Mengapa Wanita Sering Menangis Saat Hamil?

Kuasai diri Anda sekarang juga dengan mengikuti tips anti menangis saat hamil versi kami berikut ini!

Wajarkah bila saya sering menangis saat hamil? Wajarkah bila saya sering menangis saat hamil?

Kehadiran buah hati adalah sesuatu yang dinanti semua pasangan yang baru saja berkomitmen untuk membentuk sebuah keluarga. Jika benih yang ditebar telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kebahagiaan sudah seharusnya mewarnai hari-hari Anda. Namun bagaimana jika yang terjadi adalah sebaiknya? Anda mendadak menjadi cengeng, dan tiada hari yang terlewat tanpa menangis saat hamil.

Kami berusaha menelusuri apakah kaitan antara menangis saat hamil dengan perubahan hormon yang terjadi pada fase ini.

Mengapa wanita sering menangis saat hamil?

Menangis saat hamil kadang tak bisa dikontrol dan terjadi begitu saja, dan ini sangat wajar dialami oleh para ibu hamil selama trimester pertama. Dan fase ini akan terasa sangat berat terutama jika Anda sedang mengandung anak pertama. Perubahan hormon yang sedang terjadi mengakibatkan Anda merasa bahagia dan mendadak merasa sedih tanpa alasan.

Seringnya Anda menangis saat hamil bisa juga diakibatkan oleh depresi. Beberapa situasi yang terjadi di lingkungan sekitar Anda seperti tinggal berjauhan dengan suami, kurang mendapat perhatian dari keluarga terdekat atau kehamilan di luar rencana bisa membuat ibu hamil merasa stres dan berujung depresi.

Pada minggu-minggu pertama kehamilan ibu hamil biasanya merasa sulit tidur. Dan hal ini bisa juga menjadi penyebab ia merasa lelah, sehingga mengalami ketidakseimbangan emosi dan sering menangis saat hamil.

Bagaimana agar Anda tidak terlalu sering menangis saat hamil?

Suasana hati yang sering berubah dan tangisan yang tak henti-hentinya mungkin membuat Anda menyerah. Anda mungkin tak bisa menghilangkan sama sekali dampak perubahan hormon karena setiap kehamilan pasti akan disertai dengan gejala ini. Namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi frekuensi menangis saat hamil.

1. Tidur

Jam tidur yang cukup akan membantu menyeimbangkan kembali hormon dalam tubuh. Jika Anda sering sulit tidur di malam hari karena nyeri punggung yang Anda rasakan, hindari tidur di siang hari atau sama sekali tidak tidur siang agar Anda mengantuk di malam harinya.

2. Santai

Buanglah semua pikiran negatif dan bersantailah. Jangan biarkan prasangka buruk menguasai diri Anda dan membuat Anda menangis.

3. Curhat

Jangan malu mengungkapkan kegelisahan Anda. Curhat kepada seorang sahabat bisa sedikit meringankan kegalauan yang Anda rasakan. Jika Anda tinggal jauh dari keluarga maupun teman-teman, ini saatnya Anda memanfaatkan sosmed untuk curhat. Tapi jangan memposting curahan hati Anda di timeline, cukup melalui fasilitas chatting saja.

Satu hal yang perlu Anda ingat, buah hati dalam rahim Anda menelan makanan yang Anda makan dan juga merasakan apapun yang Anda rasakan, termasuk kesedihan. Tegakah Anda membiarkan si janin merasa sedih, bahkan sebelum ia dilahirkan dan melihat dunia? Maka dari itu, tabahkanlah hatimu selalu, Bunda.

Baca juga :

Bayi Rewel? Mungkin Emosi Ibu Penyebabnya!

Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu