Hati-hati, Cuci Rambut di Salon Bisa Jadi Pemicu Stroke

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Siapa sangka keramas di salon bisa menjadi pemicu penyakit yang cukup mematikan ini. Tapi sebelum khawatir berlebih, simak penjelasan dokter berikut.

Sebagai perempuan, perawatan tubuh ke salon adalah hal yang tidak asing lagi. Namun, bagaimana jika kebiasaan ke salon dapat memicu penyakit yang dinamakan sindrom stroke salon kecantikan?

Sindrom stroke salon kecantikan berasal dari istilah Beauty Parlor Stroke Syndrome. Sindrom ini adalah kondisi langka di mana arteri tulang belakang sobek saat mengulurkan leher terlalu panjang ketika sedang mencuci rambut.

Akibatnya bisa fatal. Terjadi pembekuan darah yang menghalangi aliran darah ke otak. Karena itulah, orang yang terkena sindrom ini mendadak akan mengalami kondisi stroke di mana separuh atau sebagian tubuhnya lumpuh dan mati rasa.

Dr. Richard Bernstein mengatakan bahwa kegiatan mencuci rambut di salon bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya parlor stroke syndrome, tetapi saat tubuh ngolet, pemijatan tertentu, atau saat tubuh melakukan peregangan, maka secara tak sengaja tulang belakang dan leher bisa mengalami disesi hingga sobek.

Namun, umumnya pasien ke rumah sakit karena mengeluhkan sindrom stroke salon kecantikan ini. Sehingga nama penyakitnya pun terkait erat dengan penyebabnya.

Dr. Clifford Segil yang terbiasa menangani pasien dengan keluhan tersebut berkata pada CBS, untuk menghindari terjadinya peregangan, sebaiknya menaruh bantalan di leher dan usahakan agar kemiringan leher dan kepala tak lebih dari 20 derajat.

Kemungkinan stroke saat cuci rambut di salon. Sumber foto: thedoctorstv.com

Kemungkinan stroke saat cuci rambut di salon. Sumber foto: thedoctorstv.com

Hal berbeda dikatakan oleh Richard Bernstein, direktur perawatan stroke komperehensif Northwestern Memorial Hospital di Chicago. Kepada the Atlantic, ia menegaskan orang-orang untuk tidak perlu khawatir saat tidur.

Selain karena penyakit sindrom stroke salon kecantikan ini sangat jarang terjadi saat tidur. Menurutnya juga tidak ada trik khusus untuk menghindarinya.

"Lagipula, jika sebuah penelitian medis mengatakan bahwa akan ada efek samping dari tidur, maka bukan berarti kita jadi nggak tidur sama sekali kan?" tanyanya retoris.

Ia juga mengungkapkan, bahwa peringatan dokter mengenai sindrom stroke salon kecantikan ini seperti adanya peringatan medis seperti 'jangan suka ngorok, nanti gampang kena stroke', "kalau mendengar itu, kita jadi takut dan khawatir dengan peringatan itu. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Nyaris tak ada."

Mewaspadai sebuah penyakit yang terjadi dari kegiatan sehari-hari yang tampak sepele memang penting. Tapi bukan berarti kita jadi serba takut melakukan apapun ya, Parents...

Bagaimanapun, kita harus tahu bagaimana caranya untuk tetap berhati-hati, apapun kegiatannya.

 

Baca juga:

10 Kemewahan Hidup yang Hanya dimengerti Ibu Rumah Tangga

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita