“Suamiku Berhubungan Seks dengan Pelacur, Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Apa yang harusnya dilakukan seorang istri ketika mendengar bahwa suaminya telah berhubungan seks dengan pelacur saat bekerja di luar kota?

Seorang istri mengungkapkan kebingungannya dalam situasi yang serba sulit. Karena, sekembalinya dari perjalanan bisnis, sang suami membuat pengakuan mengejutkan bahwa ia sudah berhubungan seks dengan pelacur.

Di dalam pernikahan, kesetiaan adalah hal yang sakral dan harus dijaga. Tak hanya komitmen dengan Tuhan, suami istri berkomitmen dengan pasangan yang dipilihnya dengan bertujuan agar bisa hidup bersama sepanjang hayat.

Namun, bagaimana jika salah satu pihak mengkhianati komitmen tersebut dengan melakukan hal yang sulit ditoleransi? Harus dibawa kemana bahtera rumah tangga yang selama ini sudah terjalin?

Berikut ini adalah cerita pengakuan istri yang suaminya berhubungan seks dengan pelacur yang menyesakkan dada:

Saat itu adalah Minggu malam yang biasa. Anak-anak sedang bermain di taman.

Kami menantikan kedatangan suamiku dari perjalanan bisnisnya di Eropa. Anak-anak menghabiskan waktu mereka dengan menebak oleh-oleh apa yang akan dibawa ayah mereka dari luar negeri dan saya menyibukkan diri di dapur untuk membuat masakan favoritnya.

Sepertinya tidak ada yang salah, sebenarnya kami sangat senang karena pria di rumah kami akhirnya kembali setelah dua bulan lamanya dinas. Sekarang kita bisa pergi untuk nonton film pada hari Sabtu lagi dan makan es krim malam hari saat menjalani minggu-minggu yang membosankan.

Di malam kedatangannya, suami jadi lebih pendiam dan gugup. Aku pikir ia masih terpengaruh oleh jet lag setelah menempuh masa penerbangan yang panjang.

Dia memintaku untuk menyuruh anak-anak tidur lebih awal agar kami bisa bicara. Aku terkejut. Aku segera menyuruh anak-anak tidur dan mengikutinya ke kamar tidur.

Aku pikir, mungkin dia sangat merindukanku, sehingga itu membuatku tersipu. Tapi yang berikutnya terjadi, aku bagai tertimpa oleh sak satu ton batu bata.

Suamiku mengatakan kepadaku bahwa saat dalam perjalanan bisnis tersebut, dia berhubungan seks dengan seorang pelacur. Itu bukan sesuatu yang ia rencanakan atau disengaja.

Jelasnya, beberapa orang rekannya dan rata-rata mereka sudah menikah, memutuskan untuk pergi ke cafe yang menyediakan penari telanjang di sana.

Dia pikir, hal itu bukanlah sebuah kesenangan yang berbahaya untuknya. Pertunjukan itu menampilkan beberapa penari telanjang dan beberapa orang mulai memesan pelacur di sana.

Dia bilang, saat itu dia terlalu mabuk untuk bisa berpikir jernih dan ada wanita seksi yang memaksanya menginap.

Saat itu hormonnya mengambil alih semua emosi di dalam dirinya. Akhirnya ia menyerah.

Dia berjanji kepadaku bahwa itu adalah pengalaman satu-satunya dan ia berjanji tak akan mengulanginya lagi. Itulah sebabnya, dia memilih untuk mengakuinya.

Aku kehabisan kata-kata.

Aku bangkit dan pergi ke dapur untuk menangis tanpa suara. Aku menatap piring-piring kotor yang tadi kami buat.

Mungkin itu salahku.

Di saat seharusnya aku berdandan dan terlihat seksi di depan suamiku, aku malah sibuk sendiri di dapur seperti ini.

Setelah sepekan dalam keheningan yang tak menyenangkan, aku memutuskan untuk mengatakan kepadanya bahwa mungkin kita harus berpisah. Dia menolak ide itu dan mengatakan bahwa itu hanya kontak fisik semata dan berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi.

Aku tidak bisa tidur bersamanya lagi. Aku tahu bahwa aku akan terus memikirkan kesalahannya. Yang lebih buruk lagi, aku terus memikirkan bagaimana jika ia terus memikirkan pelacur seksi tersebut?

Dia telah mengaku bersalah. Dia juga telah kehilangan kesabarannya sehingga aku tidak dapat melupakannya.

Dia bahkan mencoba merayuku dengan banyak hadiah.

Tapi ada sesuatu di antara kita yang tidak dapat dipertahankan lagi. Aku tahu bahwa dia memilih untuk memberi tahuku meski dia bisa menyembunyikan rahasia itu dengan mudah.

Aku senang bahwa ia mau jujur dengan hal yang terjadi padanya saat itu. Tapi aku rasa, aku sudah hancur lebur di dalam dada.

Teman-temanku mengatakan bahwa aku harus memaafkannya dan bertahan dalam pernikahan ini. Tapi bagaimana aku bisa yakin bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi?

Mengapa wanita yang harus selalu berkompromi? Dan mengapa emosi sesaat di suatu malam merusak sebuah pernikahan yang sudah terjalin sekian lama?

Aku sedang berada di persimpangan jalan dan tersesat, jalan mana yang harus ditempuh?

Hidupku telah berubah karena suamiku tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Mengapa aku harus menderita karena orang lain lebih memilih kesenangan di atas kesetiaan?

Surat yang dimuat di theAsianparent Filipina ini menjadi pelajaran berharga untuk para suami bahwa kesucian pernikahan harus lebih diutamakan daripada kesenangan sesaat.

Kalau Anda jadi sang istri, apa yang akan Anda lakukan jika mendapati suami berhubungan seks dengan pelacur?

 

Baca juga:

Di Balik Ketegaran Seorang Istri yang Menulis Surat “Halo Selingkuhan Suami Saya”

 





Kisah Mengharukan