Sudahkah Saya Menjadi Ibu Yang Baik?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Menjadi ibu yang baik, apakah ini tujuan hidup atau justru beban hidup kita? Seorang ibu mengungkapkan 'uneg-uneg'-nya kepada kita semua.

Lebih penting mana, menjadi ibu yang baik atau superhero wanita perkasa?

Lebih penting mana, menjadi ibu yang baik atau superhero wanita perkasa?

Menjadi ibu yang baik adalah harapan kita dan semua anggota keluarga kepada diri kita. Namun harapan itu kadang kala menjadi bumerang dan berubah menjadi sebuah beban, yaitu ketika pekerjaan rumah tangga tak kunjung habis, Anda sedang lelah dan anak-anak terus membuat ulah.

Kisah yang dituturkan seorang ibu bernama Rachel kepada theAsianParent berikut akan membuat Anda sadar bahwa Anda tidak sendiri.

Menjadi ibu yang baik tak semudah membalik telapak tangan

Pernah nggak sih kita para ibu, merasa sedih saat membuka kotak bekal anak sepulangnya ia dari sekolah? Sangat sedih, karena ia tak memakan satupun makanan yang dengan susah susah payah Anda siapkan di pagi buta?

Ia ternyata juga lupa menutup tempat minumnya dengan rapat, sehingga tas dan seluruh isinya basah kuyup.

Lantai rumah terasa lengket karena tumpahan susu, dan penuh  pasukan semut yang mengelilingi remah-remah biskuit atau sisa makanan anak yang terjatuh di lantai.

Anak-anak asyik bermain air di kamar mandi saat Anda sedang berbicara di telepon dan air berceceran di mana-mana.

Lalu mereka dengan entengnya melemparkan pakaian basah itu ke tumpukan baju kotor yang menggunung karena Anda tidak sempat mencuci pakaian sejak kemarin.

Lalu Anda pun terpancing emosi, marah dan akhirnya menyesal, serta bertanya dalam hati, apakah saya bisa menjadi ibu yang baik bagi mereka?





Batita Praremaja Usia Sekolah