Seorang Ibu Dipisahkan dari Bayinya yang Masih Menyusui di Bandara

lead image

Kebijakan Donald Trump melarang muslim masuk Amerika merugikan banyak orang, seorang ibu asal Sudan dipisahkan dari bayinya yang masih menyusui meskipun ia adalah penduduk tetap di Amerika.

Kebijakan Donald Trump yang melarang muslim masuk Amerika telah menuai kontroversi sejak lama, kini setelah ia resmi jadi presiden, penduduk imigran muslim di Amerika yang memiliki ijin tinggal sah juga terancam keberadaannya.

Salah satunya dialami oleh seorang ibu asli Sudan yang dipisahkan secara paksa dari bayinya yang baru berusia 11 bulan. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu lalu di Bandara Dallas-Forth Worth, ibu dan bayi dilarang bertemu selama berjam-jam.

Dilansir dari situs scarymommy.com, sang ibu merupakan penduduk legal di Amerika, sementara bayinya belum memiliki status kewarganegaraan Amerika. Bayi tersebut ditahan sendirian, sang ibu tidak bisa menyusui ataupun menenangkan bayinya.

Sementara pengacara mereka berjuang keras agar bayi yang sungguh masih kecil itu bisa segera dilepaskan dan tidak dideportasi.

Kebijakan Donald Trump yang merugikan

Keputusan presiden yang ditandatangani Donald Trump pada Jumat lalu sudah mengganggu kehidupan banyak orang, kebijakan melarang muslim masuk Amerika ini merugikan banyak pihak. Banyak orang yang ditahan selama berjam-jam, dikeluarkan dari pesawat, bahkan diusir dari bandara saat mencoba pulang ke Amerika Serikat.

Banyak keluarga yang terpisah secara paksa, karir diputus, ribuan orang menghadapi masa depan yang tidak pasti. Padahal mereka memiliki visa dan ijin tinggal yang sah di Amerika, bahkan ada yang sudah berstatus penduduk tetap.

Pada larut malam, empat hakim federal datang untuk menengahi. Mereka mencegah terjadinya deportasi pada penduduk tetap dan penduduk yang memiliki visa agar mereka tidak dikirim kembali ke negara asal mereka. Hal ini memicu wajah hukum yang buruk di mata semua orang.

Para pengacara berjuang agar klien mereka tidak dideportasi secara ilegal dari Amerika Serikat. Di tengah semua kekacauan itu, seorang pengacara dari Texas membagikan kemarahannya saat dia berjuang mempersatukan ibu dan bayi dari Sudan itu.

Perjuangan pengacara membebaskan ibu dan bayi

Pengacara bernama Andrew Strong itu membagikan kemarahannya lewat status di Facebook selagi ia berjuang agar ibu dan bayi yang menjadi klieannya bisa dilepaskan. Dia menulis:

Jika sesuatu terjadi di sebuah toko dimana seorang anak dipisahkan dari ibunya dan tidak diperbolehkan menyusui, kita akan marah-marah dan menuntut tidak hanya permintaan maaf tapi juga pelatihan pada seluruh karyawan dan staf toko tersebut. Perusahaan ini akan dibuat malu dan diserang sampai mereka menyerah, menyembah-nyembah pada keluarga korban dan massa, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

Tapi ini bukan perusahaan, ini bukan toko. Ini adalah Pemerintah Amerika Serikat. Negaraku melakukan hal mengerikan ini pada penduduk Amerika.

Setelah diberikan ijin tinggal oleh hakim federal, Andrew berhasil membebaskan kliennya sekaligus menyatukan ibu dan bayi tersebut. Wajar saja jika ada hukum yang berbeda saat penguasanya telah berganti, bisa dimaklumi jika para petugas imigran mengalami kebingungan.

Namun apakah memisahkan ibu dengan bayinya yang masih menyusui itu perlu? Tidak ada hal yang bisa didapatkan dari tindakan tersebut. Para penegak hukum memang bertugas menaati perintah dan kebijakan yang berlaku, tapi tidak menjadi alasan untuk mereka memperlakukan orang lain semena-mena.

Peristiwa ini layak mendapatkan simpati kita, bahwa saudara-saudara muslim kita di Amerika sana sedang mengalami diskriminasi besar-besaran. Seharusnya hal ini bisa menjadi pelajaran, agar kita juga tak melakukan hal yang sama pada penganut agama yang berbeda di Indonesia.

 

Baca juga:

Seorang Ibu Menyumbangkan 67 Kilogram ASI, Setelah Bayinya Meninggal Dunia