Sakit perut pada anak; Penyebab, gejala dan cara tepat menanganinya

Sakit perut pada anak bisa membuat orangtua kesusahan. Kenali gejala, penyebab dan cara tepat menanganinya berikut ini agar tahu bagaimana menyembuhkannya.

Sakit perut pada anak adalah hal yang sering menjadi penyebab anak dibawa ke dokter. 30% anak di bawah usia 15 tahun pernah mengunjungi dokter, minimal sekali dalam hidupnya.

Sakit apapun yang dialami anak seperti infeksi telinga atau radang usus buntu juga dapat membuatnya menderita sakit perut.

Sayangnya, masalah sakit perut juga sering jadi alasan anak untuk bolos sekolah. Jadi, Parents harus tahu gejala dan penyebab sakit perut pada anak, untuk tahu apakah dia berbohong atau tidak.

Penyebab sakit perut pada anak

Ada tiga alasan utama yang menyebabkan sakit perut pada anak. Yang pertama ialah, jika ada organ di dalam perut yang terkena iritasi, seperti gas yang membuat perut kembung. Ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut.

Yang kedua ialah jika otot di perut menjadi tegang, seperti saat anak mau muntah, dia akan merasakan sakit perut. Yang ketiga ialah sakit dia bagian tubuh lain, namun perut juga merasakan efeknya.

Yang membedakan dari ketiga jenis sakit perut di atas ialah, seberapa dalam sumber rasa sakitnya. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan seberapa parah sakit yang diderita anak, maka Parents harus membawa anak ke dokter.

sakit perut pada anak

1. Gastroenteritis/flu perut

Flu perut disebabkan oleh bakteri, parasit, dan virus yang menyebabkan infeksi hingga membuat perut terasa sakit. Gejala yang timbul ditandai dengan kondisi pencernaan anak yang tidak baik, seperti anak terkena diare atau disentri.

Sakit perut jenis ini akan hilang jika infeksinya berkurang. Untuk mengurangi infeksi, Parents bisa menggunakan kantung air hangat yang ditempelkan di perutnya. Jangan pernah memberikan obat sebelum berkonsultasi ke dokter.

Selengkapnya: Gastroenteritis, flu perut pada anak; gejala, penyebab dan cara menanganinya

2. Gas di perut

Meski kelihatannya tidak berbahaya dan konyol, tetapi gas berlebih di perut bisa membuat anak susah tidur, dan akibatnya dia menjadi rewel atau gampang marah. Gas bisa membuat perut anak terlihat menggembung.

Parents bisa mengetahui apakah ada gas atau tidak di perut anak dengan cara memencet pusarnya. Jika ada suara berongga yang keluar, berarti perut anak dipenuhi gas.

Cara menanganinya, bila anak sudah cukup besar, pergi ke toilet untuk buang air besar atau sekedar kentut bisa mengurangi gas di dalam perutnya.

Bila anak Anda masih bayi, cobalah untuk memijat perutnya memakai telapak tangan dengan pijatan memutar yang lembut. Lalu angkat kakinya dengan perlahan.

Lakukan hal ini 3-4 kali, kemudian berhenti sebentar. Ulangi beberpa kali hingga bayi merasa nyaman atau gasnya keluar dari perut.

3. Penyakit usus

Ini adalah kondisi serius yang kronis, di mana perut anak sensitif terhadap makanan tertentu atau perut mengalami stres. Gejala yang timbul biasanya ditandai dengan diare yang sebentar muncul lalu hilang, lalu timbul kembali, atau sembelit selama beberapa waktu.

Cara menanganinya, bawalah anak ke dokter untuk pemeriksaan lengkap dan mendapatkan obat. Untuk mengurangi rasa sakit perut pada anak, biarkan dia berbaring dengan posisi paling nyaman yang ia rasakan.

4. Intususepsi

Ini adalah kondisi serius pada anak, yang membuat satu bagian ususnya terlipat dan menembus bagian perut yang lain. Hal ini membuat anak merasakan sakit yang berat di area perut.

