Suami memukul istri di halte bus, pantaskah dilakukan?

lead image

Sebuah video suami memukul istri di halte bis menjadi viral di Singapura, apa yang harus dilakukan jika Anda menjadi saksi kasus KDRT seperti ini?

Sebuah video yang menunjukkan seorang suami memukul istri menjadi viral di Singapura. Diketahui bahwa pasangan tersebut sedang menjalani proses perceraian ketika mereka berselisih dan akhirnya insiden pemukulan itu terjadi. 

Suami memukul istri di halte bus

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/husband beating wife 1 1.jpg Suami memukul istri di halte bus, pantaskah dilakukan?

Peristiwa ini terjadi di sebuah halte bus di Singapura, tepatnya di Block 408 Jurong West Street 42. Pada hari Minggu, 11 November 2018, keduanya tak sengaja bertemu di dalam bus sekitar pukul 4 sore.

Menurut laporan media setempat, wanita itu mengatakan sesuatu yang membuat suaminya marah dan memukulnya. Tampaknya, pria itu mendorong istrinya keluar dari bus hingga jatuh ke halte.

Seorang penumpang bus yang melihat kejadian itu, merekam saat suami memukul istrinya di bagian wajah sementara sang istri berusaha lepas dari cengkeraman suaminya.

Perempuan itu menderita luka-luka di bagian kepala dan tangan, dia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara suaminya yang melakukan kekerasan sedang dalam pemeriksaan kepolisian.

Artikel terkait: Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

Kasus suami memukul istri termasuk KDRT, apa yang harus dilakukan korban?

KDRT bisa terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau kekerasan psikologis. Dan KDRT ini tidak hanya bisa terjadi di dalam rumah di area pribadi, tapi juga di luar rumah. Kasus di atas adalah buktinya. 

Artikel terkait: Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

 

Selain korban, saksi juga bisa ikut melaporkan kasus KDRT agar tidak berlangsung terus menerus dan pelaku bisa segera dihukum.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk menolong korban KDRT:

  • Melapor ke polisi, dan minta korban melakukan visum untuk dijadikan sebagai bukti guna menjerat pelaku KDRT
  • Bukti yang cukup bisa menjadikan pelaku sebagai tersangka, dan dijerat pasal UU penghapusan KDRT
  • Minta perlindungan Komnas Perempuan

*** 

Bila Anda mengetahui orang yang dekat dengan Anda menjadi korban KDRT, jangan diam saja, bantu korban dengan melaporkan pelaku ke polisi. 

 

Sumber:  theAsianparent Singapura, Kantor Pengacara

Baca juga: 

Suami tega menyiksa istri di depan anak, apa dampaknya bagi si kecil?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.