Pilu, Usai Menikah Pria Ini Kehilangan Istri dan Mertuanya

Pilu, Usai Menikah Pria Ini Kehilangan Istri dan Mertuanya

Istri, ibu dan bapak mertua meninggal dunia setelah terindikasi terinfeksi COVID-19.

Pernikahan seharusnya menjadi momen yang membahagiakan. Namun, pernikahan yang belum lama ini diadakan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah justru berubah pilu setelah sekeluarga meninggal habis hajatan.

Bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Tertular COVID-19, Sekeluarga Meninggal Habis Hajatan

sekeluarga meninggal habis hajatan

Sumber: Shutterstock

Kesedihan tengah menyelimuti seorang mempelai pria asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, hanya selang beberapa hari setelah menikah, istri dan mertuanya meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19.

Almarhumah istrinya, LD yang berusia 28 tahun meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menderita sesak napas. Meski demikian, hasil tes COVID-19 yang dijalani oleh LD belum sempat keluar sehingga belum diketahui apakah ia positif corona.

LD mengalami sesak napas pada tanggal 26 Oktober 2020, dua hari pasca resepsi pernikahannya yang digelar pada tanggal 24 Oktober 2020.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Moewardi Solo dan menjalani rawat inap selama seminggu sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Sedih, Remaja Ini Tinggal Seorang Diri Setelah Keluarga Meninggal karena COVID-19

Sekeluarga Meninggal Habis Hajatan, Pengantin Perempuan Punya Riwayat ke Jakarta

sekeluarga meninggal habis hajatan

Sumber: Shutterstock

LD yang merupakan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe ternyata memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta beberapa hari menjelang pernikahan. Ia juga sempat mengeluhkan sesak napas namun menolak dirawat di RS karena akan segera menikah.

“Terus sama dokternya disuruh opname, tapi dia tidak mau karena sebentar lagi mau menikah,” kata Kepala Desa Wonorejo, Edi Subagyo seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara itu, mengutip Solopos.com, berdasarkan keterangan dokter RSUD dr. Moewardi Solo, meskipun dari Jakarta namun LD tidak memiliki indikasi tertular Virus Corona.

Ayah dan Ibu Positif COVID-19, Meninggal Dunia secara Berurutan

sekeluarga meninggal habis hajatan

Sumber: Shutterstock

Seakan belum usai, kepedihan itu bertambah ketika orang tua LD menyusul sang buah hati pergi untuk selamanya.

Ibu LD yang berinisial S meninggal dunia hanya berselang satu hari setelah putrinya itu pergi. S yang berusia 57 tahun meninggal dunia di RSUD Solo di Ngipang dengan status positif terinfeksi COVID-19.

Namun, lagi-lagi kesedihan itu semakin bertambah tatkala ayahanda LD yang berinisial SD juga meninggal dunia pada hari Senin (9/11/2020). Pria berusia 60 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai Kaur Umum Pemdes Wonorejo itu meninggal dunia dengan status suspect corona.

Edi Subagyo mengatakan, rekan kerjanya itu memang memiliki riwayat penyakit gula, begitu juga dengan istrinya. Keduanya sudah sering rawat inap di RS. Sementara, LD memiliki riwayat penyakit asma.

“Bapaknya dimakamkan tadi malam pukul 22.00 WIB. Bapak dan Ibunya punya riwayat penyakit gula. Keduanya sudah sering keluar masuk rumah sakit. Sementara si anak yang jadi pengantin perempuan punya riwayat penyakit asma,” terangnya, Selasa (10/11/2020) seperti diberitakan Solopos.com.

Baca juga: Jangan Lengah! Transmisi COVID-19 Mulai Ancam Klaster Keluarga

Ratusan Tamu Undangan Jalani Tes Usap

sekeluarga meninggal habis hajatan

Sumber: Shutterstock

Tak pelak, peristiwa tragis itu menjadi catatan bagi pemerintah setempat. Sebanyak 120 tamu undangan pun akhirnya menjalani tes swab.

Tes tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebanyak 60 orang telah menjalani tes swab pada hari Senin (10/11/2020). Sementara, 60 orang sisanya menjalani tes pada hari Selasa (11/11/2020).

“Sebanyak 60 orang sudah jalani swab pada Senin kemarin, hari ini rencananya ada 60 orang lagi yang jalani swab. Mereka semua hadir dalam hajatan itu,” kata Edi.

Dari total tamu undangan yang dites, salah satunya termasuk pengantin pria. Namun, hingga saat ini hasil tes belum keluar sehingga belum dapat dipastikan berapa orang yang positif terjangkit Virus Corona.

Edi juga menambahkan bahwa acara pernikahan yang mengundang ratusan orang itu awalnya sempat akan menggelar hiburan musik. Namun, atas pertimbangan pandemi, acara itu urung dilakukan.

“Hajatan itu cuma digelar pagi. Siang sampai sore tidak ada acara. Namun, masih ada tamu yang datang untuk nyumbang. Hiburan memang tidak boleh ada,” lanjutnya.

Sementara itu, ketika ditanya soal opsi lockdown, Edi menjawab keputusan tersebut tak akan dilakukan. Kegiatan di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen masih berjalan seperti biasa.

“Biasa saja, tidak lockdown,” tegasnya.

Sungguh pilu, peritiwa yang menimpa keluarga LD. Semoga mereka yang pergi tenang di sisi-Nya sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Semoga ini juga menjadi peringatan bagi Parents untuk tetap menjalankan protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Mengingatkan kita semua, bahwa Virus Corona nyata dan bisa dialami siapa pun juga.

Baca juga:

99 Anak di Probolinggo Positif COVID-19, Orangtua Diimbau Waspada

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner