Bayi bisa alami asam lambung tanpa disadari, apa gejalanya?

lead image

Refluks pada bayi memang terdengar tidak asing. Namun, apa jadinya jika bayi Anda mengalami silent reflux yang seringkali tidak terlihat?

Refluks pada bayi mungkin terdengar tak asing bagi Anda. Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan yang dialami bayi Anda jika mengalami refluks. Tanda-tandanya pun cukup jelas. Tapi, bagaimana jika anak mengalami silent reflux atau asam lambung yang datang diam-diam atau tanpa disadari? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Apa itu refluks pada bayi?src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/silent reflux lead 4.jpg Bayi bisa alami asam lambung tanpa disadari, apa gejalanya?

Pertama-tama, yuk kenali dulu apa itu refluks pada bayi!

Pada bayi yang berusia lebih muda, refluks terjadi ketika makanan kembali naik (refluks) dari perut mereka. Kondisi ini biasanya membuat bayi gumoh atau muntah.

Refluks pada bayi juga dikenal sebagai gastroesophageal reflux (GER). Kondisi ini terjadi karena pada bayi yang berusia lebih muda, cincin kecil otot antara lambung dan kerongkongan belum matang dan belum berfungsi sepenuhnya. Istilahnya, seperti katup yang tidak menutup dengan benar. 

Ketika tidak menutup dengan benar, isi perut akan mengalir ke luar. Kondisi itulah yang menyebabkan  muntahan. Kondisi ini tentu membuat sangat tidak nyaman. Ditambah lagi, asam lambung juga bisa keluar, disertai dengan keluarnya ASI. Selain itu, terlalu lama tidur telentang juga mampu meningkatkan risiko bayi mengalami refluks.

Namun kabar baiknya, refluks bisa sembuh dan menghilang saat bayi Anda berusia sekitar 18 bulan. Hal ini karena perkembangan otot antara perut dan kerongkongan bayi sudah makin sempurna.

Hati-hati dengan silent reflux 

Anda tentu sudah mengetahui apa yang menyebabkan refluks dan apa yang terjadi ketika bayi mengalaminya. Refluks pada bayi ditandai dengan keluarnya isi lambung.

Namun ketika bayi mengalami silent reflux, kondisinya akan sedikit berbeda. Kondisi ini terjadi karena bayi dengan silent reflux atau refluks diam akan tetap menelan ASI yang mengalir keluar dari perutnya, mereka tidak memuntahkannya.  

Jadi, jika Anda melihatnya menelan ketika tidak ada ASI di mulutnya, bisa jadi ia sedang mengalami silent reflux.

Silent reflux juga dikenal sebagai refluks laringofaring (LPR). Menurut Web MD, gejala-gejala dari refluks laringofaring pada bayi mungkin akan mengalami kondisi-kondisi berikut:

– Suara serak

– Sering batuk

– Sensasi terbakar di tenggorokan

– Gangguan saluran napas atau asma

– Kesulitan menelan

– Kesulitan menambah berat badan

Artikel terkait: Mengatasi Bayi Muntah

Sama seperti refluks biasa, silent reflux juga akan hilang dengan sendirinya pada saat bayi Anda berusia sekitar 18 bulan. Namun jika tidak juga membaik, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter ya, Bun!

 

Dilansir dari artikel Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/ini-penyebab-bayi-sering-cegukan-dan-cara-mencegahnya/ 


 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.