Tips Berhenti Merokok

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berhenti merokok sulit dilakukan, kecuali perokok memiliki tekad dan komitmen yang kuat. TheAsianParent berbagi tips bagi Anda yang ingin berhenti merokok.

 

berhenti merokok

Untuk berhenti merokok diperlukan komitmen yang kuat

Kita mungkin ingat adegan film The Good, The Bad and The Ugly yang menampilkan Client Eastwood sebagai koboi gagah yang mengepulkan asap sambil memegang segelas bir. Saat seseorang masuk dari pintu bar, dia menyeka mulutnya dengan lengan baju, mematikan rokoknya dan mengeluarkan pistol serta menembak si penyusup. Kemudian, dia mengeluarkan rokok lain dan mulai mengisapnya lagi. Gambaran kuat seperti itu menanamkan citra pada masyarakat bahwa merokok itu keren, sehingga sulit untuk berhenti merokok.

Mungkin semua perokok tahu efek buruk dari merokok, misalnya kanker paru-paru. Peringatan tentang rokok ditulis di setiap kemasan rokok dan di setiap iklan rokok. Banyak orang yang mencoba berhenti merokok tetapi gagal total, karena rokok membuat kita kecanduan nikotin.

Kecanduan nikotin dapat dibahas dari 3 faktor yang berbeda, yaitu fisik, psikologis dan sosial.

Faktor fisik

Ketika nikotin masuk aliran darah, nikotin terbawa sampai ke otak dan memacu pelepasan adrenalin dan dopamin. Adrenalin membuat perokok lebih waspada, sementara dopamin memberikan rasa kepuasan dan kesenangan. Rasa puas dan senang ini terjadi hanya beberapa menit, sehingga membuat perokok ketagihan ingin menyalakan rokok lagi.

Faktor psikologis

Nikotin berbeda dengan heroin dan kokain yang membawa penggunanya ke dalam kondisi ekstrim. Sebaliknya, nikotin membawa kembali penggunanya pada kondisi seimbang sehingga banyak yang merasakan rokok membantu mengontrol emosi, stres, rasa cemas, serta mengurangi kebosanan.

Faktor sosial

Sebagian besar orang membahas rokok dari faktor fisik dan psikologis. Namun sebenarnya faktor sosial juga berpengaruh penting  membuat seseorang kecanduan nikotin.

Pertama, gaya hidup atau kebiasaan adalah hal yang sangat berpengaruh. Pergi ke bar dengan teman, diskusi bisnis bersama rekan perokok, serta mencegah kantuk ketika mengemudi adalah rutinitas yang biasanya dilakukan perokok.

Kedua, meskipun larangan merokok sudah dipajang di mana-mana dan pemerintah membatasi iklan rokok, kita masih berada di lingkungan yang belum 100% bebas rokok.

Jadi bagaimana Anda berhenti merokok?

Pilihlah tanggal untuk berhenti merokok, dan kuatkan komitmen untuk berhenti di tanggal itu. Pilih tanggal yang mudah diingat, misalnya ulang tahun anak. Isilah waktu luang dengan berbagai kegiatan bersama keluarga, sehingga Anda tidak memiliki waktu untuk merokok.

Beritahu semua orang, termasuk teman-teman yang biasanya merokok bersama. Tujuannya, supaya mereka dapat mengingatkan Anda untuk tidak melanggar komitmen pribadi, serta tidak mengajak Anda merokok lagi.

Ada baiknya bila Anda mempunyai teman yang sama-sama ingin berhenti merokok, sehingga dapat saling berbagi informasi dan mengingatkan satu sama lainnya.

Menghindari godaan merokok

Hindarilah hal-hal yang menjadi godaan untuk merokok lagi, misalnya :

– Teman yang merokok

– Bar atau pub

– Buang semua rokok, asbak dan pemantik api di rumah, mobil dan tempat kerja

– Lakukan hobi baru misalnya ikut fitnes untuk mengisi waktu luang

– Bersihkan rumah atau mobil dari bau rokok

Cari bantuan

Jika berhenti merokok adalah sesuatu yang Anda tidak dapat dilakukan sendiri, carilah bantuan. Ada berbagai metode berhenti merokok yang tersedia : hipnosis, terapi laser, dll namun metode yang paling efektif diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah menggunakan terapi aurikularis.

Terapi ini adalah akupunktur yang merangsang titik-titik di permukaan telinga dengan mikroelektro rendah.  Rangsangan ini akan mengaktivasi hormon “Endorphin” di pusat dopamin otak. Hormon ini akan menutupi molekul nikotin yang secara otomatis menghentikan kecanduan nikotin.

Tingkat keberhasilan dari metode ini lebih dari 95% selama perokok bertekad kuat untuk berhenti merokok. Sebanyak 3 dari 4 perokok hanya perlu menjalani terapi 1 kali selama 20 menit. Terapi ini tidak dianjurkan bagi perokok yang menggunakan alat pacu jantung, menderita epilepsi, sering kejang atau dalam kondisi hamil.

Ingatlah anak-anak dan masa depan kita, berhenti merokok mulai sekarang!

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan ayah