Energy gap bikin anak lesu dan sulit konsentrasi? Intip solusinya!

lead image

Energy gap adalah kondisi saat anak mengalami kekurangan energi yaitu saat kalori yang masuk tidak mencukupi kalori yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Kenali 3 tandanya, dan atasi dengan sarapan bergizi untuk anak!

Tahukah Ibu? Aktivitas anak aktif 1 hari penuh = energi berlari ½ marathon. Tingginya kebutuhan energi harian anak jika tidak diimbangi dengan energi melalui asupan nutrisi dari makanan dapat mengakibatkan energy gap. Padahal, hal tersebut dapat dicegah salah satunya dengan sarapan bergizi.

3 Tanda Anak Mengalami Energy Gap

Nah, Bu, yuk coba dicek apakah anak Ibu mengalami energy gap? Jika ia mengalami 2 dari 3 tanda berikut, maka anak Ibu perlu diwaspadai mengalami energy gap.

  1. Anak sulit berkonsentrasi. Guru di sekolahnya mungkin pernah memberi laporan bahwa anak sulit berkonsentrasi di kelas atau saat mengerjakan tugas. Atau ketika Anda meneleponnya di siang hari, ia seringkali tidak dapat menangkap pertanyaan yang Anda ajukan. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa anak kekurangan energi untuk mempertahankan fokus dan perhatiannya.
  2. Anak sangat kelelahan sepulang sekolah. Meski di sekolahnya tak ada aktivitas tambahan, ia tampak sangat kelelahan. Gerakannya juga tampak lebih lambat, meski ia tidak sedang sakit.
  3. Anak tidak bersemangat bahkan untuk melakukan aktivitas sederhana. Misal untuk bermain di halaman sekolah bersama teman-temannya.

Sarapan Bergizi untuk Atasi Energy Gap

Bagaimana, Bu? Apakah Anak Ibu mengalami tanda-tanda tersebut? Jika ya, Ibu tak perlu khawatir. Kondisi ini bisa diatasi dengan memenuhi kebutuhan energi harian anak melalui jumlah kalori yang tepat dari sarapan bergizi.

Ingat, sarapan tidak boleh asal kenyang atau asalkan ada sesuatu yang masuk ke dalam perut, anak ya, Bu.

Sarapan bergizi untuk anak dapat menyumbang sekitar 25 – 30 persen dari total Angka Kebutuhan Gizi (AKG) anak, sehingga sangat penting untuk memastikan menu sarapannya sudah seimbang gizinya, yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral!

Karbohidrat akan menyediakan energi agar anak dapat beraktivitas sepanjang hari. Protein juga membantu anak agar tak mudah kelaparan sampai saat makan siang tiba.

Berkreasilah dengan menu sarapan yang menarik dan menggugah selera anak. Misal, nasi goreng dilapis tortilla berisi potongan dadu daging ayam, tomat, wortel, dan sayuran lainnya. Praktis dan mudah dibuat. Bahan-bahannya pun tak sulit didapat.

Jangan lupa untuk lengkapi sarapan anak dengan segelas MILO. Rasa baru MILO yang lebih nikmat, didukung ACTIV-GO – kombinasi unik Protomalt, Vitamin, dan Mineral. Vitamin B kompleksnya bantu lepaskan energi untuk mendukung aktivitasnya sepanjang hari.

Jadi, tak perlu khawatir anak mengalami energy gap baik di sekolah ataupun sepulang sekolah.

Fakta: 4 dari 5 anak mengalami energy gap akibat tidak sarapan atau menu sarapan yang tidak seimbang.

 

Baca juga:

Aktivitas Anak Anda Sangat Padat? Penuhi Energinya dengan Sarapan Sehat!