10 Strategi Agar Bunda Bisa Belajar Sambil Mengasuh Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Meski sudah punya anak, jangan ragu untuk eningkatkan kualitas diri dengan melanjutkan sekolah. Coba strategi ini agar dapat belajar sambil mengasuh anak.

Menjadi ibu bukan berarti berhenti untuk belajar. Justru, menjadi ibu adalah alasan utama mengapa seorang perempuan tak boleh menyerah sekalipun harus belajar sambil mengasuh balita.

Beberapa ibu memang harus menjalani kehidupan sebagai mahasiswa maupun bekerja. Belajar sambil mengasuh balita akan jadi tantangan tersendiri terutama bagi ibu baru.

Strategi di bawah ini akan membuat ibu bisa belajar sambil mengasuh anak. Simak strateginya:

1. Libatkan anak

Berikan penjelasan pada anak apa yang sedang Bunda lakukan. Katakan padanya mengapa Bunda harus melakukan hal tersebut.

Mereka memang tak akan menanggapi dengan jelas apa yang Bunda katakan, tapi bukan berarti mereka tak mengerti. Jika mereka mengoceh saat Bunda ajak bicara, maka itu adalah respon positif bahwa ia mulai belajar berempati untuk mengerti keadaan orang lain.

Artikel terkait: Pura-pura mengerti ocehan anak dapat membuatnya cerdas.

Anda juga bisa belajar dengan suara keras agar anak tidak merasa dicueki saat belajar. Atau, berikan mainan padanya agar ia sibuk dengan aktivitasnya sendiri selagi Bunda berkonsentrasi.

2. Gunakan waktu produktif

Setiap orang memiliki waktu produktifnya sendiri-sendiri. Bunda bisa menandai waktu di mana jam-jam tersebut pikiran akan lebih fokus dalam menyerap pelajaran.

Sebagian orang merasa pikirannya lebih produktif pada pagi hari. Sebagiannya lagi merasa lebih produktif pada malam hari ketika seluruh anggota keluarga sedang tidur.

Jika kegiatan belajar membuat Anda merasa khawatir dengan pekerjaan rumah, maka Bunda bisa belajar sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa disambi. Misalnya, belajar sambil mencuci dengan menggunakan mesin cuci.

3. Jadikan belajar sebagai rutinitas

Butuh waktu untuk memulai rutinitas baru. Jika Bunda mulai mendisiplinkan diri dalam menjalani rutinitas, anak juga akan mengikuti jadwal Bunda.

Misalnya, menjadwalkan sehari belajar 2 kali di jam-jam tertantu. Jika si kecil tetap tak memahami jadwal ibunya, ulangi lagi apa yang pernah Bunda katakan dulu mengenai mengapa Bunda harus belajar.

Lama kelamaan anak akan ikut terbiasa melhat ibunya yang sibuk belajar kok….

4. Berikan kegiatan padanya

Saat Bunda belajar, usahakan agar di waktu tersebut ia juga sibuk melakukan aktivitas lainnya. Misalnya, ia akan sibuk mewarnai, bermain puzzle, maupun memutar video youtube lewat IPad.

Artikel terkait: Referensi aplikasi edukatif untuk balita di Android dan IPad.

5. Sediakan makanan

Akan ada masa-masa di mana anak mulai caper dengan Bunda saat melihat ibunya tampak mengabaikannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, selalu sediakan makanan favoritnya agar ia merasa bahwa Bundanya telah menyiapkan segalanya untuknya.

Halaman selanjutnya: Mengatur durasi dan mencari mentor.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting