Mengenal Kelainan Sindaktili, Kondisi Jari Dempet yang Bisa Dialami Bayi

Mengenal Kelainan Sindaktili, Kondisi Jari Dempet yang Bisa Dialami Bayi

Dari beberapa kelainan yang mungkin dialami bayi baru lahir, Parents juga patut mengatahui kelainan sindaktili.

Parents mungkin jarang mendengar istilah atau kondisi sindaktili. Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa sindaktili adalah kelainan atau cacat bawaan pada bayi baru lahir yang membuat kondisi jarinya saling melekat atau dempet.

Kondisi ini membuat jari bayi dempet, bisa melibatkan dua jari atau lebih, sehingga telapak tangan atau kakinya berbentuk seperti kaki bebek (webbed fingers). Pelekatannya ada yang hanya sepertiga dari jari, tapi ada juga yang sepanjang jari.

Pelekatan juga bisa hanya terjadi di jaringan kulit, tendon (jaringan lunak), bahkan di kedua tulang jari yang bersebelahan. Lantas, faktor apa yang membuat bayi baru lahir mengalami kondisi ini?

Artikel Terkait : 5 Kelainan kromosom pada bayi yang harus diwaspadai ibu hamil, ini cara deteksinya

Sindaktili adalah Kondisi yang Mungkin Dialami Bayi Baru Lahir, Apa Penyebabnya?

sindaktili adalah

Menurut National Center for Advancing Translational Sciences, selama janin berkembang di kandungan Bunda, awalnya tangan tumbuh dengan bentuk lonjong. Seiring perkembangannya, jari-jari akan terpisah satu demi satu, hingga berjumlah lima di masing-masing tangan dan kaki.

Proses pemisahan jari-jari umumnya terjadi pada usia kehamilan enam atau tujuh minggu. Pada bayi yang alami sindaktili, selama masa perkembangan itu, ada satu atau lebih jari-jari tangan maupun kaki yang berpisah. Jari-jari itu masih saling menempel dan seolah dilapisi oleh selaput.

Adapun faktor penyebabnya yaitu cacat genetik atau bawaan yang diturunkan dari orangtua kepada anak. Lalu, kelainan sindaktili dapat juga disebabkan oleh paparan lingkungan, atau kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan selama kehamilan.

Pada beberapa kasus tertentu, sindaktili adalah kelainan yang disertai dengan sindrom genetik lain. Misalnya, down syndrome, sindrom Polandia, sindrom Apert, atau sindrom Holt-Oram.

Artikel Terkait : Kelainan hygroma cystic pada bayi baru lahir, Bunda wajib tahu!

sindaktili adalah

Sementara itu, mengutip dari situs Hellosehat, normalnya ketika si kecil masih berada di dalam kandungan, ada sejumlah gen yang berfungsi memerintahkan deretan sel di antara dua jari agar memisah dengan sempurna.

Akan tetapi, pada bayi yang mengalami kelainan sindaktili, gen tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari si kecil tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari seperti pada umumnya.

Apabila Parents memiliki buah hati dengan kondisi sindaktili, maka harus waspada. Pasalnya, sindaktili adalah kelainan yang bisa saja mengganggu serta menghambat proses tumbuh kembang bayi.

Hal itu karena jari yang dempet dapat menghambat pertumbuhan jari dari gerakan jari-jari lain di sampingnya. Parahnya, bila tidak segera diatasi, sindaktili berisiko mengganggu perkembangan mental buah hati Parents.

Cara untuk Mendiagnosis Kondisi Sindaktili

Mengenal Kelainan Sindaktili, Kondisi Jari Dempet yang Bisa Dialami Bayi

Melansir dari situs Kids Health, kemungkinan sindaktili dapat diketahui sejak si kecil masih berbentuk janin, yakni dengan melakukan pemeriksaan USG. Namun, jika bayi sudah lahir, sindaktili dapat didiagnosis secara langsung.

Selama berlangsungnya pemeriksaan bayi baru lahir, dokter juga akan memeriksa beberapa tanda lain apakah buah hati Parents memiliki kondisi lainnya yang lebih kompleks atau tidak. Kemungkinan dokter pun akan melakukan pemeriksaan rontgen untuk hasil lebih jelas.

Tujuan pemeriksaan tersebut untuk melihat apakah tulang-tulang jari bayi saling bergabung, atau hanya kulit dan jaringan lunaknya yang menyatu. Apabila bayi memiliki kondisi lebih kompleks berkaitan dengan sindaktili, maka akan dilakukan pemeriksaan lain untuk mencari tahu cara penanganan yang tepat.

Pengobatan untuk Kelainan Sindaktili

sindaktili adalah

Pada kasus sindaktili, jari-jari bayi yang tumbuh tidak biasa, bisa saja dokter menyarankan penanganan dengan cara operasi atau pembedahan untuk memisahkan. Sejauh ini, cara itulah yang bisa dilakukan. Operasi dapat membantu bayi agar bisa menggunakan jari-jarinya dengan benar.

Umumnya, operasi penanganan sindaktili dilakukan ketika usia bayi 1 tahun hingga 2 tahun. Proses operasinya tergantung dari berapa banyak jari yang melekat. Hal itu untuk mencegah adanya komplikasi pada luka dan menghindari perdarahan di jari yang akan dipisahkan.

Setelah pemisahan dilakukan, mungkin dibutuhkan cangkok di jari-jari kulit untuk menutupi sebagian luka. Proses ini biasanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

Mungkin terdengar agak mengerikan bagi Parents, di umur si kecil yang masih belia, tapi sudah harus menjalankan operasi. Namun, semakin cepat dioperasi, maka akan semakin baik.

Jika dibiarkan begitu saja dapat berdampak kepada perkembangan motorik halus si kecil ke depannya. Lagi pula, penanganan yang akan dilakukan tentu disesuaikan dengan kondisi si kecil.

Lantaran sindaktili adalah kondisi yang bisa memengaruhi tumbuh kembang si kecil, maka penting bagi orangtua untuk berkonsultasi dan memeriksakannya kepada dokter.

Baca Juga :

10 Penyakit yang bisa dialami bayi baru lahir, Parents perlu waspada nih!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner