Curiga diselingkuhi, seorang suami di Bali potong kaki istri di hadapan anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Suami macam apa yang tega melakukan hal seperti ini? Kejam!

Rabu sore itu (6/9), Kadek Adi Putra (36) merasa sangat gelap mata. Sebagai suami, ia tega potong kaki istri di depan anaknya yang berumur 9 tahun.

Kejadian potong kaki istri ini berlangsung di kamar kos sederhana di daerah Banjar Umabuluh, Canggu, Kuta, Utara ini terkadi pada pukul 17.30 WITA. Para tetangga yang tinggal di sebelah kosnya pun jadi ikut ketakutan.

Kejadian bermula dari pertengkaran keduanya. Saat itu, Kadek Adi curiga bahwa istrinya, Ni Putu Kariani (29) telah melakukan perselingkuhan.

Tuduhan tanpa dasar ini membuat pertengkaran makin sengit. Apalagi Kariani tak mau mengakuinya.

Saat itu, Kadek Adi langsung membawa pedang dan memotong kaki kanan istrinya terlebih dahulu kemudian membuang potongan kaki Kariani di halaman rumah. Setelahnya, Kadek Adi lanjut memotong kaki kirinya.

Ironisnya, aksi Kadek Adi ini dilakukan di depan Yoga, anak lelakinya yang masih duduk di kelas 4 SD. Saat melihat bahwa kaki ibunya sudah putus itulah, Yoga berteriak ketakutan dan menangis.

Teriakan Yoga membuat Kadek Adi yang gelap mata sadar. Kemudian, ia menggedor pintu rumah tetangga kosnya untuk meminta pertolongan.

Tetangganya tak ada yang berani membukakan pintu. Apalagi setelah mengintip ke luar rumah, Kadek masih membawa pedang yang berlumuran darah.

Akhirnya, tangisan Yoga membuat para tetangga memberanikan datang ke TKP. Mereka langsung menenangkan Kadek dan mengamankan pedangnya.

Saat ditemukan warga, kondisi Kariani sudah pingsan dan sangat lemas. Diduga, ia sudah kehabisan banyak darah.

Infomania mengutip kesaksian saksi mata yang menuturkan bahwa kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini berlangsung di kasur mereka. Terbukti dengan adanya darah yang terdapat di balik kasur.

Dengan motor Honda Vario, Kadek Adi sendiri yang akhirnya membawa sang istri ke klinik. Darah terus menetes dari rumah mereka ke klinik tempat Kariani dilarikan.

Polsek Kuta Utara yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi di kos sederhana itu. Kemudian pihak berwajib segera melakukan olah TKP di lokasi Kadek Adi potong kaki istri dan memeriksa para saksi.

Pemasangan garis polisi itu dimaksudkan agar tidak ada warga yang mendekat dan merusak TKP karena dapat dijadikan alat bukti. Apalagi di kos yang telah ditinggali keluarga Kadek selama 1 tahun itu terdapat banyak sekali darah.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu I Putu Ika Prawaba mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan Kadek Adi di Polres Badung. Sedangkan Kariani masih dirawat di RSUP Sanglah.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui siapakah yang merawat Yoga untuk sementara waktu. Karena ia pasti trauma melihat kejadian KDRT berat yang diterima oleh ibunya.

Sementara, motif kasus ini adalah cemburu buta. Polisi masih mendalami kasus ini lebih lanjut.

Hal yang perlu dilakukan jika mendengar ada KDRT di rumah tetangga

  1. Pahami bahwa KDRT bukanlah persoalan pribadi rumah tangga orang lain. Melainkan tindakan pidana.
  2. Jika terdengar teriakan histeris maupun pecahan barang-barang, segera laporkan ke nomor gawat darurat Kepolisian Republik Indonesia: 112. Jangan khawatir tidak punya pulsa karena ini adalah layanan bebas pulsa 24 jam.
  3. Jadilah relawan yang bisa menghubungkan anak dan korban KDRT dengan lembaga perempuan terkait di kota Anda agar korban dan anaknya bisa melakukan konseling dan mendapatkan rumah aman untuk sementara waktu.
  4. Jangan menyebabkan desas desus yang makin melukai hati korban.
  5. Jangan memotret dan menyebarkan foto korban yang dalam kondisi sanget mengenaskan ke media sosial tanpa izin.
  6. Jika takut menolong korban sendirian, bawalah pihak sekuriti, pak RT, jamaah masjid, atau siapapun yang bersedia mengamankan pelaku KDRT. Namun ingat bahwa jangan sampai main hakim sendiri.

Semoga kita jadi bagian dari orang yang ikut menciptakan lingkungan aman bebas kasus KDRT.

 

Baca juga:

Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

 





Berita