Sampah Basah dan Kering, Mengapa Harus Dipisahkan?

lead image

Selama ini kita selalu berpikir bahwa semua sampah itu sama saja. Padahal, kenyataannya bukanlah demikian. Bacalah untuk mengetahuinya.

dreamstime xs 33467702 Sampah Basah dan Kering, Mengapa Harus Dipisahkan?

Dengan mengolah sampah kita bisa menyelamatkan bumi dari bencana ledakan sampah.

Sampah menjadi masalah pelik di setiap kota besar dan kecil di Indonesia belakangan ini. Semakin besar sebuah kota, semakin pelik juga masalah sampah yang dihadapinya. Hal ini karena jumlah manusia yang semakin banyak akan menghasilkan sampah yang semakin banyak pula.

Sampah yang menggunung dan dibiarkan tanpa penanganan khusus bukan hanya akan membuat lingkungan sekitar tampak jorok dan tidak nyaman. Namun juga bisa menjadi ancaman untuk kesehatan Anda.

Aneka jenis binatang seperti lalat, tikus dan kecoa akan mendatangi tempat-tempat yang penuh dengan sampah, dan mereka akan datang meneror rumah Anda sambil membawa bibit penyakit yang mereka dapatkan dari hinggap di tempat pembuangan sampah.

Mengatasi masalah sampah dengan memisahkannya

Sebagian dari kita mungkin tak terlalu peduli dengan masalah ini, karena merasa telah membayar pihak tertentu yang bertanggung jawab untuk mengurusnya. Misalnya jika Anda tinggal di kawasan perumahan, Anda tinggal meletakkannya di depan rumah dan akan ada seorang petugas kebersihan yang datang untuk mengambilnya.

Namun, ada kalanya si petugas tidak dapat melakukan tugasnya secara tepat waktu karena beberapa hal. Misalnya, terjadi cuaca buruk, hari libur nasional, atau karena sedang sakit. Kalau sudah begini limbah rumah tangga Anda bisa menumpuk berhari-hari dan membuat Anda merasa risih.

Pernahkah Anda membayangkan, apa yang terjadi kelak jika sampah terus menumpuk sampai tak ada lagi tempat pembuangan  yang bisa menampungnya? Apakah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jumlahnya, paling tidak yang dihasilkan dari rumah kita sendiri?

Oleh karena itu, tidak ada salahnya ‘kan kalau kita memulai kebiasaan baru, yaitu memisahkan sampah berdasarkan bahan dasarnya menjadi sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik). Di negara-negara Eropa dan Jepang, hal semacam ini sudah bukan hal baru dan telah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu.

Mengelola sampah menurut bahan dasarnya

Secara umum, pengelolaan sampah di banyak negara di dunia dilakukan berdasarkan prinsip 3R, yaitu mengurangi arus sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (reduce), memanfaatkan kembali barang-barang bekas (reuse), dan mendaur ulang limbah jenis tertentu (recycle). Dan dengan memisahkan tempat untuk sampah basah dan kering, Anda telah memulai cara baru dalam menangani limbah rumah tangga Anda sendiri.

Sampah basah terdiri dari sisa makanan, kertas bekas, karton bekas, daun-daun kering dan apa saja yang terbuat dari tubuh hewan dan tumbuhan. Anda dapat mengumpulkannya  dalam sebuah lubang di halaman belakang rumah, lalu biarkan di situ sampai membusuk dan terurai menjadi pupuk kompos.

Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa sampah kering atau anorganik adalah bahan rongsokan yang tidak dibuat dari bagian tubuh makhluk hidup. Misalnya, tas plastik (tas kresek), ember plastik yang sudah bocor, kaca, kaleng, botol dan masih banyak lagi. Khusus untuk baterai dikategorikan sebagai bahan beracun berbahaya (B3) yang tak boleh dibuang sembarangan.

Tak ada cara untuk menangani sampah kering selain memanfaatkannya kembali, karena tanah tak bisa menguraikan limbah jenis ini. Sampah kering yang dibuang ke sungai akan terbawa arus sampai ke laut dan dimakan oleh ikan. Akibatnya, ikan di laut banyak yang mati karena pencemaran.

Bahkan jika berhasil hidup pun, kita harus berhati-hati mengkonsumsinya karena dikhawatirkan dagingnya mengandung bahan berbahaya seperti merkuri.

Daur ulang adalah solusi tunggal

Karena masih minimnya perhatian pihak terkait tentang cara mengolah sampah anorganik, tak ada jalan lain selain menggunakan ide dan inisiatif kita untuk mengolahnya.

Bekas kemasan sabun pencuci piring atau sejenisnya bisa dikumpulkan dan dijahit sebagai barang kerajinan yang unik dan bernilai jual. Kaleng bekas bisa kita manfaatkan sebagai pot bunga setelah diberi lubang di bagian bawahnya.

Punya ide lain tentang membuat barang kerajinan dari sampah kering? Yuk kita berbagi ide melalui kolom komentar di bawah ini.

Referensi : Sampah Organik dan Non Organik – green.kompasiana.com, Belajar Disiplin dari Cara Orang Jepang Mengolah Sampah – www.academia.edu

Baca juga artikel menarik lainnya:

Membuat Mainan Edukatif dari Botol Bekas

Ragam Sayuran Organik yang Mudah Ditanam Sendiri di Rumah