Waspadai Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang Bayi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Spina Bifida adalah cacat lahir yang bisa menyebabkan komplikasi seperti kelumpuhan dan Hydrocephalus pada bayi yang baru lahir.

Semua orang tua pastinya ingin anaknya lahir dengan sehat tanpa masalah kesehatan apapun. Namun karena beberapa faktor yang terjadi sebelum dan pada masa kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir dengan kelainan, seperti cacat lahir spina bifida.

Spina Bifida adalah cacat lahir yang membuat tulang punggung bayi tidak terbentuk dengan semestinya. Akibatnya, saraf tulang belakang dan urat saraf yang terhubung dengan tulang belakang bayi menjadi rusak.

Kelainan ini terjadi pada akhir bulan pertama kehamilan, saat tulang punggung bayi terbentuk dan jaringan saraf yang terhubung dengannya mengalami perkembangan. Spina bifida bisa menyebabkan saraf tulang belakang bayi mencuat keluar hingga harus dioperasi.

Spina bifida jenis ringan biasanya tidak terlihat dan harus melalui pemeriksaan sinar X untuk mengetahui keberadaannya. Pada kasus yang parah, spina bifida bisa menyebabkan saraf dan tulang bayi menjadi lemah bahkan lumpuh.

sumber: cdc.gov

sumber: cdc.gov

Penyebab terjadinya spina bifida

Spina bifida berlangsung sejak bulan pertama kehamilan. Oleh karena itu, nutrisi ibu selama masa kehamilan sangat penting untuk mencegah terjadinya kelainan ini.

  1. Kekurangan asam folat. Asam folat adalah nutrisi yang penting dalam pembentukan dan perkembangan sel dan jaringan saraf pada bayi. Kekurangan asam folat sebelum dan selama trimester pertama kehamilan bisa meningkatkan resiko ibu hamil memiliki bayi dengan spina bifida dan cacat tabung saraf.
  2. Konsumi obat selama hamil yang mengganggu sistem alami tubuh ibu untuk memproduksi asam folat. Ibu hamil penderita epilepsi yang mengonsumsi obat untuk mengurangi kejang-kejang juga berisiko memiliki bayi dengan spina bifida.
  3. Jenis kelamin. Spina bifida lebih sering terjadi pada bayi perempuan
  4. Ras. Ras kulit putih dan hispanik diketahui lebih berisiko terkena cacat lahir spina bifida.
  5. Memiliki hubungan keluarga dengan penderita kelainan tabung saraf. Bayi yang memiliki sejarah keluarga dengan menderita spina bifida berisiko lebih tinggi mengalami kelainan ini.
  6. Obesitas. Masalah obesitas sebelum kehamilan berlangsung bisa meningkatkan resiko bayi mengalami kelainan tabung saraf tulang belakang, termasuk spina bifida.
  7. Diabetes. Ibu hamil yang mengalami diabetes dan tidak mengontrol kadar gula darahnya berisiko melahirkan bayi dengan kelainan spina bifida.
  8. Hyperthermia. Suhu tubuh ibu yang sangat tinggi selama minggu-minggu awal kehamilan bisa meningkatkan resiko bayi cacat lahir dengan spina bifida.

Jenis Spina Bifida

1. Spina bifida oculta

Jenis ini adalah yang paling tidak berbahaya, seringkali tak diketahui karena cacat pada tulang belakang tidak terlihat dari luar. Tetapi pada bagian dimana saraf tulang belakangnya tertambat pada jaringan sel akan terlihat berambut, tanda lahir atau lesung di sekitar tulang ekornya. Bayi dengan spina bifida jenis ini biasanya tidak memiliki masalah kesehatan jangka panjang.

2. Spina bifida aperta

Jenis ini masih dibedakan menjadi dua lagi:

Meningocele, kelainan jenis ini menyebabkan sel meninges, yakni membran sel yang menutupi dan melindungi saraf tulang belakang serta otak terdorong keluar melalui celah di tulang belakang.

Akibatnya, terdapat sebuah kantong berisi cairan yang muncul di bagian kepala, leher, atau punggung bayi. Bayi yang memiliki spina bifida jenis ini bisa mengalami masalah kesehatan serius jika saraf di tulang belakangnya rusak. Kantong meningocele bisa dihilangkan melalui operasi.

