Stop Menceritakan Sakitnya Proses Persalinan pada Ibu Hamil, Ini Sebabnya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sakitnya proses persalinan bisa dikurangi jika si ibu mendapatkan sugesti positif dan dukungan dari orang di sekitarnya.

Sakitnya proses persalinan hanya bisa diketahui oleh orang yang pernah mengalaminya, karena itu tak jarang ibu yang sedang hamil anak pertama bertanya tentang hal ini pada ibu yang telah memiliki anak. Namun, seringkali jawaban yang diberikan malah membuat ibu hamil ketakutan, hal ini dapat meningkatkan risiko kegagalan ibu saat melahirkan.

Milli Hill, penulis buku The Positive Birth Book (Buku Melahirkan Positif), menulis di laman Telegraph tentang proses persalinan yang sebenarnya tidak terlalu buruk.

Dia telah menjalani tiga kali proses persalinan normal, sehingga bisa menceritakan melalui pengalaman pribadi, bahwa proses persalinan tidak melulu tentang kontraksi yang menyakitkan.

Banyak sekali perempuan hamil anak pertama yang merasa takut menjalani proses persalinan, karena terlalu sering mendengar bahwa proses saat mendorong bayi keluar dari rahim sangatlah menyakitkan.

Saya bertanya-tanya, mengapa orang-orang tidak memberitahumu tentang jeda di antara setiap kontraksi, dimana kau tidak merasakan sakit sama sekali,” ujar Milli Hill.

“Berdasarkan pengalaman saya sendiri, dan juga beberapa ibu yang saya tanyai, pada waktu jeda di antara kontraksi, seringnya kau akan merasa luar biasa kuat, bersemangat, bahkan sangat senang. Hanya orang yang pernah menjalaninya yang akan mengerti hal ini.” Milli menambahkan.

Milli merasa penasaran, berapa lama waktu kontraksi yang membuat ibu melahirkan merasa sakit, dibandingkan dengan waktu jeda antara kontraksi. Milli pun mulai melakukan penghitungan, dan hasilnya cukup mengejutkan.

Pada rata-rata proses persalinan selama 8 jam, ibu akan mengalami rasa sakit hanya 23% dari waktu tersebut. 77% sisa waktunya si ibu tidak merasakan sakit sama sekali,” ungkap Milli.

Milli menambahkan, pada proses persalinan lama yang memakan waktu 36 jam, kontraksi datang dengan cepat dan berat. Namun si ibu tetap memiliki 60% waktu jeda antar kontraksi dimana ia tidak merasakan sakit sama sekali.

“Kenapa tidak ada orang yang mengatakan pada ibu hamil tentang 77% waktu tanpa rasa sakit ini?” Milli bertanya-tanya dengan gemas.

Pada proses persalinan, pikiran si ibu bisa sangat memengaruhi. Sebagai contoh, beberapa dokter anestesi menceritakan bahwa ada beberapa ibu yang berpikir bahwa dia telah diberikan suntikan epidural (obat pengurang rasa sakit), padahal si dokter belum memberikannya. Si ibu kemudian bisa menjalani kontraksi berikutnya dengan lebih baik, bahkan tidak merasakan sakit sama sekali.

Istilah yang kita gunakan untuk menceritakan proses persalinan juga memiliki efek yang sama. Misalnya, saat Anda bicara pada ibu yang bercerita bahwa melahirkan itu tidak sakit, kalimat 'menyakitkan' dan 'sangat kuat' seringkali diucapkan berulang-ulang.

Hal ini menunjukkan bahwa cara ibu bercerita dengan sensasi yang ia rasakan bisa sangat jauh berbeda. Karena si ibu sendiri tidak mampu mengungkapkan sensasi yang ia alami saat persalinan melalui kata-kata.

Seorang ibu di London bernama Melissa Carver menceritakan pada Milli, tentang sensasi yang ia rasakan pada saat menjalani persalinan.

“Saya mengalami proses persalinan yang menyenangkan, dan tidak menggunakan obat pengurang rasa sakit. Saya tidak merasa bahwa melahirkan itu sakit, tapi saya mengakui bahwa proses tersebut terasa sangat menguasai diri saya dan menegangkan di saat terakhir. Saya perlu untuk fokus ke dalam, merasakan dukungan, kemudian saya akan tenggelam pada semua sensasi yang saya rasakan dan menikmati pengalaman tersebut.”

Cara ibu diperlakukan saat melahirkan juga bisa menjadi penyebab mengapa persalinan terasa menyakitkan. Penny Simkin, seorang pakar persalinan menyatakan bahwa kalimat yang diucapkan pada ibu akan memengaruhi sakit yang ia alami. Ada perbedaan besar pada kata 'menderita' dan 'sakit'.

“Banyak ibu yang menderita saat melahirkan, karena mereka tidak dihargai, atau tidak diperlakukan dengan baik. Mereka tidak memiliki tempat bersandar, atau mereka merasa tidak dicintai, atau merasa sendirian. Bila seorang ibu tidak lagi bisa membedakan antara rasa sakit fisik dan penderitaan batin, maka kita telah gagal membantunya.” Penny Simkin menjelaskan panjang lebar.

Ina May Gaskin, seorang bidan terkenal di dunia menegaskan, “Jika seorang ibu tidak merasa seperti ratu saat melahirkan, itu artinya kita tidak memperlakukan dia dengan baik.”

Keadaan di sekeliling ibu, bagaimana suami dan para dokter memperlakukan si ibu saat melahirkan juga menjadi faktor penting.

Bila si ibu merasa depresi atau perasaan negatif lain saat melahirkan, seringkali mereka dianggap berespektasi terlalu tinggi pada proses persalinan. Semua kesalahan ditimpakan pada si ibu, dan semua orang yang terlibat dalam proses persalinan tersebut tidak dianggap bertanggung jawab.

Selama ini, pesan yang disampaikan tentang proses persalinan selalu menyatakan bahwa ibu akan mengalami penderitaan, ibu seharusnya merasa takut, jangan membuat rencana apapun, jangan berespektasi terlalu tinggi, karena semuanya diluar kuasa si ibu.

Sudah saatnya kita mengubah hal ini. Berikan pesan positif pada ibu hamil yang akan melahirkan, sehingga dia bisa merasa kuat, percaya diri, dan mampu melewati persalinan dengan baik.

Dukungan dan pemberian semangat dari suami, bidan, serta orang-orang yang terlibat dalam proses persalinan juga bisa membantu ibu lebih yakin menjalaninya.

Melahirkan adalah sebuah proses bertaruh nyawa demi kelahiran sang bayi, sudah seharusnya kita berusaha meringankan beban perasaan si ibu dengan memberinya semangat, dan dukungan yang ia perlukan.

Jadi, stop menceritakan bahwa proses persalinan itu menyakitkan pada ibu hamil yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. Sebaliknya, ceritakan perasaan bahagia tak terkira saat akhirnya bisa menggendong bayi tercinta.

 

Baca juga:

3 Fakta Tentang Ibu Melahirkan Cesar yang Harus Diketahui Semua Orang

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Melahirkan