Bila terjadi pada bayi, dia akan menangis kencang tanpa alasan yang bisa diketahui. Bila anak lebih besar, dia akan terlihat kuyu dan lemas.

Gejala yang timbul biasanya sakit perut yang berlangsung selama 12 jam dan terus menerus tanpa henti. Tinja yang keluar memiliki bercak darah atau lendir berwarna merah.

Perut anak akan terlihat bengkak, dan kemungkinan anak muntah bisa terjadi. Bila ini terjadi, langsung bawa anak ke dokter karena kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

5. Radang usus buntu

Usus buntu kadang menjadi bengkak dan membuat anak mengalami sakit perut. Gejala yang timbul melibatkan demam dan muntah-muntah.

Penyakit ini hanya bisa ditangani oleh petugas medis profesional. Bawa anak Anda ke dokter segera, siapa tahu ia membutuhkan operasi.

6. Ovarium atau testis yang terpilin

Lingkaran testis atau ovarium kadang bisa terpilin sendiri. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah mengecil dan menyumbat aliran darah ke testis dan ovarium.

Gejala yang timbul ialah sakit parah di bagian perut bawah, dan biasanya terjadi setelah melakukan aktivitas fisik yang berat. Sakit yang dialami bisa sangat parah hingga anak tidak mampu duduk.

Bila terjadi pada testis, kantung semar anak akan terlihat berbeda dari biasanya. Segeralah bawa anak ke dokter jika dia mengalami gejala seperti tersebut di atas.

7. Sakit di belakang pusar

Banyak anak yang mengalami sakit perut di belakang pusar. Sakit ini disebabkan oleh stres maupun aktivitas berlebih yang dilakukan anak.

Sakit yang ia rasakan terasa nyata, namun tidak ada penyebab jelasnya. Jika anak mengalami hal ini, biarkan dia menemukan posisi nyaman untuk berbaring hingga sakitnya berkurang.

sakit perut pada anak

Kapan harus ke dokter?

Bayi di bawah 6 bulan

Bila anak masih berusia di bawah 6 bulan, bawalah ia ke dokter jika menunjukkan gejala demam dan diare disertai kotoran berdarah atau encer, atau mengandung lendir berwarna merah. Bayi juga jadi sangat rewel karena sakit.

Semua usia

Parents harus merasa khawatir jika anak mengalami sakit perut dan ia mengalami gejala lain yang membuatnya harus dibawa ke dokter seperti tertera di bawah ini.

  • Berat badan turun
  • Tinja berdarah atau berwarna hitam
  • Sakit perut yang membuat anak terbangun dari tidur saat malam
  • Sakit yang dirasakan anak melebihi 24 jam
  • Muntah-muntah lebih dari 6 jam atau lebih
  • Anak memuntahkan isi perut berwarna hijau
  • Dehidrasi

Hal yang harus dihindari selama anak sakit perut

Jika anak sedang mengalami sakit perut, hindari melakukan hal ini padanya:

  • Jangan memberikan makanan berminyak ataupun gorengan padanya
  • Jangan memberikan obat tanpa anjuran dan resep dokter
  • Jangan pernah mengoleskan obat herbal ke perut anak yang bisa memicu reaksi negatif
  • Jamu rumahan bisa jadi ide yang buruk, jangan memberikannya pada anak
  • Jangan pernah mengabaikan gejala dan tanda sakit perut pada anak yang sudah disebutkan di atas

Mengetahui penyebab dan cara mengatasi sakit perut pada anak, bisa membuat orangtua tidak panik dan lebih memahami situasi serta cara tepat menanganinya. Namun, jika masih ragu, berkonsultasilah pada dokter anak.

Semoga artikel ini bermanfaat ya Parents. 

Referensi: WebMDNHSToday’s Parent

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/sakit-perut-pada-anak-pertanda-apakah/