Mylomeningocele. Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Kanal tulang belakang bayi terbuka, sehingga menyebabkan sebuah kantong berisi sel membran dan saraf tulang belakang yang menonjol di bagian punggung.

Jenis-jenis spina bifida. sumber: cdc.gov

Jenis-jenis spina bifida. sumber: cdc.gov

Komplikasi

Bayi dengan spina bifida akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan anggota badan, sel saraf yang lemah menyebabkan tulang dan otot tidak bisa bekerja dengan baik hingga bisa menyebabkan kelumpuhan.

Selain itu, beberapa kelainan juga muncul akibat spina bifida seperti hydrocephalus yang diakibatkan oleh penumpukan cairan di dalam otak. Gangguan kesehatan seperti masalah pada usus dan kandung kemih, juga infeksi pada jaringan otak yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit meningitis.

Penanganan dan Perawatan

Berkonsultasi dengan dokter mengenai cara terbaik merawat bayi dengan spina bifida bisa membantu. Umumnya, perawatan diperlukan jika bayi mengalami gejala komplikasi yang parah dari spina bifida yang dideritanya.

Anak yang menderita spina bifida oculta biasanya tidak memerlukan perawatan khusus.

Beberapa anak yang menderita komplikasi kandung kemih mungkin memerlukan bantuan kateter untuk buang air, hal ini juga mencegah infeksi pada ginjal.

Bagi anak yang menderita kelumpuhan karena spina bifida akan memerlukan kursi roda dan terapis fisik untuk melatih fungsi anggota badannya.

Beberapa hal berikut juga bisa menjadi panduan bagi Anda untuk merawat anak yang mengalami spina bifida.

  • Bantu anak tetap aktif, bangun kepercayaan dirinya bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang ia inginkan tanpa bantuan orang lain sesering mungkin.
  • Untuk mencegah sembelit, bantu dia untuk meminum banyak cairan dan makan makanan mengandung banyak serat.
  • Bagi anak yang mengalami kelumpuhan pada anggota badan, Anda perlu memeriksa tubuhnya secara berkala untuk melihat apakah ada luka atau tidak. Akibat dari kelumpuhan bisa membuat anak tidak merasakan bahwa ia terluka yang bisa mengarah ke infeksi.
  • Memeriksakan mata anak, karena spina bifida juga bisa menyebabkan otot mata menjadi lemah.
  • Spina bifida bisa membuat penderitanya alergi pada bahan latex, jauhkan anak Anda dari produk yang mengandung bahan tersebut.
  • Saat anak siap memasuki usia sekolah, bicarakan dengan rinci kebutuhan khususnya dengan guru yang akan mengajarnya.

Pencegahan

Spina bifida bisa dicegah dengan mengonsumsi asam folat yang cukup selama trimester pertama kehamilan. Asupan asam folat sedini mungkin sejak sebelum kehamilan bisa menekan risiko bayi lahir dengan spina bifida.

Hindari mengonsumsi alkohol jenis apapun selama masa kehamilan yang bisa meningkatkan risiko bayi dengan cacat lahir. Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat-obatan.

Saat Anda hamil, pastikan suhu tubuh Anda tetap normal. Saat Anda demam tinggi, segera hubungi dokter untuk memberikan obat yang aman bagi janin.

Spina bifida bisa dideteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap bayi Anda. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan CT-scan dan MRI setelah bayi lahir.

Tugas menjadi seorang ibu dimulai jauh sebelum bayi dilahirkan, jika Anda sedang mempersiapkan kehamilan, mulailah mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti telur, jus jeruk, dan sayuran yang berwarna hijau tua.

Anda juga bisa minum multivitamin yang mengandung asam folat. Yang paling penting, pastikan Anda berada dalam kondisi tubuh yang sehat saat merencanakan kehamilan.

 

Referensi: webmd.com, mayoclinic.org, kidshealth.org, cdc.gov

Baca juga:

Yang Harus Dilakukan Jika Bayi Lahir dengan Cacat Lahir (Birth Defect)





Kesehatan