhu dingin”.

Selain menggunakan pakaian hangat untuk menghalau udara dingin dan memastikan asupan cairan baik, Parents pun perlu menjaga pola makan dan mengonsumsi sayur serta buah agar daya tahan tubuh tidak menurun selama suhu udara dingin di beberapa daerah Indonesia saat ini.

Baca Juga:

Kulit gatal dan bentol karena alergi dingin? Ini cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner